Bu, kupikir takdir dan nasib sialan ini membuatku lupa padamu.
Tapi maaf, Bu. Aku keliru!
Setelah 9 tahun berlalu, ternyata semakin hari aku semakin merindukanmu.
Tenang ya ditempatmu saat ini,
Anakmu ini masih akan terus berdiri menghadapi badai-badainya sendiri !
dan akhirnya, kota ini hanya berisi kenangan-kenangan kita; perjalanan perjalanan kala itu, tempat makan kesukaanmu, hujan deras yang mengguyur kita, debu yang membuatmu membungkam mulutmu. Semua tersimpan erat di ingatan, meski tak lagi bisa kita wujudkan dalam pelukan.
كُن معي يا الله فلا أحد يعلم ما أمُر به غيرك
Bersama lah denganku Yaa Allah, karena tak ada seorang pun yang mengetahui apa yang aku alami kecuali Engkau Yaa Allah….