Badai akan berlalu, yang bising mulai hening. Derita kembali pada masing-masing. Begitulah hidup, terkadang bertumbuh kejam. Kita akan dipaksa kembali pada jalan sepi dengan pahit yang menanti.
Bukan orang nggak bisa menerima kenyataan, tapi lebih ke orang itu sangat takut melepaskan asumsi yang selama ini dia genggam, yang ternyata asumsi itu keliru.
Dari banyaknya donasi yang dibuat oleh masyarakat, dan banyaknya dana yang terkumpul, bisa disimpulkan bahwa negara ini nggak kekurangan orang baik. Negara ini cuma kekurangan orang yang mempercayakan uangnya di tangan pemerintah
Orang yang—sering kali—paling bersalah terhadap diri sendiri adalah diri sendiri. Mulai memaafkan dari situ, baru belajar memaafkan orang lain. Kalau belum bisa, tidak apa-apa. Memberi maaf adalah perihal kerelaan, bukan paksaan. Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin 🤍
Akhir dari “Jalur Sunyi” - Sulawesi Tengah persembahan tim Atap Negeri sudah bisa ditonton. Klik link dan selamat mendaki online https://t.co/qTm2eml1Q1
Kayaknya udah di fase kalo bukan twitter tuh udah bukan nyari hiburan lagi, tapi nyari "ada hal bego apa lagi nih yang terjadi di negara ngga jelas ini?"
Semoga dimampukan.
Semoga dipertemukan.
Semoga dilancarkan.
Semoga dimudahkan.
Semoga dikuatkan.
Semoga diikhlaskan.
Semoga dimantapkan.
Semoga dilapangkan.
Dan semoga, banyak ‘Semoga’ yang terkabulkan menuju akhir tahun 2024 ini. Aamiin…
Malah pengen nangis sendiri baca paragraf terakhir 🥹
Lately, banyak hal yang buat aku bertanya sama diri sendiri.
“Selama ini aku sia-sia ya?”
“Kenapa harus lewat jalan ini dulu?”
“Jadi tuh yang kemarin buat apa?”
Kita hanya belum tau alasannya, dan itu gak apa-apa