Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Tips ninggalin laptop ke toilet saat lagi di coffeeshop sendirian:
1. Install Chrome remote desktop di laptop dan juga di HP
2. Login di laptop dan connect ke aplikasi di HP
3. Pas udah connect, nyalain kamera di laptop dan pantau laptop dari kamera saat di toilet
Ini beneran pada ga mau menunjukkan bahwa kita layak digaji 3 milyar rupiah per bulan dengan pengalaman kerja cuma 2 tahun dari lulus?
Cupu kah kita ternyata?
Guys, Singapura baru saja bikin pernyataan yang singkat tapi dampaknya besar.
Singapura menolak flat-out untuk negosiasi dengan Iran soal "safe passage" melalui Selat Hormuz.
Dan alasannya satu kalimat yang tegas:
Shipping global adalah hak fundamental bukan privilese yang harus dibeli."
Kenapa pernyataan ini penting banget?
Singapura bukan negara sembarangan dalam konteks ini.
Singapura adalah salah satu hub maritim terbesar di dunia. Port of Singapore adalah pelabuhan tersibuk kedua di dunia berdasarkan volume kargo.
Hampir semua kapal yang membawa minyak dari Timur Tengah ke Asia Timur dan Asia Tenggara melewati jalur yang berkaitan langsung dengan Selat Hormuz dan Selat Malaka.
Kalau ada negara yang punya kepentingan langsung untuk Selat Hormuz tetap terbuka itu Singapura. Dan mereka memilih untuk tidak bayar.
Ini adalah penolakan langsung terhadap sistem tol Iran.
Beberapa hari lalu kita sudah bahas: Iran sekarang memungut tol dari kapal yang mau lewat Selat Hormuz dan minta dibayar dalam yuan atau kripto. Bukan dolar.
Singapura bilang: tidak.
Bukan karena tidak mampu bayar. Singapura jelas mampu. Tapi karena membayar berarti mengakui legitimasi Iran untuk mengontrol jalur internasional. Dan itu preseden yang sangat berbahaya untuk seluruh sistem maritim global.
Prinsip hukum di baliknya:
Selat Hormuz adalah selat yang digunakan untuk navigasi internasional yang berarti dilindungi oleh UNCLOS, Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang menjamin hak transit passage bagi semua kapal dari semua negara tanpa hambatan.
Iran tidak berhak secara hukum internasional untuk memungut tol atau memblokir jalur ini.
Tapi di dunia nyata hukum internasional tidak bisa ditegakkan sendiri. Yang bisa menegakkan adalah kekuatan militer atau tekanan kolektif dari banyak negara.
Dan Singapura baru saja menjadi salah satu suara paling lantang yang bilang: kami tidak akan tunduk.
Implikasi geopolitiknya:
Ini bukan cuma sikap Singapura secara individual. Ini sinyal kepada seluruh komunitas maritim global.
Kalau Singapura yang ekonominya sangat bergantung pada perdagangan bebas menolak membayar tol Iran, maka tekanan pada negara-negara lain untuk juga menolak akan semakin besar.
Dan kalau mayoritas negara menolak Iran punya dua pilihan: buka selat tanpa dibayar, atau eskalasi konflik lebih jauh dengan menargetkan kapal yang melintas tanpa izin.
Kedua pilihan itu punya konsekuensi besar untuk Iran sendiri.
Dan ini yang relevan untuk Indonesia:
Kita sudah bahas berkali-kali stok minyak kita sekitar 20 hari. LPG kita 75% impor. Dan jalur pasokan kita sangat bergantung pada stabilitas perairan di sekitar Selat Hormuz.
Kalau Singapura menolak bayar dan Iran merespons dengan memperketat kontrol kapal-kapal yang membawa energi ke Asia Tenggara termasuk Indonesia akan makin terdampak.
Pemerintah kita belum ada pernyataan resmi soal posisi Indonesia terhadap sistem tol Iran ini.
Dan itu pertanyaan yang perlu dijawab apakah kita ikut Singapura dan menolak legitimasi tol itu? Atau kita diam dan membiarkan kapal-kapal kita bernegosiasi sendiri?
Kita lg menyaksikan sejarah (proyek korup sistematis paling besar di sejarah Indonesia)
Ak ingat dulu pas korupsi e-ktp yg 2 triliun. It truly feels VERY big and massive. Tapi sekarang? 1,5 hari MBG 😂
Waktu sidang Nadiem Makarim, jaksa jg sempat curiga karena kepemilikan saham nadiem “meledak” dari 500 juta lembar jadi 15 miliar lembar.
Padahal itu cuma proses IPO + stock split.
Jumlah lembar dipecah, nilainya tetap sama.
Nadiem bahkan kasih analogi sederhana:
Bayangin punya Rp100 ribu, terus dipecah jadi recehan seribuan.
Lembarnya jadi banyak, tapi nilainya tetap Rp100 ribu.
Bukan meledak pak jaksa… cuma dipecah aja 😭
Wah, iya ya…
Dana dukungan Negara menjadi porsi terkecil dari total pendanaan kami, yakni 0.25%. Maka, dana dukungan publik menopang kami dalam menegakkan keadilan bagi 3.110 korban yang kami dampingi dalam 3 tahun terakhir.
Kedepannya? Kami butuh kamu! https://t.co/S3Gx6E2k7v
Ini bukti bahwa makanan enak ≠ sehat.
Makanan mentah hingga setengah mateng ≠ aman.
Ada sekian kasus infeksi ekstrem akibat makan makanan ga mateng begini, utamanya KERACUNAN Salmonella
Efeknya bisa diare parah hingga TIPES.
Bbrp kasus langka bisa infeksi otak!
Hati-hati!
Registrations are open for the Solana Student Hackathon this fall, a month long online event for students who want to learn, build, and ship real projects on Solana.
🧵