Halo teman-teman, aku izin mau mempromosikan jualan sepupuku yaa. Disini aku jual beberapa makanan dan snack. Domisili Banyumas yaa guys. Berikut aku drop foto-foto menunya dan harganya. 🥰🙏
Guys I just found out that you can support indonesian grab riders who are still out on the streets because grab allows you to make deliveries in other SE Asian countries?? OKAYYYY
Lo biasanya booking hotel lewat Agoda atau Traveloka?
Gue juga dulu gitu. Sampai suatu malam temen gue yang kerja di front office hotel bintang 4 di Bali ngasih satu kalimat yang langsung ngegas otak gue.
Gue tanya: “Kalau gue mau nginep di hotel lo, booking di mana yang paling murah?”
Dia jawab santai:
“Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta lebih murah. Kita PASTI kasih.”
🚨EXCLUSIVA: MRBEAST CONFESO COMO HACER MILLONES DE SUSCRIPTORES EN 6 MESES
y dijo el metodo exacto:
>tus primeros 100 videos van a apestar. subelos igual
>cuando digas "algoritmo" reemplazalo por "audiencia"
>titulos abajo de 50 caracteres lo mas extremos posibles
>los primeros 5 segundos importan mas que el thumbnail
>mejor 1 video brutal al mes que 4 mediocres por semana
guardala en favoritos y mirala cuando tengas 18 minutos tranquilos, estudialo detenidamente y empieza a ganar dinero👇
Gue tau ekonomi lg susah, cari kerja susah, bootcamp dan belajar pada markup harga. Makanya gue bikin e course ini buat kalian belajar praktikal, ada grup jg yg mana gue nyebar2 loker dari luar.
Gue tau ga semua org punya duit makanya gue bikin perpus digital, biar kalian dpt ilmu tambahan gratis.
Gue tau duit gue ga banyak dan gabisa gue sumbang2in gitu aja makanya gue sumbang ilmu, gue gabisa turun ke jalan, gue berjuang di medsos lewat pendidikan di bidang gue.
Link perpus digital:
https://t.co/gya9i44Q9j
Link course:
https://t.co/CyzedK7iIe
Semangat berjuang.
Lagi-lagi penemu lokal dibikin mati kutu ama birokrasi sendiri. Profesor Taufik, guru besar elektro di AS, bikin teknologi "DC House" tahun 2010. Sistem ini bisa ngelewatin listrik panel surya langsung ke rumah tanpa inverter mahal. Cocok banget buat desa terpencil karena murah, efisien, dan gak bakal bikin kesetrum.
Niat awalnya emang mulia, dia pengen banget donorin teknologi ini buat pulau-pulau terluar Indonesia yang puluhan tahun gak dapet listrik. Tapi pas ajuin proposal, tanggapan instansi dalam negeri malah sedingin es kutub utara gara-gara ribetnya regulasi ama ketergantungan ama sistem lama.
Pas dicuekin di tanah air, dunia luar malah gercep. Proyek DC House ini dapet kucuran dana riset gede dari Amerika Serikat, bahkan sekarang teknologinya malah dipake massal buat nerangin daerah pelosok di benua Afrika.
Bener-bener siklus kocak yang terus berulang. dicuekin pas berjuang, gak dibantu pas riset, tapi ntar kalo udah sukses di luar negeri baru deh instansi sini sibuk bikin spanduk ucapan selamat wkwk. Minim apresiasi, maksimal birokrasi. 😹
eh tapi jujur ada ga sih orang yang beneran lolos lewat JOBSTREET?? ini app chances lolos nya kenapa susah banget ya..
gue daftar disini ga lolos mulu, baru lolos pas lewat glints 😭😭
Ini bener banget, berlaku buat mensetsu (interview) pas mau kerja ke jepang juga. Bahkan tmen kumiai 🇯🇵 selalu bocorin.
“Kita ga nyari yang pinter bhs jepang. Toh klo mau nyari, org jepang jg pinter bhs jepang. Kita nyari yang nunjukin BISA KERJA, SEMANGAT KERJA, MAU KERJA. Makanya orang yang pinter pun blm tentu lolos”
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Aku salah satu karyawan di sini 🙋
Join sejak fresh grad di awal 2025 as a software engineer. Mau sedikit sharing soal
- proses rekrutmen
- sefruit tips rekrutmen
- sedikit pengalamanku di sini
🧵 a thread
Negara macam apa ini ?
Di negeri ini, rakyat kecil sering kali tidak punya suara sebesar mereka yang punya jabatan, kuasa, atau uang. Purwanto (51), seorang petani asal Tulungagung dengan riwayat penyakit jantung dan diabetes, kini harus menghadapi proses hukum terkait dugaan peredaran pupuk ilegal. Menurut pihak keluarga dan kuasa hukum, pupuk non subsidi tersebut dibeli langsung dari produsen resmi sejak tahun 2024 untuk kebutuhan lahan pertanian pribadi. Mereka juga mengaku memiliki dokumen pembelian serta legalitas produk yang lengkap.
Saat ini, proses hukum masih berjalan dan pihak kuasa hukum telah menempuh jalur praperadilan. Keluarga tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya berharap perkara ini diperiksa secara objektif, profesional, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.
Just last week, I reconnected with a friend I met at a conference last year in eastern Europe.
