BREAKING❗
Suasana istirahat siang siswa MAN 1 Pati mendadak heboh pada Kamis (24/9) setelah ditemukan cacing air hidup yang merayap di wadah menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video yang beredar, tampak cacing tersebut berjalan di sela-sela menu lontong pecel sayur yang baru saja dibagikan.
Pernah kepikiran nggak, kenapa infrastruktur air peninggalan era kolonial Hindia Belanda terkenal sangat awet dan tangguh? Rahasianya ada pada kombinasi material premium dan sistem teknik hidrolik jangka panjang. Sistem ini mengandalkan dua pilar utama:
1️⃣ Pompa Hidram (Hydraulic Ram): Memanfaatkan hantaman tekanan air (water hammer) untuk menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi. Tanpa listrik sama sekali! Selama sumber air ada, pompa ini terus bekerja.
2️⃣ Kanal Gravitasi & Besi Cor Berkualitas: Desain saluran yang efisien dipadukan dengan besi cor tebal yang tahan korosi dan tekanan tinggi. Dengan perawatan sederhana seperti pembersihan dan pelumasan, komponen ini bisa bertahan ratusan tahun.
Kombinasi visi jangka panjang para insinyur zaman dulu ini terbukti efektif. Bahkan, konsep drainasenya masih diadaptasi untuk mengatasi banjir di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Salah satu bukti nyatanya adalah instalasi pompa di PDAM Purworejo (sejak 1925) yang masih utuh hingga kini!
Sebuah bukti nyata bahwa teknologi masa lalu dirancang bukan cuma untuk fungsi sesaat, tapi untuk lintas generasi.
#TVRI #TVRINasional #MediaPemersatuBangsa #PDAM
Jangan cuma bilang ke ChatGPT:
❌ “Buatkan saya rencana.”
❌ “Beri saya ide.”
❌ “Analisis ini.”
Kamu sedang menggunakan AI canggih seolah-olah cuma anak magang. 😅
Kalau prompt-nya tepat, hasilnya bisa jauh lebih powerful.
Ini 7 prompt yang tinggal copy-paste 👇
Rezim Soeharto jatuh karena satu keluarga sudah terdampak:
Bapaknya nganggur, ibunya gak bisa beli sembako, anak-anaknya digebukin tentara atau diculik.
GUBERNUR ANWAR HAFID
Gubernur ini sedang jadi sorotan nasional. Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah. Dia Bupati Morowali dua periode. Pernah jadi kepala desa, camat, asisten hingga bupati dan sekarang jadi gubernur. Dia birokrat. Wakilnya juga mantan kadis kesehatan. Sama-sama birokrat. Mengapa dia jadi sorotan nasional?
***
Karena dia menggratiskan pendidikan bagi warga hingga tingkat SMA dan menghadirkan Program Berani Cerdas vang menanggung biaya UKT mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3. Tahun ini, dianggarkan untuk membiayai sekolah dan kuliah sekitar 80.000 warga Sulawesi Tengah. Wajib belajar 13 tahun mulai tingkat PAUD hingga SMA gratis. Orang tua siswa di sana tidak perlu pikir biaya sekolah anak. Pun demikian ketika mereka kuliah. Semua dibiayai APBD. Keren bukan? Lho kok bisa. Ya bisa karena gubernurnya mau demikian. Asalkan ada skala prioritas dan efisiensi untuk menggunakan anggaran daerah yang minim, hal itu bisa dilakukan. Gubernur Anwar Hafid menyadari bahwa Pendidikan adalah salah satu hak dasar rakyat, dan pemerintah wajib memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan. Itu kuncinya. Sebab jika biaya pendidikan mahal, hanya orang mampu lah yang bisa sekolah dan kuliah. Yang tidak mampu hanya gigit jari. Padahal pendidikan adalah hak konstitusional anak.
Inspirasi untuk Presiden RI
Smg itu jadi inspirasi bagi presiden Indonesia. Dan akan lebih baik bila Kesehatan dasar juga digratiskan untuk seluruh rakyat. Semoga
***
SC : (Catatan: Darius Beda Daton)
# Bersabar dengan Tidak Membeli Rumah/Mobil Melalui KPR Riba Bank
.
-Siapa yang tidak ingin segera punya rumah sendiri? Langsung merasa tenang karena sudah bukan kontraktor lagi (kontrak sana, kontrak sini)
.
