Jangan ajari kami mencintai pak prabowo. Jauh sebelum kalian menghina pak prabowo dgn sebutan gemoy, kami sejak 2014 tidak pernah berani keluarkan 1 istilah apapun utk mengantikan nama besar beliau, dgn istilah berbau fisik seperti gemoy. Kemana kalian saat itu, sedang asik bermain bola dan main boneka? Atau jadi pro jokowi ?
Jangan ajari kami utk memaafkan pak prabowo. Sejak tahun 2014, kami berdamai dgn diri kami sendiri, utk melupakan semua sejarah kelam pak prabowo, krn satu manusia pun tidak pernah luput dari kesalahan. Kami memaafkan pak prabowo krn sejak tahun 2014 pak prabowo bicara tentang bagaimana melindungi rakyat dari pemerintah yg semena mena, antek-antek asing sering beliau gaungkan. Kemana kalian saat itu,
masih duduk dibangku smp, atau menjadi pro jokowi ?
Jangan ajarin kami membela pak prabowo. Tahun 2019, kami garda terdepan menyelamatkan kotak suara pak prabowo, 500 orang meninggal tanpa otopsi, dimana kalian saat itu? Masi sibuk coret coret baju seragam merayakan kelulusan? Atau tetap menjadi projokowi ?
Jangan ajari kami tentang kejujuran dan santun nya pak prabowo. Tahun 2019, partai baru seumur jagung, memberikan kebohongan award utk pak prabowo, kami perang fakta dgn partai tersebut. Bapak dulu tidak pernah diam ketika ditanya oleh rakyat, sekarang bapak bungkam. Bapak dulu tidak marah ketika dinilai rendah oleh rakyat, sekarang bapak murka. Bapak dulu berjalan dgn tegap ditengah² rakyat, tidak joget didepan kamera, lalu diberi tepuk tangan oleh pendukungnya bahkan ditertawakan. Kemana bapak prabowo ku yg dulu?
Ohh... saya tau. 4 tahun lalu, Bapak telah menyerah kan diri bapak ke PENGUASA. Bapak meninggalkan kami utk bergabung bersama dinasti. Bapak tidak sanggup menanggung suara hati kami. Bapak menyerah. Dan sejak saat itu lah, kami pun berjuang dgn cara kami sendiri.
#SALAMPERUBAHAN
Kalau berdasarkan fakta yang kami dapat, patung ini dibuat sebagai bentuk tanda terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memperbaiki jalan di wilayah mereka.
Terima kasih atas undangan jamuan makan siangnya, Bapak Presiden @Jokowi. Tadi juga bersama dengan pak Prabowo dan pak Ganjar, kami ngobrol santai, banyak hal yang dibahas, tapi semuanya sifatnya ringan-ringan, tidak ada sesuatu yang berat.
Kami tadi juga menyampaikan kepada pak Presiden, bahwa kami sering bertemu dengan rakyat yang menitipkan pesan agar Bapak Presiden bisa menjaga netralitas dan menegaskan kepada seluruh aparat untuk menjaga netralitas di dalam Pilpres dan Pileg.
Alhamdulillah beliau menyambut baik aspirasi ini dan menceritakan bahwa beliau mengumpulkan penjabat gubernur, walikota, bupati, dan bahkan akan mengumpulkan TNI, polisi dan semua aparat untuk menyampaikan arahan tentang netralitas dalam Pemilu.
Kami melihat ini adalah pesan penting yang bisa membuat Pilpres kita berjalan dengan aman dan damai.
Sekali lagi terima kasih atas jamuan dan bincang-bincangnya, Pak Presiden. Soto Lamongan, sapi lada hitam, cumi dan udangnya benar-benar sedap.