Kopi tidak bisa mencegah kejang/step pada bayi/anak. Pemberian kopi malah gak dibolehkan pada bayi. Banyak efek negatif kafein yg terkandung dalam kopi. Kafein --> menimbulkan rasa gelisah, sulit tidur, jantung berdebar, gangguan saluran cerna & menghambat penyerapan zat besi.
Salah satu kriteria bayi cukup ASI, dinilai dr frek BAK/hari. Bila kurang,ayah/bunda perlu waspada. Bisa jadi itu tanda bayi dehidrasi krn kurang mendapat ASI. Solusi: nilai cara ibu menyusui, pastikan poskat udh tepat. Poskat OK -> bayi nyaman menyusu-> ASI mudah didapat bayi.
Duduk santai bersama keluarga sambil ngopi di warung kopi terasa sangat menyenangkan dan asyik, sampai kemudian mulai berdatangan para perokok mengelilingi kita. Kapanlah Aceh ini bebas dari rokok? 😌😵💫😩 Benar benar hopeless rasanya..
Ayah bunda udh tahu KBM?
Bila BB bayi < KBM, perlu segera dicari penyebabnya, paling sering krn bayi gak cukup mendapat ASI ok poskat kurang tepat atau krn hal lain. Semua bayi < 1 thn agar dibawa tiap bulan ke posyandu/pusk/RS /DSA, untuk memantau tumbuh kembang & imunisasi.
Jangan pernah mengejek/parodikan para disabilitas. Mereka tidak pernah minta dilahirkan/hidup dlm kondisi demikian. Harusnya kita yang secara fisik terlihat sehat membantu & mendukung. Minimal gak mengganggu mereka. Justru pengejek itulah yg punya disabilitas (akhlak & empati).
Salah satu hal yang berat dialami oleh dokter anak adalah saat menyampaikan kepada orang tua, bahwa bayi yang baru dilahirkannya memiliki ciri khas syndrom Down. Rasanya sedih sekali melihat ekspresi mereka, perlu perlahan dg bahasa seawam mungkin menjelaskannya.
Pasien rawat inap yg sakitnya sangat menular seperti campak, dirawat di ruang isolasi & tidak diizinkan dikunjungi. Namun yg terjadi sering x tetap memaksa bertamu dg alasan udh datang jauh & mirisnya malah membawa anak ke RS. Kenapa dilarang? Krn akan mudah tertular & mjd sakit.
Selalu patah hati melihat ada simposium disponsori sufor. Karena ujung2nya tujuan mereka ya promosi/jualan.
Dan lebih patah hati lagi saat ada dokter yg jadi bintang iklan sufor. Jadi gimana, ga boleh dokter pakai sufor buat pasien? Boleh dong, atas indikasi medis (gak promosiin)
Teruntuk para suami. Sekuat apapun istrimu, sehebat apapun istrimu, semampu apapun istrimu, semandiri apapun istrimu, tetaplah selalu "hadir" dlm hidupnya. Jangan sampai kamu biarkan istrimu terlalu mandiri sehingga dia gak merasakan bedanya antara ada/tidaknya kamu di hidupnya.
Alhamdulillah IDAI sudah mengeluarkan surat terbuka kpd BGN terkait Juknis Standar, Penyediaan & Distribusi Susu dlm Program MBG 2026 (tertulis rekomendasi memasukkan produk sufor utk anak usia > 6 bln (formula lanjutan & pertumbuhan) secara massal tanpa indikasi medis spesifik.
Ibadah Qurban sunnah muakkad, (sangat dianjurkan). Qurban sbg ungkapan syukur, taqwa & peduli sesama. Qurban bukan kompetisi dimana makin byk berkurban akan makin hebat di hadapanNYA. Jangan pula menganggap remeh org yg tidak berkurban krn ga mampu/sdg ada keperluan mendesak.🩷
Patah hati berat baca SE distribusi susu program MBG.
Wahai pengambil kebijakan, plis sayangi bayi & anak2. ASI itu hak bayi, menyusui itu hak & kewajiban ibu. Bayi berhak mendapatkan nutrisi yg tak tergantikan yaitu ASI. Sufor itu hanya diberi atas indikasi. Paham???!!!!🤨😐😑
Cooler bag ini saksi bisu atas perjuangan seorang ibu. Cinta seorang ibu utk gizi terbaik buah hatinya. Ibu2 pekerja yang tetap memastikan bayinya mendapat ASI selama 2 thn, sangat merasakan bagaimana perjuangan hebat ini. Semoga Allah memberikan pahala syahid untukmu wahai ibu🩶
Ikut berduka atas musibah yg terjadi & Insyaa Allah diberiNYA pahala syahid, meninggal di saat perjalanan pulang mencari nafkah. Peluk kuat semua ibu bekerja. Peluk kuat juga semua ibu yg tidak bekerja di luar rumah.
Semua kita sama, ingin yang terbaik buat keluarga & anak anak.
Ayah/bunda, yuk ubah mindsetnya. Jangan takut anaknya kenapa kenapa kalau diimunisasi, tapiiiii takutlah anaknya kenapa kenapa kalau tidak diimunisasi..
Imunisasi adalah ikhtiar kita untuk melindungi buah hati dari penyakit menular berbahaya..
Ayah/bunda, kami meminta anak2 diimunisasi bukan utk kepentingan kami, apalagi dikaitkan dg bisnis vaksin. Aybun bebas memilih dimana mengimunisasi anaknya, gratis di posyandu, pusk/RS. Edukasi kami semata krn bahaya yg tidak terbayangkan bila makin byk anak2 yg ga diimunisasi.
Mengapa perempuan perlu belajar? Karena dia akan hamil, melahirkan & menyusui serta membesarkan anak2nya. Perlu banyak ilmu menjalani tahapan2 itu & juga utk menangkis berbagai mitos/hoaks. Sehingga nantinya dia mau ANC, lahiran di fasyankes, mau menyusui & ga menolak imunisasi.
Wahai suami, walau istrimu punya gaji sendiri, menafkahi keluarga tetap kewajibanmu. Jika istrimu membantu dg gajinya maka itu sedekahnya utk suaminya.
Wahai istri, walau gajimu > suami, dia tetap imammu yg harus kamu hormati & hargai selalu. Ingatlah ridha Allah ada padanya.
Mengapa sibuk edukasi di medsos, pakai saja waktu buat ibadah. Mengapa pergi jauh utk ngajar, pakai saja waktu dekat dg suami, itu ibadah utama. Mengapa bekerja kan nafkah suami dah cukup?
Mengapa mengapa mengapa?
Padahal kita ga pernah tahu amal apa yg memasukan kita ke surga.
Wahai para influencer, kalau tidak paham dengan ilmu kesehatan jangan berlagak sok tahu. Daripada ketikanmu malah akan menyesatkan banyak followermu. Dosa jariah loh itu.
Mending mengedukasi hal2 lain yang sesuai dg ilmumu saja. Atau mendingan terima endorse jualan.