Atau seolah Sang Pencipta ingin memberinya hadiah atas kesabaran dan ikhtiarnya, seolah Sang Pencipta tidak ingin merusak indahnya keimanannya.
"Yaa aku memang belum sebaik itu."
Ketika orang-orang sholeh/ah mendapatkan pencapaian atau kebahagiaan yang bisa menguatkan keimanannya, yang ku renungkan,
"Apa aku memang tidak sebaik itu?"
Bukan pencapaiannya yang diinginkan, bukan kebahagiaannya yang membuat iri, tapi validitas atas kebaikannya. Yang semakin bisa menguatkan keimanannya, seolah Sang Pencipta sangat menjaganya untuk tidak tergelincir pada kelelaian walau hanya sesaat.
Dan salah satu hal yang bisa diambil pelajaran,
"Kalau memang benar sesuai penilaian teman-teman tadi, yaa anggap aja ini peluang. Bahwa kita yang seperti laki-laki itu, ternilai biasa saja ini, semoga kelak memiliki peluang untuk juga bisa berjodoh dengan seseorang yang sholeh."