Kami menyantap dengan lahap, bagai kumpulan serigala yang kelaparan... namun benar kedua anak dan ibu itu, anjani dan mbok rondo sangat lahap menyantap, tangan kanan dan kiri lahap sekali memasukkan makanan ke mulut mereka begitu cepatnya.
Dan...
ini akan menjadi cerita terakhir saya tentang kisah pabrik gula, cerita yg tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup karena tidak hanya menyangkut diri saya melainkan semua penduduk desa yg hidup tepat di samping kerajaan demit yg konon masih di percaya bahkan sampai saat ini.