Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
🟡 HAPPENING NOW: Police are cracking down on protests in Jakarta and other parts of Indonesia, where people are demanding the repeal of a controversial military law. In the capital, crowds have once again gathered outside the national parliament. Reports say officers have searched and disbanded street medics and damaged medical supplies. Water cannons were used against demonstrators.
Protesters also report that plainclothes intelligence agents are carrying firearms. Police have begun dispersing the crowd, arresting several people as tensions escalate. The law, passed behind closed doors, allows active-duty military officers to hold civilian posts across key state institutions.
Teladan di tengah semangat perlawanan dari ujung ke ujung Indonesia.
Mahasiswa Manado ini mampu menguasai diri meskipun dia bisa membalas polisi yg ingin menjungkalkan dia ke bawah.
https://t.co/pNbwaTbO2o
Kenapa Pejabat Negara Diisi oleh Orang yang Tidak Berkompeten?
Mari berbicara mulai dari 10 tahun kepemimpinan Joko Widodo, yang mana kita semua bisa mengakses informasinya dengan sangat mudah saat ini. Kita bisa melihat, kabinet Jokowi selama 10 tahun diisi oleh orang-orang partai politik dan orang-orang titipan dari partai politik. Parahnya, pada kepemimpinan Prabowo Subianto nanti, fenomena yang sama akan kembali kita jumpai.
Nah yang jadi pertanyaan, kenapa orang-orang parpol dan titipan parpol mendominasi kabinet kerja Prabowo Subianto?
Jawaban yang paling sederhana yaitu, politik balas jasa. Mereka yang andil dalam kemenangan Jokowi dan Prabowo tentu meminta imbalan, mulai dari jabatan Menteri, Wakil Menteri, hingga Komisaris pada perusahaan milik negara.
Distribusi kekuasaan melalui “wakil-wakil” yang berkepentingan boleh dikatakan sebagai “jalan pengaman” untuk sesuatu yang sudah menjadi incaran. Dalam teori distribusi kekuasaan, menempatkan orang-orang titipan tadi merupakan sebuah cara untuk memastikan bahwa kepentingannya akan tercapai.
Nah yang jadi pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mengatasi “budaya” bagi-bagi kekuasaan ini?
[Sebuah Esai]
Suka tidak suka, statement rocky gerung ini memang berlandaskan argumentasi kuat dan kerangka berpikir yang runut, logis dan yang paling penting.. BERNYALI BESAR. Dia ngomong ini live di tv nasional 🤯
Ditampar fakta dengan kecurangan malah teriak "Kalo kalah bilang curang, ya kalau curang laporin lah" begitu menurut mereka. Udah dikasih kisi² lewat Dirty Vote bahwa #wasit juga ada potensi kecurangan eh malah dibilang "itumah punya kepentingan" 🥲🥲
Ya kan emang 02 yang bakal menang. Ngelawan anak Presiden, Menhan aktif dan puluhan menteri di satu barisan.
Cuma Tuhan yang bisa lawan. Kok merasa kalian itu from zero to hero banget ya?
Rekam jejak si jago kata kata..
Pulau sebira yg terletak dipinggiran ibu kota, penghuninya puluhan tahun hidup tanpa listrik dan air bersih, hanya dengan berkata" saat ini rakyat sebira menikmati semua yg berhak untuk mereka..
Desak Anies
#AsalBukanPrabowo#AsalBukanPrabowo