Bahkan sejak menjadi pemain, Luis Enrique tidak pernah takut. Tidak pernah takut mengambil risiko. Tidak pernah takut utk tidak disukai.
Tak gentar pindah dr Real ke Barcelona. Tak gentar mencadangkan bintang terbesar Barcelona pada puncak kariernya. Tdk gentar menyemprot habis2an superstar utama PSG saat dia tdk menuruti keinginannya. Tak gentar memberi kepercayaan2 krusial pd pemain2 muda.
Bersikap bodo amat dengan politik2an di internal PSG. Lebih memilih membenamkan diri selama berjam-jam dalam tumpukan data dan analisis.
Kemenangan sangat telak hari ini adalah ganjaran pd keberanian-keberanian itu!
๐ธ: Mundo Deportivo
Luis Enrique tidak pernah lelah bercerita soal Xana.
Lima tahun lalu, Xana meninggal pd usia 9 krn kanker tulang belakang yg langka dan sangat mematikan.
Enrique hancur. Tapi dia mengaku sangat beruntung punya kesempatan hidup dalam memori2 manis bersama Xana.
Enrique ingat betul, Xana yang ceria, mengibarkan bendera Catalan sesaat setelah tim racikannya, Barcelona, merayakan gelar Liga Champions. Enrique ingat betul dia tertawa, sangat bahagia bersama Xana di pundaknya.
Enrique membayangkan, betapa indahnya dunia jika dia bisa menyaksikan Xana, sekali lagi tertawa bergembira setelah sejarah besar PSG hari ini.
Secara fisik, Xana memang sudah tidak ada. Tetapi jiwa Xana, memori Xana, roh Xana tetap hidup dalam jutaan kenangan manis dalam hati Enrique.
Xana akan tetap menjadi bintang terang dalam hidup Enrique. Selamanya...
Selamat, Lucho. Bergembiralah!