diam-diam ternyata aku mulai
menyukai versiku yang sekarang,
yang kalau di jauhin aku gak lagi nanyain letak salahku dimana, gak diajak ngomong aku bakal diam. punya teman gak nanya kenapa mereka gak ajak aku, gak lagi bersedih kalau satu persatu orang akan lihatin sisi buruknya, gak lagi berharap di balas baik kalau baikin orang.
ternyata hidup sedikit di bodoamatan
itu gapapa banget!
sebenarnya manusia itu gapunya kapasitas untuk tau isi hati orang lain. jadi, mari menormalisasikan bertanya, mengungkapkan perasaan, keinginan dan harapan. berdiskusi untuk menyelesaikan masalah jauh lebih baik daripada hanya diam, pergi dan berasumsi yang tidak baik.
menghilanglah untuk sementara waktu, sembari menyembuhkan lukamu.
lalu, kembalilah menjadi pribadi yang ceria seperti dulu, karena dunia merindukan dirimu yang dulu.
Percaya atau tidak "pandanganmu sendiri yang membentuk siapa dirimu". kalau kamu menganggap dirimu tangguh, cantik, high value, cerdas, sukses, maka alam bawah sadarmu akan mencari solusi sendiri mewujudkan apa yang kamu pikirkan
Jangan memelihara kebencian, karna perasaan benci hanya akan membebani hati sendiri. Kebencian itu menguras energi, merusak kedamaian batin dan menghalangi kita untuk fokus pada hal-hal baik.
Memaafkan & melepaskan rasa benci bukan berarti membenarkan perbuatan buruk orang lain,-
pacaran atau tidak, seseorang akan tetap dipertemukan dengan jodohnya. bedanya keberkahan dalam rumah tangga akan sangat terasa jika dia menjemputnya dengan cara yang benar, semoga kamu berjodoh dengan seseorang yang kamu cintai dan dia juga mencintaimu karena Allah.
pengendalian diri itu penting. salah satunya ketika kita lebih memilih diam dibandingkan harus berperang dgn ego & emosi orang lain. belajar ikhlas ketika dipandang buruk, karena menjelaskan kepada orang yang terlanjur berfikir negatif terhadap diri kita adalah hal yang sia-sia.
move on terbaik adalah pergi menghilang, biarkan semua lukamu sembuh dengan sendirinya. berhenti untuk mencari dan menghubunginya lagi, biarkan dia memilih apapun yang dia anggap itu yang terbaik baginya. lepaskan dia dan berhentilah untuk mengharapkannya kembali, meski rasa
Cuma mau bilang it’s okay, we deserve better. Makasih karena akhirnya kamu memilih untuk meninggalkan situasi yang bikin kamu sakit dan nangis setiap hari. Walaupun sebenarnya kamu masih pengen stay disana, terkadang bertahan ngga bisa jadi solusi agar semua kembali seperti semula.
Pada dasarnya, beberapa hal memang harus direlakan, but you do it for your happiness di masa yang akan datang. Good job!
Aku sependapat dengan pernyataan Baskara bahwa, "setiap orang sedang menjalani ujian hidupnya, masing-masing orang punya rahasia yang hanya dirinya dan Tuhan yang tau".
Yang tampak dan terdengar indah olehmu, belum tentu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.-
nemu quotes yang menurutku ngena banget:
"sesuatu yang sudah digariskan untuk dirimu tidak akan berbelok menjadi milik orang lain. begitu juga segala sesuatu yang bukan ditakdirkan untukmu, sekeras dan sekencang apapun kau mengejarnya dia akan selalu berhasil menghindar."