Seseorang brtnya tntang apa yg lbih utama dari salat.
Maulana Rumi mnjwab bhwa yg lbh utama adalah roh/spirit dri salat itu sndiri. Kemudian, iman jga lbih utama dri salat, krna salat sifatnya termin, hanya lima waktu, sdngkan iman, persisten; hrus trus menerus ada.
Ilmu untuk Islam itu bertebaran, banyak pengajar dan penuntunnya.
Tidak begitu dengan Ilmu untuk Iman, bukan sengaja disembunyikan tapi karena ibadah berdasar ilmu Iman itu pun tak kasat mata.
Bila beriman ia pasti berIslam. Namun tidak sebaliknya, berislam belum tentu beriman
@thoriqatuna 'Alim disini ialah yg berilmu tentang Allah. Pun sebaliknya, jahilnya ialah yg bodoh dari mengenalNya.
Karena bathin sebenar 'alim senantiasa terjaga mengingatNya meski raga terlelap.
Betapa tiada nilai ibadah seorang jahil, bathinnya alpa dari Dzat yang sedang ia ibadahi.
Selama itu pula senantiasa kan KUsiratkan bahwa,
"Duhai hambaKU, adakah yang menyelesaikan setiap apapun (dalam bersit hati & pikirmu) itu SELAIN AKU?".
Jika diingat dirunut dan dipikir ulang dengan pandangan yang berbeda
Seluruh do'a benar-benar telah Dia kabulkan
Saat pertanyaan kecil menggelitik, "kenapa seolah jawaban do'a dan realitasnya seperti guyonan?"
Dijawab bisik "Apapun selain AKU adalah senda gurau (nothing)".
Saat yang kau pinta bukan AKU
yang kau mohonkan bukan AKU
yang kau munajatkan bukan AKU
yang kau idamkan bukan AKU
yang kau lirihkan bukan AsmaKU
yang kau hati-kan bukan AKU
yang kau tirakatkan bukan AKU
yang kau segalakan bukan AKU
Jika semua indera bersikukuh pada masing² deskripsi kebenaran buah nangka masak adalah versinya, pasti akan berbenturan, terjadi perdebatan berujung pertikaian.
Namun jika semua indera menyadari diri dan posisi serta memahami betapa semua memerlukan proses.
Kebenaran itu nikmat
Ambil contoh buah nangka masak/matang (diluar dari yg tak menyukai dan berpantang)
- Telinga: Suara berdebumnya buah nangka jatuh dari pohon
- Mata: Daging buah nangka berwarna kuning tua
- Hidung: Wangi semerbak
- Perasa: Lembek, benyek / lembut
- Lidah: Rasa yang manis
Malah kerap dibelokkan ke ilmu islam, tata cara berislam
Padahal
Iman bukan "Islam"
Iman bukan bacaan
Iman bukan tabligh/ceramah
Iman bukan omongan
Iman adalah perasaan
Iman adalah penghubung antara hamba dan Tuhannya
Betapa
Banyak ajakan mari beriman kepada Allah
Banyak suruhan mengimani Allah
Banyak cerita hebat orang beriman
Banyak tabligh keutamaan iman
Banyak tuduhan lemahnya iman orang lain
Tapi
Langka pemberi ilmu iman
Hampir tiada penunjuk cara beriman
Apalagi menuntun imannya
Bagaimana hati akan gelisah terhadap sesuatu hal, jika ia mengenal baik Siapa pemilik waktu dan perangkai segala kejadian.
Bagaimana hati akan gundah, jika ia telah akrab bahkan intim dengan Pembolak-balik dirinya.
Tidurnya orang berilmu itu jauh lebih baik dari yang sedang beribadah tapi tanpa "ilmu".
Ilmu yang "Nuurun fil qolbi" itu akan senantiasa teramalkan dalam seluruh kegiatan, saat beribadah, bekerja bahkan saat tertidur.
https://t.co/hKULDHFNiU
Karena ilmu itu "Nuurun fil qolbi", bukan kumpulan hafalan wawasan atau informasi.
Belumlah seseorang dikatakan berilmu, jika yg ia ketahui tak menghantarkan hatinya dan hati muridnya kepada Al-'Alim.
~MKMH
@Ayang_Utriza@FKhairunnas Maaf, mungkin..
Bagi yg mengatakan Makhluk, dari dalil "apapun selain dzatNYA adalah makhluk, spt halnya Lauh Mahfudz, diciptakan".
Bagi yg mengatakan Bukan, karna Dzat & Sifat itu satu kesatuan.
Begitukah Yai?
Jangan cemas pada do'a para pendendam, pencaci, pencela, dan pendengki.
Takutlah pada orang yg diam namun ikhlas-ridho. Tanpa berdo'a pun, Tuhan akan bertindak membelanya.
Ini ucapan Hasan Al-Bashry kpd org yg mencelanya
"Semua yg kau sebut ttg kekuranganku, sungguh yg Allah ketahui ttg keburukanku jauh lbh banyak"
Setinggi apapun kedudukan ssorg, tidak akan mencapai puncak kemuliaan, kecuali apbl ia dihina oleh suatu kaum, tp ia sabar & memaafkan