Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
IBU CENUK SAYEKTI DOSEN UNAIR BERSAKSI SAMBIL TERISAK DI MK:
Jadi dosen tahun 2010, saat itu gajinya 1,2 juta per bulan.
Dapat gelar Doktor tahun 2016. Serdos tahun 2020.
Tahun 2022 pindah ke Unair, gaji pokok saya 2,6 juta.
Belasan tahun jadi dosen.
Gaji pokoknya masih segitu.
Ini kejadian gak cuma di Unair. Kejadian di seluruh Indonesia.
Guys, ada obrolan antara Ahok dan Mahfud MD yang gue pikir jarang banget kedengarannya dari pejabat atau mantan pejabat Indonesia.
Dan yang bikin gue diem bukan karena dramatis. Tapi karena jujurnya.
Ahok bilang satu hal soal Mahfud yang langsung gue catat.
Pak Mahfud ini walaupun orangnya keras
kalau kita kasih data yang masuk akal, dia terima kok.
Dan di kalimat berikutnya dia langsung kasih kontrasnya
Paling repot sama orang berkuasa yang udah salah tapi ngeyel.
Lu ngomongin dia enggak mau dengar.
Lu mau apa?
Dua kalimat.
Tapi nggak perlu dijelasin panjang-panjang siapa yang dia maksud.
Dan dari situ obrolan mereka masuk ke satu pertanyaan yang lebih besar.
Kenapa hukum di Indonesia tidak pernah benar-benar jalan?
Mahfud jawab dengan satu angka yang gue rasa banyak orang belum tahu.
Kekayaan alam yang selama ini kita bangga-banggain itu cuma 23% dari aset kemajuan suatu bangsa.
Yang 44%? Hukum.
Anda sekaya apapun kalau hukumnya tidak jalan Anda akan ambruk.
Negara di mana pun hanya begitu.
Dan kalau lo lihat negara-negara yang maju
New Zealand, Taiwan, negara-negara Nordik
bukan karena mereka lebih kaya sumber daya.
Tapi karena indeks korupsi mereka bagus dan hukumnya ditegakkan serius.
Lalu Ahok cerita soal enaknya jadi pejabat dan ini yang bikin gue pikir.
Bukan enaknya dalam artian korup.
Tapi enaknya dalam artian bisa beneran bantu orang.
Dia cerita waktu jadi Gubernur DKI.
Ada laporan orang sakit diangkut pakai gerobak.
Dia forward ke grup kesehatan. Langsung ditangani.
Ada yang meninggal dia suruh antar jenazahnya pulang ke Jawa gratis pakai ambulans provinsi.
Ada orang lapor ijazah ditahan karena utang Rp3 juta dia bayarin dari kantong sendiri.
Bahkan waktu di tahanan pun orang masih lapor ke dia. Janda yang kerja ojek, motornya rusak, nggak bisa bayar kos. Dia masih coba bantu.
Paling repot sekarang orang minta bantuan tapi saya udah nggak punya dana taktis.
Dan ini yang paling gue inget dari seluruh obrolannya.
Ahok bilang waktu jadi pejabat, dia pernah dapat untung bisnis 140.000 dolar dalam sebulan.
Tapi senangnya kalah sama waktu dia bisa bantu orang.
Ada nenek-nenek bilang ke gue lu miskin, lu jadi pejabat, enggak mau korupsi, gaji kecil. Gue bilang gue pasti lebih kaya.
Karena gue bantu orang miskin tanpa pakai duit gue sendiri.
Dan gue ke mana-mana dibayarin negara.
Soal Danantara Ahok dan Mahfud juga kasih pandangan yang tidak banyak disuarakan.
Ahok bilang dari awal dia udah usul ke Jokowi: bubarkan Kementerian BUMN.
Buat dia negara nggak perlu BUMN.
Yang perlu adalah sistem royalti yang benar.
Contohnya Freeport.
Dia nggak setuju beli saham 51% karena artinya Indonesia ikut nanggung kerusakan lingkungan puluhan tahun yang sudah terjadi sebelumnya.
Mending duduk anteng, dapat royalti, dan biarkan yang ngerjain yang memang ahlinya.
