Warganya marah & kesel kalo liat orang berkendara sambil ngerokok! Eh yang bikin aturan malah ngangkangin aturan yg dibikin sendiri.
Mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat (yang bayar).
Parcok... Parcok ๐
Sebelum dollar nyentuh 17k ada yang nawarin pendidikan dan internet gratis dan kita malah milih makan bergizi gratis, itupun makanannya dominan ga bergizi serta banyak yang keracunan.
FINAL INTERVIEW. Mereka tanya: "Apa kelemahan Anda?"
Otak lo blank.
Lo jawab "saya terlalu perfeksionis."
Interview selesai. Lo gak dapet offer.
Pertanyaan ini udah bunuh chances ribuan kandidat. Padahal gampang banget kalau tau caranya.
Ini yang sebenernya mereka mau denger:
Masa katanya anak yang putus sekolah juga akan dapat MBG???? wkwkwkwkwkwkwkkwkw bukannya bantu dilanjutin sekolahnya jir gmn sih ini gw yg gila apa mereka yang gila wkwkwkwkwkw
Ini bukan masalah teknis makanan, tapi soal kepercayaan publik terhadap program yang menyentuh anak dan keluarga.
Negara harusnya memastikan MBG itu aman, higienis, dan diawasi secara ketat, bukan hanya sekadar bisa bertahan.
Setelah si kurap lenser..
Ini lah jadinya negara kita
Polisi nya: pembunuh
Tentara nya: berpolitik
Presiden nya: memaafkan koruptor
Wapres nya: Gibran..
Pada paham kan..
Kerja hanya 5 tahun dapat pensiun seumur hidup,sedangkan guru honorer yang sudah mengajar puluhan tahun belum juga diangkat PNS.
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materi terhadap UU No. 12 Tahun 1980 terkait hak keuangan pejabat negara pada Selasa (20/1). Dalam sidang tersebut, pemohon menggugat aturan tunjangan pensiun anggota DPR yang dinilai tidak adil.
Negara selalu cepat hadir di acara seremoni.
Tapi lambat hadir ketika rakyat keracunan massal.
Lambat bergerak ketika banjir menelan korban.
Lambat sadar ketika guru honorer hidup di bawah upah layak.
Empati negara seharusnya paling terasa
justru saat rakyat menderita.
Polisi Tangkap Provokator Demo di Pejompongan Jakarta, Ternyata Intel TNI
Provokator demo di Jakarta pada Jumat 29 Agustus 2025 ditangkap personel polisi yang sedang mengawal aksi.
Provokator berbaju hijau dan celana panjang abu-abu tersebut ternyata anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Berdasarkan kartu anggota yang dibawa, provokator demo tersebut bernama Sudi Suwarno.
Sudi Suwarno berpangkat Mayor Infanteri dengan nomor NRP 21960328960875.
Provokator tersebut menjabat sebagai Komandan Tim 2 Den IV Satuan Intel Bais TNI.
Dalam kartu anggota tersebut juga dijelaskan Sudi diizinkan membawa pistol sebagai persenjataan saat bertugas.
Senjata yang digunakan berjenis Sig Sauer P224 Sas produksi Jerman kaliber 9 mm.
Kartu anggota yang dibawa provokator tersebut masih berlaku hingga 31 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang didapat https://t.co/K7igDpu1ha, Sudi Suwarno ditangkap polisi di Pejompongan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) malam.
Kira-kira, apa tujuan provokator tersebut? Dan permainan apa dibalik keterlibatan TNI saat demo beberapa terakhir?