Dipikir-pikir berat juga jadi generasi muda sekarang:
1) Lulus SMA dihadapkan dengan kenyataan UKT dan IPI selangit, setelah belajar susah payah untuk ujian masuk. Kalau gak ada uang ya terpaksa utang.
2) Selama kuliah harus magang sana-sini, buat dua hal: nyari duit buat hidup dan pengalaman kerja. Kalau gak punya pengalaman kerja kefilter duluan.
3) Pas skripsi dihadapkan dengan dosen pembimbing yang tidak kalah stresnya karena harus bertahan hidup. Banyak yang susah ditemui secara rutin.
4) Harus lulus sebelum umur 25, kalau nggak nanti kefilter sama saringan umur maksimum lowongan kerja.
5) Harus beruntung milih tempat kerja, soalnya banyak perusahaan yang ngakal-ngakalin aturan ketenagakerjaan. Banyak yang gajinya di bawah UMR, hak-hak gak dipenuhi, tapi mau lapor juga susah.
6) Mau punya rumah, mesti nabung dulu. Di awal karir hampir gak mungkin KPR disetujui bank, karena rawan gagal bayarnya tinggi. Belum lagi kalau masih ada tanggungan utang UKT.
7) Sewa apartemen/rumah: gak ada aturan yang jelas yang melindungi penyewa di Indonesia. Landlord bisa-bisa aja berbuat semaunya. Usir penyewa besok juga gak ada aturan yang ngelarang.
8) Kalaupun berhasil dapat rumah yang KPR-nya terjangkau, lokasinya di ujung dunia. Gak ada transportasi umum yang bisa diandalkan buat commuting.
9) Akhirnya ojek online tiap hari buat kerja, terus karena tekor, menyerah. Jadi kredit kendaraan. Nambah lagi utangnya.
10) Mau nikah ada tekanan sosial buat pesta besar-besaran, resepsi jadi kewajiban, nambah lagi pengeluaran.
11) Punya anak: kalau mau yang berkualitas daycare mahal, TK mahal, SD mahal, SMP mahal, SMA mahal. Setelah itu nguliahin anak, cuma ngulang poin 1-10.
TWITTER PLEASE DO YOUR MAGIC๐
Man teman, mohon bantuanya kalo melihat anak di foto ini bisa menghubungi nomor tersebut atau melaporkan ke polsek terdekat. Hilang di sekitar rumahnya di Dusun Danau Kec. Pelepat Ilir,Kab. Bungo Provinsi Jambi.
Merujuk Kalender Masehi, Nahdlatul Ulama hari ini memasuki usia 95 Tahun. Mari singsingkan lengan untuk bertekad lebih baik dalam menyerbarkan ajaran Islam yang damai, sejuk, toleran.
Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.
#Harlah95NU