7 nya kayak jalan di tempat Minโฆ
Kapan mau nambah lagi? Eh mesti lolos ke UCL dulu yaโฆ baru bisa nambah.
Coba lagi musim depan, jangan menyerah ๐
@gueiava Bermanfaat kalo pengelolaannya baik dan berfokus pada tujuan asli MBG yaitu perbaikan Gizi. Masalahnya, banyak yg fokusnya cuma enak dan kenyang, tp kosong. Gaada gizinya.
Kita ga pernah tau lent apa urgensi menaturalisasi dia. Striker, unproven, belum kontrak pro, tau2 lari ke Indonesia. Bagus perform, perform juga ngga. Di klub juga tidak menawarkan apa2. Struick si klemer, jauh lebih oke dari pada dia yg gatau ngapain aja sesudah dinaturalisasi.
Pemain naturalisasi yg udah reguler main di senior terus pindah ke Liga Super masih masuk akal kerena mereka mampu bersaing.
Tapi kalau naturalisasi masih main di akademi terus pindah ke liga super dengan alasan mencari menit main perlu di pertanyakan.
#FT
Dengan hormat pak, Tanpa rating game dari IGRS pun, platform tempat kami membeli game pun sudah melakukan rating jauh lebih baik dari IGRS. Kalau dalam pandangan Bpk gamers cuma bisa merusuh, Bpk bisa search ini di Google. Whitemon, F0rsaken, Xccurate, Oura, Windah Basudara.
Ck ck ck... Arek2 kecanduan game ini memang terlihat sekali bahlulnya. Pak Ono menulis apa, mereka menanggapi apa.
Itu lah bahayanya jika masih anak2 dibiarkan main game, sampai kecanduan, berpotensi (baca pelan2 ya, POTENSI) saat dewasa jadi bahlul. Kalau Anies mengatakan berpotensi jadi Begal.
Mereka ini tidak mampu menganalisa apa yg tertulis dgn baik, menggunakan memmory otak, dan menghubungkan dgn realitas.
------
Pak Ono itu sedang bicara PP TUNAS (pembatasan umur medsos anak), DAN (baca ya DAN), soal Rating Game (IGRS).
Platform yg dimaksud bukan hanya di game seperti STEAM, tapi juga platform MEDSOS (yg saat ini sedang melakukan perlawanan). Dan angka 70 juta itu adalah target market usia anak, yang disasar platform (terutama yg melawan).
-------------
Saya kasih tahu ya adik2. Yang sopan ke Pak Onno. Jangan sampai menuduh beliau bisa dibeli.
Demi mencerdaskan publik, hak akses Internet, beliau rela mundur dari dosen ITB. Jadi jangan kurang ajar.
Zaman saya mahasiswa tahun 90, saya ikut proyek Internet Radio Link antara ITB-ITS (juga konek ke RSUD Soetomo), Pak Ono di ITB bersama Alm Pak Sholeh di ITS. Akses internet masa itu terbatas, salah satunya Wasantara Net. Beliau ini yg mendorong hak akses internet, yg kemudian berkembang jadi RT/RW Net.
Berdikusi saja yang baik.
-----
Makanya waktu saya diminta bantuan teman mencari SDM untuk keperluan industri strategis, yg butuh mendesak, saya tolak setelah lihat syarat2 SDM yg diminta.
Wong arek sekarang rata2 memahami konteks saja sulit. Mungkin dari 100 cuma 5-10 orang yg mampu berfikir baik, terstruktru dan analisa mendalam. Sisanya amsiong. Daripada buang waktu saya, ya tak tolak. Belum lagi daya tahannya.
@neonlimeee@SAASH1MI Aneh analoginya. Kalo makanan indo mahal, karena beberapa bahannya, which is "rempah2" dan berbagai macam sayuran, ngga ada dan ga bisa diakomodir disana. Coba kalo kita samakan analoginya, brp banyak bahan dan apa saja yg harus diinport untuk seseorang bisa membuat croissant ?
Ngeliat bajakan di mall, kumpulin uang beli, lalu main. Awal untuk belajar sistem game nya pake tim favorit dulu. Tp pas tau serunya pas pusing, main divisi bawah.
Kalau boleh ceritakan kalian yang kecanduan gim Football Manager itu awalnya siapa yang mengenalkan racunnya?dan kalian lebih suka pakai tim idola kalian atau pakai tim divisi bawah? kalau mimin @id_fm sama bang @manarhidayat boleh bagi pengalamannya?
#footballmanager#seriA
#EPL
#laliga
#bundesliga