Jadi rumornya gini
Pur mau digeser ke BI
posisi menkeu ditawarkan ke dede
tapi dede ngajuin sarat2 salah satunya hapus MBG
Tentu wowo ilfil dan akhirnya batal deh
Tujuan saya sebagai pemohon menyampaikan pandangan akan konsekwensi dari kegentingan keadaan kepada "YANG MULIA" yang sangat berpotensi mengancam hilangnya "kedaulatan bangsa" akibat keberadaan UU No. 17/2023 sekaligus mengancam "kedaulatan IMAN KEPERCAYAAN kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa" akibat dari penerapan Pasal 446 bila terjadi KLB akal2an Asing, maka kita akan di denda Rp.500 jt atau dipenjara bagi tiap orang yang menolak diVaksin. Namun yang saya sangat sayangkan "YANG MULIA" kurang memberikan sedikit waktu lagi kepada saya untuk membuka adanya agenda terselubung dibalik yang tertulis, padahal semua ini adalah perjuangan membela keselamatan jiwa seluruh rakyat Indonesia termasuk keselamatan seluruh keluarga dari para "YANG MULIA" dimanapun berada. Ingatlah bahwa "TUBUHMU ADALAH BAIT ALLAH"!!! Mohon doa dan supportnya dari seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada..., kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui....memberikan hati kepada YANG MULIA untuk membela keselamatan jiwa RAKYAT INDONESIA saja bukan kepentingan ASING (BIG PHARMA). Amin ๐๐ป
#DharmaPongrekun #MahkamahKonstitusi #Jakarta
selain mau mengubah tafsir agama, sekarang mau mengubah sejarah juga ya?
"indonesia sudah kental homosexual dari jaman kerajaan" itu klaim yang salah ya guys. if your ancestors were gay, doesnt mean ours were.
historically, ekspresi gender & praktik sesama jenis cuma ada di beberapa daerah kecil aja, bukan seluruh nusantara. yang paling terkenal cuma di bugis, dan di jawa ada warok gemblak di ponorogo sama beberapa cerita di serat centhini. tapi warok-gemblak itu mostly pederasti (hubungan laki dewasa dengan anak laki-laki), bukan gay consensual seperti yang narasi lo jual sekarang. which is problematik banget, also melibatkan kekuasaan dan eksploitasi, gue gatau kenapa mereka selalu bawa-bawa itu jadi contoh kebanggaannya.
jadi, kalau leluhur lo melakukan praktik itu, gak berarti seluruh leluhur bangsa indonesia "kental homosexual"nya. mayoritas masyarakat jawa, sunda, sumatra, maluku, dll secara historis tetap heteronormatif.
fyi nih, islam udah masuk ke nusantara dari abad ke-7, dan udah jadi agama mayoritas sejak ratusan tahun lamanya, udah bukan "agama pendatang" lagi, tapi udah jadi identitas utama masyarakatnya. masa direvisi demi accept ideology queer biar orang-orang mengganti identitas utamanya jadi orientasi seksual?
mereka sering ngatain mabok agama, padahal mereka aja mabok kelamin.
ideologi gender fluid, pride march, operasi ganti kelamin, toilet netral, semuanya emang dari barat abad 20-21, bukan budaya asli nusantara juga wkwk.
SSA (same sex attraction) emang ada di mana-mana, tapi LGBT modern mah udah beda bgt, udah jadi ideologi lengkap, gender fluid lah, bisa mengubah definisi laki-perempuan lah, pride march lah, operasi ganti kelamin, hak masuk toilet cewek, campur shaf sholat, merubah tafsir agama, and so on another nonsense things.
liat aja, banyak gay konservatif yang gak ikutan gerakan ini, karena mereka cuma mau hidup tenang tanpa memaksakan ideologi ke orang lain. but kelompok lgbt aktivis yang vokal ini yang selalu nuntut masyarakat luas ikut berubah adjusting to their values, di westren juga awalnya gitu
@txtharihariWNI cantik menurut kamu (dgn dandan dan make up) blm tentu cantik bagi suamimu.
kadang byk laki2 memilih diam dari pada negur istrinya karna dandanannya yg hanya bikin ribut.
๐คญ