Simak Selengkapnya:
https://t.co/DUMEZpfC6N
mahfud md heran dengan logika rezim sekarang:
- dia mengaku melihat video yang lagi viral
- ada sekolah kondisinya mengenaskan
- tapi dikirim tv layar sentuh oleh pemerintah
- sejak berdiri di tahun 2008
- sd ini enggak pernah direnovasi sama sekali
- katanya orang bodoh pun tahu memperbaiki ruang kelas adalah solusi dari permasalahan ini
- tapi apa yang pusat lakukan sungguh bikin sakit kepala
- mereka malah mengirim tv layar sentuh buat sd ini
- yang lebih parah lagi ternyata disana belum ada listrik
- jika itu belum cukup membuatmu gera
- tunggu sampai kau mengetahui fakta bahwa ternyata listrik belum masuk desa ini
- sulit mencari kata yang cocok menggambarkan kebijakan ini selain tol0l
Info 🚨
Dugaan Keracunan MBG 2026 :
08/01 di Semarang (75)
09/01 di Grobogan (803)
10/01 di Mojokerto (411)
12/01 di Majene (61)
12/01 di Wonogiri (206)
13/01 di Pekalongan (15)
13/01 di Siak, Riau (21)
17/01 di Lombok Tengah (38)
20/01 di Tulungagung (123)
20/01 di Kulon Progo (104)
21/01 di Magelang (80)
22/01 di Tulungagung (15)
23/01 di Aceh Timur (19)
23/01 di Tulungagung
23/01 di Gunungkidul (57)
26/01 di Tomohon (181)
27/01 di Cianjur (300)
27/01 di Tuban (14)
28/01 di Sukabumi (19)
28/01 di Buol (141)
28/01 di Kudus (600)
29/01 di Manggarai Barat (132)
29/01 di Pinrang (8)
30/01 di Grobogan (8)
30/01 di Muaro Jambi (150)
30/01 di Palembang (4)
02/02 di Surabaya (27)
04/02 di Dharmasraya (183)
05/02 di Jember (112)
05/02 di Ketapang (417)
05/02 di Palangka Raya (16)
05/02 di Singkawang (56)
06/02 di Wonosobo (26)
09/02 di Pati (22)
09/02 di Sidikalang (180)
09/02 di OKI (15)
10/02 di Tulungagung (24)
10/02 di Sidikalang (78)
11/02 di Penajam PU (25)
11/02 di Lombok Utara (30)
11/02 di Singkil (35)
11/02 di Manggarai (173)
11/02 di Malang (7)
13/02 di Bandar Lampung (247)
14/02 di Polewali (16)
14/02 di Ngawi (67)
23/02 di Tegal (3)
24/02 di Tulang Bawang (33)
24/02 di Nias Selatan (60)
25/02 di Cimahi (43)
26/02 di Bireuen (140)
27/02 di Pasie Raja (18)
27/02 di Sukadana (11)
01/03 di Banggai (12)
03/03 di Ngada
03/03 di Timor Tengah Utara (7)
05/03 di Jombang (31)
06/03 di Sukabumi (47)
11/03 di Nabire (7)
12/03 di Pemalang (1)
31/03 di Enrekang (17)
02/04 di Jakarta Timur (72)
04/04 di Bima (27)
07/04 di Kalikotes (81)
07/04 di Nganjuk (3)
08/04 di Bogor (106)
08/04 di Klaten Utara (70)
08/04 di Pundong (19)
08/04 di Tasikmalaya (114)
08/04 di Banten (100)
09/04 di Jambi (3 guru)
09/04 di Mojokerto (79)
09/04 di Pacitan (139)
10/04 di Praya Tengah (11)
13/04 di Jetis, Bantul (80)
15/04 di Anambas (162)
15/04 di Bojonegoro (17)
16/04 di Madiun (18)
16/04 di Cilegon (49)
16/04 di Karawang (46)
17/04 di Cianjur (134)
18/04 di Grobogan (34)
18/04 di Demak (187)
20/04 di Cilegon (9)
20/04 di Bangkalan
21/04 di Rembang (22)
22/04 di Sampang (19)
22/04 di Cilegon (11)
22/04 di Kediri (73)
22/04 di Lampung (172)
23/04 di Jeneponto (20)
23/04 di Bengkulu (8)
23/04 di Kubu Raya (6)
23/04 di Amuntai (61)
24/04 di Lombok Timur (51)
27/04 di Kediri (5)
27/04 di Bandar Lampung (112)
28/04 di Deli Serdang (12)
28/04 di Klaten (584)
29/04 di Cilacap (29)
29/04 di Tangerang (34)
29/04 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04 di Sumba Tengah (100+)
01/05 di Cianjur (37)
04/05 di Belitung (54)
06/05 di Bantul (18)
07/05 di Wonogiri (242)
