sedih tau liat masih banyak perempuan yg beli pembalut reject, makeup yang shady, karena mereka dipaksa BUTUH in this society and that’s the only thing they can afford, trus orang-orang yang bisa afford lebih malah lebih milih shaming, we’re part of the system tau
baby feminists need to understand that it is okay to live with contradiction omg. it's fine to enjoy wearing makeup and dress up while also being critical about how the patriarchy sets impossible beauty standard and consumerism
Jangan suruh gw nikah yang rill, jangan suruh gw bangun keluarga. N plis jangan berharap kalau gw akan menikah dan punya anak suatu hari nanti. Gw gamau, dan ga akan mau. Even gw bangun keluarga sama siapun sekalipun, I just love it platonically, I don't want to commit in smt 😔
Gw bilang gamau nikah, banyak yang bilang, "Ntar kalau tua mau diurusin siapa?", "Ntar sendirian selamanya, kalau kesepian gimana?", "Moga aja kamu nikah dikasih anak 5."
Dan lain-lain. N rasanya mau muntah tiap denger reaksi orang kek gitu. So, please, buat temen-teme gw,
Kenapa reaksi orang2 auto offended ketika aku bilang kalo aku ga minat nikah? I mean, it's my own life though. Kenapa mereka yg takut kalo omonganku diiyain Tuhan?
Kenapa reaksi orang2 auto offended ketika aku bilang kalo aku ga minat nikah? I mean, it's my own life though. Kenapa mereka yg takut kalo omonganku diiyain Tuhan?
Pernah merasa harus menjadi “laki-laki sejati” atau “perempuan yang baik”?
Kalau iya, kamu juga pernah merasakan dampak heteronormativitas. SOGIESC membantu kita memahami bahwa identitas dan ekspresi diri tidak harus selalu mengikuti ekspektasi tersebut.
Apa itu SOGIESC? Berikut kami rangkumkan penjelasannya untuk kamu!
"Aksi Kamisan jadi begini"
Bukan Kamisan yang jadi begini, justru aksi Kamisan itu hadir untuk ini
Aksi Kamisan itu wadah bersuara inklusif bagi setiap orang yang hak asasi manusianya dirampas atau diancam
So, stop being stupid and ignorant, bisa gak?
Ada benarnya ketika menteri HAM bilang Indonesia blm siap, karena pemahaman tentang LGBT itu butuh masyarakat yg udh melek edukasi sex, meninggalkan patriarki, dan ga misogini.
Notice how the hatred is directed only at feminine bottom and MTF trans?
Masa masih ga sadar kalau aksi kamisan itu lagi dihancurin dengan narasi kelompok marjinal itu ancaman negara? masa masih ga sadar kalau lagi dibentrokin sipil dengan sipil seperti tahun 98 biar hilang fokus dengan segala macam bobroknya rezim?
Gweh terakhir ketemu kaka gw pas idul fitri anjirt, itupun kita misah di rumah mbahku. Dan sampe sekarang, tiap aku pulang dia ga pulang, tiap dia pulang aku ga pulang. Kek?? Ini kita beneran sodara kah 😭😭