PART 1
Amorim tentang formasi andalannya 3-4-2-1, "bahkan Paus sekalipun gak akan bisa menyuruhku mengubahnya."
sama seperti Allegri musim lalu yang ngeyel dengan 3-5-2 nya hingga mengorbankan Leao dan Pulisic main di bukan posisi ideal mereka, atau balik ke musim 2012-13 di mana ia ngotot pake defensive trequartista dengan Boateng dan Emanuelson padahal peran ini gak bisa jalan tanpa kerja Ibrahimovic, yang basically memainkan peran playmaker Milan di dua musim sebelumnya.
kalo baca fenomena pelatih yang kaku dan ngeyel sama formasi begini gw jadi inget cerita penyesalan Ancelotti saat melatih Parma tahun 1997 di mana ia menolak transfer Roberto Baggio karena di formasi 4-4-2 andalannya saat itu, yang kental dengan pengaruh Sacchi, gak ada ruang buat seorang fantasista. Baggio ingin bergerak bebas sebagai playmaker sedangkan ia meminta sang maestro menjadi striker murni. musim itu Baggio akhirnya ke Bologna dan mencetak 22 gol di mana pelatih Renzo Ulivieri memberinya kebebasan bergerak di belakang Kennet Andersson.
Ancelotti belajar dari kesalahan ini dan mulai fleksibel saat ia melatih Juventus dan memberi kebebasan kepada Zidane. di Milan ia juga dikenal dengan fleksibilitasnya saat memodifikasi 4-3-1-2 menjadi formasi pohon Natal 4-3-2-1 yang legendaris itu. semakin berpengalaman Ancelotti semakin dikenal sebagai pelatih yang pintar mengadaptasi taktik sesuai dengan ketersediaan pemain dalam skuadnya dan memiliki kemampuan man-management yang sangat baik.
perihal Amorim, bagi seorang pelatih memiliki formasi andalan sebenarnya adalah indikasi bahwa ia punya gagasan sepakbola yang jelas untuk dimainkan yang ia telah pelajari dan eksplor secara intensif. namun, bagaimanapun fleksibilitas tetap diperlukan karena kondisi skuad dan klub dan bahkan taktik lawan tidak selalu sejalan dengan gagasan pelatih.
dari beberapa analisis yang gw baca, salah satu penyebab kegagalan Amorim di United adalah juga kengototannya memakai formasi 3β4β2-1/3-4-3 dan jika ia tidak belajar dari pengalaman itu saat melatih Milan nanti maka ini mengkhawatirkan. satu hal penting, gw pribadi (masih) gak percaya manajemen/ownership Milan, terlepas siapa direkturnya nanti.
musim lalu sampai Januari Milan masih ada di peringkat ke-2 dan Allegri meminta seorang striker top untuk menjaga harapan Scudetto atau sekadar mengamankan spot CL dan Furlani cs memberinya Fullkrug, striker yang ngeflop di West Ham dengan catatan gol menyedihkan, padahal itu adalah request yang sangat urgent dan penting bagi tercapainya target klub. Cardinale juga memecat Maldini-Massara karena ketidakcocokan soal kebijakan investasi/transfer padahal mereka sudah terbukti berhasil membawa Milan Scudetto setelah 11 tahun.
Amorim bisa memaksimalkan gagasan permainannya di Milan dan mencapai hasil positif jika ia didukung penuh oleh ownership tapi jujur aja gw meragukannya. malahan, gw mencurigai Amorim dipilih justru karena ia kandidat yang mengajukan demand yang paling affordable bagi Cardinale dibandingkan para pelatih lainnya, makanya proses negosiasinya cepet.
(continued)
Coba bandingkan dan nilai sendiri.
Klip 1: LA Galaxy vs Houston Dynamo, disiarkan di iPhone 17 Pro.
Klip 2: San Diego FC vs Vancouver Whitecaps, disiarkan di kamera reguler.