Kalau bener suaminya yang nawarin: Keplak dulu suaminya.
Tapi tetap si mbak suka nebeng juga salah. Lagian dia di mobil ngapain aja sampai bisa ketinggalan benda2 itu.
@inganggita Kemaren diskusi sama A.I problem campaign LGBTQ di sini tuh masih sebatas dukungan hubungan sesama jenis padahal byk hal lebih penting macam tidak ada diskriminasi dalam hal kesehatan, mencari pekerjaan, kebebasan berpenampilan dan keamanan dari persekusi.
dasco baru saja mengumukan 2 Perusahaan Otomotif yang mau pindah ke Vietnam Ditunda:
- sebnayak 40.000 buruh tidak jadi di PHK
- Alasan mereka pindah = regulasi yang berubah ubah
- Satgas Mitigasi PHK turun langsung ke lapangan
- dialog dengan investor, tanya keluhan
- Relokasi berhasil ditunda untuk sementara batal pindah
- Pemerintah komitmen dampingi industri yang kesulitan agar pekerja tidak terkena PHK
- ormas/pungli bakal kita hapuskan
- banyak keluhan soal uang pungli dari atas sampe bawah, dari rt , rw, desa, camat, kabupaten, provinsi
@dosenkesmas Dikasi th pada ngeyel kan, efek mau murah & malas.. contoh paling nyata itu lontong plastik, udh di kasi th tp banyak yg ngeyel, pdhl lontong lbh enak dan wangi pakai daun pisang..
By default, orang Indo itu jadi sasaran empuk sama orang-orang NPD karena:
- Toleransi yang tinggi terhadap ketidakadilan
- Budaya "tidak enakan"
- Kurangnya pendidikan tentang batasan diri
- Kecenderungan menahan konflik
As "nice guy" video ini triggered me a lot.
https://t.co/gAwviSObH6
Ada enggak ya opsi selain "yang waras yang ngalah" buat ngadepin orang-orang NPD ini? sialnya mereka banyak yg raise to the top jadi atasan
Juminten berjualan bando rajut Rp10.000 di Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, setiap hari.
Dari penghasilan itu dia gunakan untuk bertahan hidup bersama kucingnya bernama Bima yang sudah menemaninya selama sembilan tahun.
Kreatif: Rega Almuhtada
Produser: Akhdi Martin Pratama
#Bando #Kucing ##review
Bedanya program bener dan enggak: liat kalau dicabut, yang protes yang nerima manfaat.
***
Kalau BPJS dihentikan yang protes rakyat yang berobat
Kalau KIPK dihentikan yang protes mahasiswa penerima
Kalau Subsidi BBM dikurangi yang protes rakyat kecil
***
Kalau MBG dihentikan, yang protes siswa dan ortunya?
Nggak. Bukan.
Yang protes pegawai SPPG.
***
Jadi siapa penerima manfaat MBG?
Iya, jadi ingat kata2 teman ktr alasan jd buruh pabrik di Jepang. Kerja di sana setahun udah bisa nabung buat beli mobil di Indo, kalau kerja di Indo butuh bertahun-tahun baru bisa kebeli mobil.
Semalam nonton konten TKI di Korea. Gajinya 30jt, sebulan bisa nabung 20jt, dalam setahun bisa nabung 500jt bareng suaminya yang sama-sama TKI di sana. Kalau lembur dapat 200rb/jam. Makan siang, snack, kopi disediakan di pabrik. Ngekos, masak sendiri, pergi kerja pakai bus pabrik, split bills sama suami. Masuk akal sih.
Makin gong waktu nonton dia belanja, karena harga barang-barang kebutuhan sehari-hari gak jauh beda dari Indonesia, bahkan ada yang lebih murah.
Dah, mau cerita itu aja wkwkwk.
cc:threadjennyjusuf
Tulisan di post itu udah crosssing the line tapi buat kultur Chindo emang ada "kultur" mencatat nama dan value dari angpao tamu. Tujuannya buat "kembalikan" kalau misal ada undangan. My cousins & my bro wedding done that.
