Wuih, gila sih ini investigasinya.
Kelen harus nonton Bocor Alus Tempo soal Jampidsus!
Gue tambahkan info-info menarik. Menurut Tempo:
Pertama, Presiden dikabarkan marah besar kepada Kapolri karena penggeledahan itu.
Kapolri sampai minta maaf dan menjelaskan kalau dikasih tahu, info penggeledahan akan bocor.
Kedua, kabarnya, apa yang dilakukan Kapolri dianggap pembangkangan.
Muncul wacana agar Kapolri diganti dengan Komjen Karyoto dari Jenderal SS.
Ketiga, Presiden dikabarkan ragu dengan Komjen Karyoto. Itu karena dia BESANNYA KDM.
Presiden khawatir kalau loyalitas Karyoto akan mengarah pada KDM, bukan untuk dirinya.
Keempat, ada info bahwa ketika rapat internal di Widya Chandra, ada laporan penebalan pasukan.
Ini bikin Prabowo khawatir dan menuding, "Kalian mau sabotase pemerintahan saya?" Polisi akhirnya menjelaskan kalau mereka ga mungkin menjatuhkan presiden.
Kelima, ada dugaan lobi-lobi agar Febrie tidak jadi tersangka.
Kompensasinya, Febrie mundur dari Jampidsus dan emas 74 kg itu diklaim bukan miliknya. Dua pengusaha dikontak agar mengaku bahwa emas 74 kg itu miliknya.
FOTO: Screenshot YouTube Bocor Alus Tempo.
KAYAKNYA BARU PEMERINTAHAN PRABOWO,
AJANG MARATHON JADI DEMONSTRASI YANG KEREN, BEBERAPA NOTES NYA :
- RUN BETTER THAN THE GOVERNMENT RUNS THE COUNTRY
- SORRY YEE, MY PACE IS MORE STABLE THAN THE RUPIAH
- YOUR HEART RATE IS STILL LOWER THAN USD $$$$$
- LARI LO LEBIH KUAT DARIPADA RUPIAH
- LARI YANG BENER! KITA DIKEJAR PAJAK!!
- RUN FASTER IF U WANT TO BE RICH
- YAKIN MAU STOP? PRBW* AJA NYALON 5X
- 10 + 6 = 21 KM
- Running 21.1 KM is hard, but being a WNI is harder.
- Cukup media yang dibungkam, jangan sampai kita diam!
- Pace turun masih mending, rupiah jangan.
- Yang dikejar PB, yang nyusul harga-harga.
- Lari 21K lebih gampang daripada cari kerja.
- Kalau capek istirahat, kalau rakyat capek gimana?
- Keep running before the dollar does.
- Naikkan pace, turunkan harga.
- Kaki kuat, dompet belum tentu.
- Lari demi kesehatan, bukan demi efisiensi.
- Personal best naik, daya beli turun.
- Finisher medal > janji kampanye.
- Lari pagi, lihat kurs rupiah, cardio lagi.
- Pajak mengejar, kami berlari.
- My pace is faster than government reform.
- Strong legs, weak rupiah.
Behel story
Day 0
Setelah gigi patah gara-gara makan ayam geprek (memang udah takdir-nya, cepat atau lambat bakalan patah)
- Cabut gigi sisa di Drg.S (300rb), diamin 1 minggu
- Ke Drg.F untuk konsultasi (250rb), disuruh ke lab (beda tempat) untuk rontgen panoramic (310rb)
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Blacklist...
Paling malas sama cafe / coffee shop yang ngubek-ngubek tas, terus ngelarang tumblr dengan air putih. Lalu di dalam jualan air putih dengan over price.
Kalian tuh nggak percaya diri sama menu kalian? Sehingga masih harus jualan air putih juga?
@NakesPuskesmas Yes, makanya saya ngembangin ini, robot buat input ckg. Jadi dia convert excel dan auto fill ke web sehatindonesiaku. 😎
https://t.co/BeynlEM6Vp