Dan soal Danantara dia bilang nggak perlu debat panjang. Faktanya sudah bicara sendiri.
Kalau Danantara berhasil kenapa rating kita turun?"
Dan yang paling gue appreciate dari obrolan ini:
Dua orang ini Ahok dan Mahfud sama-sama datang dari latar belakang yang nggak mewah.
Sama-sama besar di lingkungan yang bikin mereka ngerti rasanya jadi orang yang enggak punya pilihan.
Dan keduanya sepakat soal satu hal kalau lu punya kekuasaan, gunakan untuk yang benar.
Kalau nggak punya kekuasaan berteriak.
Kalau nggak bisa berteriak lagi berdoa.
Itu selemah-lemahnya iman.
Haji 2024 itu mencetak sejarah dg jamaah terbanyak, aman, penuh dg inovasi dan terobosan yg sangat membantu jamaah, bisa efesiensi, eh masalah kebijakan menteri dipermasalahkan, sangat politis dan ga adil, miris.
Ini framing media2 mainstream jahat banget ya, padahal aset Rp. 100 Miliar yang disita itu bukan milik Gus Yaqut
Fitnah terhadap Gus Yaqut sungguh luar biasa, yang bikin miris banyak sekali yang percaya dengan fitnah dan narasi tersebut
Lalu mereka tuduh suap 17 M ke pansus. Lagi2 dibantah oleh anggota pansusnya sendiri. Ada 4 fraksi yg membantah. Dan kita tahu, belum ada satu pun anggota DPR atau menteri ATR yg dipanggil sbg saksi. Dari mana cerita suap ini?
Fakta
Haji 2024 kuotanya terbesar sepanjang sejarah Indonesia, 241.000 jemaah
Menag yg bahkan tak diminta pertimbangan sejak awal, terpaksa lakukan diskresi demi menekan korban jiwa. Endingnya, dipidana oleh KPK.
2 menteri setelahnya tak satu pun ambil risiko tambah kuota
Arofah itu sekitasr 14 km dari mina.. dipisahkan tempat yg namanya muzdalifah
Jelas Ini bukan keseleo lidah.. tapi emang gak paham babar pisan... Beliau ini Deputi penindakan dan eksekusi KPK..
Berharap penegakan hukum dari org kek gini..
tidak ada arahan dari Gus Yaqut
tidak ada aliran dana ke Gus Yaqut
Gus Yaqut melakukan kebijakan yang menjadikan Haji 2024 rekor terbanyak jumlah jamaahnya yang bisa ditampung, dengan tetap menjaga keselamatan jiwa terutama resiko berdesakan di Mina
tapi malah dikriminalisasi
SO CLEAR!!
Tidak ada aliran dana ke Gus Yaqut, tidak ada arahan dari Gus Yaqut. Dan ingat, Haji 2024 rekor terbanyak jumlah jamaahnya yang bisa ditampung, dengan tetap menjaga keselamatan jiwa terutama di Mina, malah jd tersangka, KPK ... KPK... ya tuhaaaaan
KPK meluncurkan peringatan utk masyarakat agar hati-hati dgn narasi. Eh, malah mereka bikin narasi sendiri tiap hari. Buzzer atau penegak hukum mereka ini?
Penahanan Gus Yaqut justru menambah daftar kejanggalan dalam perkara kuota haji. KPK menyebut ada kerugian negara, tetapi objek yang dipersoalkan bukan keuangan negara. Anehnya, pihak yang mengembalikan uang justru tidak diproses hukum, padahal daftarnya panjang!
Dari sisi waktunya juga janggal: penahanan dilakukan sehari setelah putusan praperadilan, surat pemanggilan sudah diterbitkan jauh sebelum putusan itu ada. Jubah penegak hukum dipakai untuk menutup berbagai proses hukum yg dipaksaka? Kami akan menggunakan seluruh hak hukum untuk membuktikan kebenaran di persidangan.
"Aku Yaqut, anaknya Cholil Bisri, bukan maling," begitu sy dengar statemen Gus Yaqut kpd seseorang via telepon. Gus Yaqut menyatakan itu utk merespons omongan-omongan yg gak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dgn menyebut nama ayahnya, sy sdh cukup utk percaya Gus Yaqut.