Yang mau ngasah kemampuan bahasa Korea-nya, kuy ikutan lomba penerjemahan sastra Korea dan Indonesia yang diadakan KCCI. Info lebih lengkap, cek websitenya.
@elexmedia
Amidst the mainstream of Indonesian horror, which is often dominated by stories from Javanese culture, Susuk Tujuh Tubuh emerges as a breath of fresh air, bringing the terror of Sumatra to life.
🎟️ Free with registration via https://t.co/dQh94IaWLr
Yang ada di @ubudwritersfest 2024, besok mari berjumpa di Shelter Island, pukul 16.00 s.d 17.00 WITA. Kita ngobrol dan merayakan kelahiran buku horor terbaruku #Susuk7Tubuh terbitan @elexmedia
@AlamGuntur, penulis terkenal dengan kisah horor yang mengeksplorasi urban legend Indonesia, akan berbagi inspirasi di balik Susuk Tujuh Tubuh serta proses kreatifnya di acara peluncuran.
Penasaran dengan cerita di baliknya? Yuk, ikuti acaranya! 😊
#BookLaunch#HororIndonesia
"Susuk Tujuh Tubuh," karya terbaru Guntur Alam, segera diluncurkan di @ubudwritersfest ✨
Buku ini menghadirkan kisah mistis dari Sumatra, sarat teror dan legenda lokal yang mencekam. Siapkah kamu menghadapi ketegangannya?
#UWRF2024#Susuk7Tubuh
Baru kali ini beli kwitiau online tapi cabe, ayam, dan sayurnya dipisah kayak gini. Ini konsepnya gimana? Kita disuruh masak sendiri atau gimana? Keburu laper kalau disuruh masak sendiri. Kita beli biar gak usah repot masak, tinggal makan 😭
#Tumbal dan #Ritual dalam daftar Best Seller @elexmedia untuk penjualan bulan April 2024.
Siapa yang belum baca seri horor kami ini? Bukunya tersedia di toko buku Gramedia dan toko-toko lainnya, baik offline atau pun online.
SUSUK TUJUH TUBUH
-Horror Thread-
Konon, ada satu susuk pemikat yang terkenal sebagai susuk paling kotor, paling keji, tetapi paling ampuh yang dipercaya orang-orang kampung kami. Namanya Susuk Tujuh Tubuh. Susuk ini berasal dari tujuh kotoran di tubuh manusia.
Akan kubayar berapa pun yang dukun itu minta, asal dia bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita kita. Emak sudah bosan hidup melarat. Kalau kau bisa jadi istri muda Juragan Am, setidaknya kau dan Emak tidak perlu lagi jadi buruh penyadap karet.”