Bagaimana menurut kalian kalaudi amplop ada tulisan begini,,, Kalau saya langsung ku datangi rumahnya dan ku kembalikan uangnya ,,yg namanya acara ada istilah massolo dan itu arti nya di solokan di ikhlaskan ,,bukan sepert ini malah di hitung sedetail nyaππ
cc : inanasyita
no offense ya jurusan S1 paling ga worth it with no spesialisasi, gengsi only: manajemen.
Jurusan s1 paling worth it: teknik
Jurisan s1 paling mahal tp lingkungan pergaulannya paling bagus: kedokteran
Anak tetanggaku nggak ikut les apapun.
Nggak les matematika. Nggak les Inggris.
Nggak les coding. Umur 10 tahun.
Sepulang sekolah main.
Ibu-ibu komplek sudah lama geleng-geleng.
Di grup WhatsApp komplek, topiknya selalu sama. Anakku baru mulai les piano. Anakku ranking 1 lagi, Alhamdulillah. Anakku ikut olimpiade sains minggu depan. Ibunya si anak itu diam saja. Nggak pernah posting apapun.
Arisan komplek bulan lalu.
Seorang ibu nyeletuk langsung ke dia:
Nggak khawatir?
Anak sekarang kalau nggak diasah dari kecil,
nanti ketinggalan.
Ibunya senyum. Di asah kok. Tapi caranya beda. Di asah gimana? Les apa? Bukan les. Aku ajak dia ngobrol setiap malam. Beberapa ibu saling pandang.
Ngobrol doang? Iya. Tentang apapun yang dia mau ceritain hari itu. Aku nggak boleh pegang HP waktu dia ngobrol. Aturannya cuma itu. Ruangan mulai senyap.
Terus anaknya nggak ketinggalan pelajaran? Kemarin gurunya nelpon. Semua menunggu. Pasti ada masalah, pikir mereka.
Gurunya bilang, anakku satu-satunya murid yang kalau ada teman kesulitan dia yang pertama nawarin bantuan. Bukan karena disuruh. Tapi karena dia mau. Gurunya bilang itu langka sekarang. Satu meja. Senyap.
Ibu yang tadi nanya anaknya ikut 4 les sekaligus. Senin matematika. Rabu Inggris. Jumat coding. Sabtu piano. Minggu lalu anaknya nangis di mobil sepulang les. Bilang capek. Bilang nggak mau sekolah lagi. Dia nggak cerita itu di grup.
Yang paling membekas adalah ini. Aku tanya ke ibunya setelah arisan bubar: Bu, nggak takut anak ibu nggak bisa bersaing nanti?
Dia jawab pelan: Aku lebih takut anakku bisa bersaing β tapi nggak tahu caranya berteman. Bisa juara β tapi nggak tahu caranya mendengarkan orang lain. Pintar β tapi kesepian. Itu yang aku takuti. Bukan nilai rapornya.
Aku pulang arisan. Anakku lagi hafalan perkalian untuk persiapan les besok. Aku tanya: Hari ini gimana, Nak? Dia jawab nggak sambil liat aku. Fokus ke buku. Aku nggak ingat kapan terakhir kali dia cerita sesuatu ke aku dengan mata berbinar.
Ibu itu nggak anti les. Nggak anti prestasi. Dia cuma nggak mau anaknya tumbuh jadi orang yang bisa segalanya - tapi nggak punya siapapun untuk diajak berbagi. Dan malam itu aku sadar - aku sibuk membentuk anakku jadi juara. Tapi lupa nanya: juara di mata siapa?
cc:threadlilydes2026
10 Ribu Di Tangan Istri yg Tepat
Menu Hari Ini Simple Aja
Udang
Sayur SOP
Tahu
Simple Tapi Nikmat
Beruntung donk Suami Ku Dapetin Istri Kek Aku πππ
sc:threadschocopeistii