08/05 di Jakarta Timur (252)
09/05 di Kolaka (11)
11/05 di Surabaya (210)
13/05 di Kupang Barat (28)
18/05 di Temanggung (323)
19/05 di Garut (18)
20/05 di Jambi (8)
20/05 di Jember (22)
20/05 di Serang (71)
21/05 di Gorontalo (23)
21/05 di Sambas (15)
22/05 di Jakarta Barat (116)
29/05 di Majalengka (22)
04/06 di Bengkulu (16)
04/06 di Bangkalan (84)
13/07 di Deli Serdang (35)
14/07 di Jember (29)
20/07 di Blora (19)
21/07 di Wates (150)
21/07 di Malang (35)
22/07 di Tanggamus (8)
23/07 di Pandaan (14)
23/07 di Garut (63)
23/07 di Kediri (211)
24/07 di Pesawaran (33)
24/07 di Air Sugihan (38)
28/07 di Bojongkoneng (39)
28/07 di Kuala Pembuang (156)
28/07 di Tulungagung (103)
29/07 di Solo (105)
30/07 di Lombok Tengah (22)
31/07 di Semarang (707)
03/08 di Sebulu (70)
03/08 di Kulonprogo (178)
03/08 di Prambanan (25)
03/08 di Jepara (123)
04/08 di Dumai
04/08 di Rembang (299)
04/08 di Jayapura (543)
05/08 di Bontang (27)
06/08 di Bogor (29)
07/08 di Magelang (54)
10/08 di Bontang (56)
10/08 di Banyumas (165)
11/08 di Trenggalek (549)
13/08 di Dumai (45)
13/08 di Berastagi (353)
14/08 di Klaten (145)
15/08 di Sukabumi (134)
18/08 di Kampar (157)
20/08 di Banggai Kepulauan (52)
20/08 di Boyolali (122)
01/09 di Sidoarjo (294)
02/09 di Jombang (256)
02/09 di Bener Meriah, Aceh (16)
03/09 di Lasem, Rembang (777)
03/09 di Agam, Sumbar (344)
03/09 di Toraja (152)
08/09 di Sleman (70)
08/09 di Blora (136)
#UtasKompas
Sudah hampir satu bulan Febiola Purba (16) menjalani perawatan di lima rumah sakit setelah diduga keracunan menu MBG. Febiola kerap mengalami kejang, lidah tertarik ke dalam, tubuh lemas, hingga gangguan ingatan. #Febiola#MBG#AdadiKompas
Gulir ke bawah ⤵️
1883 Krakatau mega-erupsi
83-88 Paceklik, pajak jalan terus
1888 Pemberontakan Banten
1996 Mega-deforestasi 1 juta Ha
1997 Kebakaran, krisis ekonomi
1998 Soeharto tumbang
2003 Darurat militer
2004 Tsunami
2005 Otonomi khusus untuk Aceh
BuzzeRp:
Bencana = konspirasi asing.
Febiola Br Purba, 16 tahun, adalah siswi berprestasi dan wakil ketua OSIS di SMK Swasta Bersama Berastagi, Karo, Sumatera Utara.
Sejak 13 Agustus 2026, Febiola sudah dirawat di lima rumah sakit krn keracunan MBG. Awalnya dia dirawat di RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, lalu RS Amanda, Karo.
Menurut dokter, perawatan Febiola tidak sebentar. Dia harus menjalani perawatan selama setahun penuh, seminggu sekali harus dievaluasi.
Ayah Febiola, Icuk, mengatakan kondisi putrinya saat ini seperti anak usia 3 tahun. Febiola tdk mengenali teman sekelas, guru, bahkan adik kandungnya sendiri.
Untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, Icuk dan keluarga harus membeli susu khusus dua kali seminggu dgn harga Rp180.000 per sekali beli.
Selain itu, makanan dan vitaminnya juga harus dijaga sesuai anjuran dokter. Keluarga Febiola harus menjebol tabungan Rp3,5 juta untuk biaya pengobatan Febiola. Jumlah yang tak kecil bagi Icuk dan keluarga.
Febiola Br Purba adalah gambaran nyata betapa rakyat sangat menderita akibat kebijakan ngawur dan kegagalan sistemik. Febiola tdk boleh dianggap cuma angka atau bagian dari statistik semata.
Sebab ada masa depan seorang anak muda yang kabur, ada beban emosional keluarga, ada impian yg tiba2 terhenti.
Negara apa ini? Kok tega betul menyengsarakan rakyatnya..
https://t.co/ecIlrvfwR8