Roberto Martinez, pelatih anomali yang super beruntung.
Betul bahwa Cristiano Ronaldo dianggap habis atau tak sadar diri, namun tentu ada faktor pelatih juga di belakangnya.
Bayangkan pelatih dengan profil seperti Roberto Martinez dipercaya memegang generasi emas Belgia dan Portugal. Kurang beruntung apa coba beliau ini?
Tak punya reputasi mentereng, bukan yang jenius taktik, ataupun dikenal punya reputasi pegang ruang ganti.
Bisa-bisanya generasi emas kedua negara tersebut diserahkan ke pelatih seperti dia.
Terbukti Belgia tak pernah capai potensi maksimalnya, kini Portugal nampaknya tinggal menunggu waktu bakal mengikuti jejak Belgia.
We will see...
Imbang lawan Congo, ke mana Bruno Fernandes?
Di menit awal, Portugal sempat mengurung Congo. Tapi setelah unggul satu gol, Congo main lepas, bertahan rapat, & sukses samakan kedudukan 1-1 lewat Yoane Wissa.
Di sinilah masalahnya: Bruno seperti "hilang" di lapangan.
Kontras banget dengan performanya di #MUFC yang super dominan.
Di klub, Bruno adalah pusat gravitasi. Bola selalu diarahkan ke dia buat membangun serangan dan menciptakan peluang.
Lawan Congo? Kehadirannya gak berasa. Gak ada Bruno yang biasa teriak ngatur tim atau lepas umpan magisnya. Perannya mati.
Apa yang salah? Ini murni tactical error Roberto Martinez.
Martinez pasang duet PSG (Neves - Vitinha) di tengah, & dorong Bruno ke atas jadi No. 10.
Tapi, bola justru lebih banyak diatur duet PSG ini yang selalu maksa alirkan bola ke sayap, bukan lewat Bruno di tengah.
Kasus ini mirip pas PSG ketemu Arsenal di UCL lalu. PSG maksa serang lewat sayap, sementara Arsenal bertahan rapat & sesekali counter-attack mematikan—persis kayak yang dilakukan Congo ke Portugal.
Padahal kalau Bruno dikasih porsi lebih untuk mengkreasi, serangan Portugal bisa lebih efektif.
Kesimpulannya, hasil imbang Portugal ini adalah memang akibat dari kegagalan Martinez memaksimalkan aset terbaiknya di lini tengah demi mengakomodasi sistem yang terlalu kaku di sayap.
Gimana menurut kalian? Punya pandangan lain soal taktik Martinez kemarin?
#zonaunited
Fan Messi caci CR -> Fan CR ngamuk -> Fan CR jadiin bruno kambing hitam. Lingkaran setan 😂
kalau yg nonton pasti ngarti taktiknya martinez aneh masa tengah kosong, bola muter2 doang kek taktik ten hag. punya pemain tengah bagus semua tapi nyerang dari sayap 🤡
My opinion sebagai fansnya CR. Hasil imbang ini bukan karena DR Congo beruntung, tapi murni kegagalan Roberto Martínez.
Portugal unggul jauh dari materi pemain yang harusnya udah jadi salah satu privilege. Udah unggul duluan di menit 6, penguasaan bola 78%. Tapi taktiknya kaku dan gak adaptif.
Walaupun gw fans CR, tapi gw mau kasih opini objektif. Portugal mainnya cuma kaya “kasih ke Ronaldo”, padahal CR cuma bisa 25 sentuhan & 0 on target. Serangan mati total dan gak ada Plan B.
Pertahanan set piece berantakan. Substitusi dan rotasi juga gagal. Ronaldo yang udah 41 tahun dibiarin main full 90 menit walaupun udah keliatan gak kasih banyak impact.
Pemain kreatif kaya Bruno, Bernardo, Vitinha cuma mondar-mandir tanpa terobosan. Ngadepin tim parkir bus, Martínez gak bener bener punya solusi.
Harusnya ini jadi alarm buat tim. Kalau taktiknya gak berubah, Portugal gak akan bisa kasih hasil sesuai ekspektasi banyak orang.
Sejak Sneijder Ballon d’or-nya dirampok messi. Gw udah tahu kalau dia anak emas.
.
Biasanya fans messi abis ini counter dengan pembelaan. Well, bisa jadi messi emang keren di musim lain, tapi di 2010, itu harusnya milik sneijder sih. Titik.
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
Ada yang salah memang.
Ada Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, Pedro Neto, Bernardo Silva, Coinceicao di dalam satu tim.
Mostly peluang tercipta dari upaya crossing Pedro Neto, Progressive pass Bruno Fernandes dan crosssing Conceicao.
Setelah Coinceicao masuk, serangan jadi lebih variatif lagi di kanan.
Peluang juga dibuang sia-sia sama Ronaldo dan menambah kesia-siaan pilihan tim mewah ini yang hanya bertujuan di setel untuk menjadi tim Ronaldo sentris.
Kesel banget liat Bruno Fernandes yang terbuka lebar malah bola disantap off-target sama Ronaldo,
Kesel juga liat Coinceicao mukul bola karena crossingnya di buang begitu saja,
Kesel juga lihat Martinez gabisa make Bernardo Silva.
Kesel juga lihat Vitinha oper sana sini dan Neves yang lari-larian tanpa ada konversi tambahan.
Vitinha jadi pemain dengan passing terbanyak 121/128 (95%) yang mencakup 60 passing sukses di area lawan meski tidak ada satupun yang masuk kotak.
Bruno Fernandes juga begitu, 67/77 (87%) yang mencakup 45 passing sukses di areal lawan + 1 key pass progressive kedepan.
Ada 5/7 operan Bruno Fernandes masuk ke kotak penalti,
Ada 4/5 operan Coinceicao masuk ke kotak penalti,
Dan ada 2/4 operan masuk dari Pedro Neto ke kotak penalti,
Gol pun tidak bertambah, dan terasa kurang berani buat ngirim bola ke kotak penalti.
Masih lebih bagus Spanyol, Yamal yang trivela kebanyakan di blok masih saja terus berusaha distribusi bole lewat crossingnya.
Menariknya, Portugal di pertandingan tadi membuat total 724 passing, terbanyak sepanjang keikutsertaan mereka pada pagelaran Piala Dunia.
Tim ini terlalu bagus jika hanya di setel sebagai tim possession ball saja, kalo cuma possession ball aja, West Ham yang resmi degradasi juga bisa.
Ini murni taktiknya aja yang memang tercela.
Dan setelah sekian lama, kita melihat lagi taktik Erik ten Hag di Portugal.
Itung-itung buat obat kangen aja min.