Dulu pelajaran PPKN ngajarin tatanan negara ada Presiden, Menteri, lembaga, dan tupoksi masing-masing. Sekarang kadang rakyat jadi bingung… kok rasanya semua jalan menuju satu pintu: Seskab Teddy 😅
Menteri mau koordinasi → ketemu Teddy.
Program pemerintah → dibahas Teddy.
Komunikasi kabinet → lewat Teddy.
Jadwal Presiden → Teddy yang atur.
Kursi Presiden → Teddy yang cek.
Payung Presiden → Teddy yang siapin.
Lama-lama bukan lagi hubungi kementerian terkait, tapi sudah izin Teddy belum??
Kesan yang kutangkap: Prabowo males ketemu realita. Di luar negeri dia presiden, disambut arak-arakan, fine dining, pasukan berkuda. Serba "bangsawan", serba elegan.
Di dalam negeri? Dia "cuma" politisi yang harus bergelut sama lumpur politik, keluhan rakyat, dan kemiskinan yang nggak bisa disembunyiin di balik seragam militer. Wajar dong klo dia lebih suka "kerja keras" di luar negeri.
Tapi pertanyaannya, dulu nyapres buat apa, kalau realita negeri sendiri aja nggak mau dia hadapin?
@ketnangbalado@ainurohman Ada kok pelatihan bareng komunitas biasanya gratis.
Setahu saya yg kudu diusahain: alat termasuk outfit, fee tiket/akomodasi untuk tempat/kolam/laut, SERTIFIKASI.