He is 46, his girlfriend of one year is 20.
She is extremely happy because he's an all-around great dude - masculine, mature, experienced, protective, funny, etc., and he immediately freed her from having to work a job she hated; she now gets to spend all of her time painting, writing poetry, and cooking.
He is extremely happy because she's feminine, young, beautiful, deeply respects him and his masculine guidance, and has decades of potential fertility left.
They're getting married soon, and plan on having 3+ kids. (I can confirm these kids will have excellent genetics, and will be setup for a wonderful early life in a beautiful, low-diversity neighborhood - my friend is NOT struggling financially, as you may have guessed 😂)
He knows he may not be able to roughhouse quite as aggressively with the later kids as he could as a 25y/o, but he takes very good care of himself, so will be doing better than most dads 15+ years younger than him. (He's also planning on enrolling all of their kids in martial arts, so they will be covered on the physicality-based-fraternity front)
I've encountered many similar age-gapped relationships, and overall, can attest they are far happier and more mutually-satisfied than couples of the same age. (On average, of course...there is no "perfect" template when it comes to love; we can only do our best seeking matches that are most conducive to mutual masculine + feminine satisfaction)
Haters will say, "Just wait a few years, it's going to fail."
Firstly, ask yourself why SO MANY bitter single people root against those in age gap relationships. Is it perhaps because they internally know they wasted years dating people at an incompatible age, and are lashing out due to jealousy?
Secondly, same-age relationships are constantly failing everywhere...why do these couples of similarly-consenting adults not get relentlessly grilled on the internet when they don't work?
Personally, I've become increasingly convinced that the anti-age gap messaging is a psyop by the you-know-whos to cut down the most success-likely couples who are in-tune with their masculine/feminine nature.
Also...have you noticed it's only White couples who get torn to shreds on the internet when they age-gap date/marry? 🤔
I'm sure that's totally not part of the attack on White relationships and loving procreation...
And if this is a psyop being run by (((them))) to lower White birth rates as they love to do...pay attention to how, in the same way they're using an army of nons to physically replace White Europeans in their home countries, they use an army of single, bitter, aging women to gang up on younger girls who skip the whole teens/20s "hookup phase", and go straight for a man who actually wants to start a family and provide for them immediately 🤔
And while we're already theorizing, here's another one for you...
What if the reason why all the Epstein stuff has been pushed to the top of the MSM headlines for so many years (and don't tell me it hasn't, they're pumping out Netflix series about it FFS)...is because, what better way is there to scare even more young women out of dating men at an age that can actually protect, provide, and create a safe childbearing environment for them?
Our enemies want nothing more than for young women to stay stuck in the loveless, childless sex matrix, wasting their fertility prime hooking up with immature boys who have no money, no knowledge of the world, no mission in life, etc...
If I were to put on a black hat and think like the bad guys, this would make a lot of sense.
Just something worth pondering.
IN SUMMARY:
Ladies, go get your rich, mature, grizzled veteran chad.
Men, go get your youthful virgin princess.
STOP LISTENING TO PEOPLE WHO DON'T UNDERSTAND BIOLOGY, PSYCHOLOGY, OR MASCULINE/FEMININE DYNAMICS, AND WANT TO SEE YOU FAIL TO SOFTEN THE PAIN OF THEIR OWN PAST MISTAKES ❤️
Grup Djarum sering dipertanyakan soal komitmen mereka terhadap sepak bola Indonesia. Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah kenapa Como nggak pernah mengorbitkan pemain Indonesia.
Jawabannya simpel: mereka terhalang regulasi.
Serie A punya aturan ketat soal pemain non-EU. Setiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 2 pemain non-EU per musim, di semua kelompok umur. Mirwan Suwarso sendiri ngasih gambaran yang cukup jelas soal dilema ini:
“Let’s say Como ambil anak Indonesia umur 16 tahun, maka jatah yang tersisa untuk slot non-EU di tim utama tinggal 1, yang biasanya diisi pemain Brasil, Argentina, Uruguay atau Afrika yang secara pengalaman sudah terbukti.”
Artinya, kalau Como pakai satu slot buat pemain muda Indonesia, mereka harus rela mengorbankan satu slot untuk pemain berpengalaman yang bisa langsung berkontribusi di Serie A. Buat klub yang lagi berjuang membangun reputasi di level tertinggi Italia, itu bukan trade-off yang mudah.
Yang menarik, Mirwan juga meluruskan satu hal. Meski slot pemain non-EU jadi penghalang, bukan berarti Como menutup pintu buat orang Indonesia sama sekali. Justru sebaliknya, Grup Djarum melalui Mirwan Suwarso memilih jalur lain: mengorbitkan pelatih muda, analis, dan staf profesional Indonesia ke dalam struktur klub.
“Kita lebih memilih untuk memberikan banyak kesempatan pada pelatih dan analis. Ada salah satu analis kita orang Indonesia, anak Bandung. Kurniawan juga pernah jadi asisten pelatih di sini. Dari tim media sosial dan tim produksi juga banyak dari Indonesia, kurang lebih ada 11 orang anak Indonesia yang saat ini berada dalam tubuh tim.”
Jadi bukan nggak ada kontribusi untuk Indonesia. Jalurnya beda aja, bukan lewat lapangan, tapi lewat ruang analisis, ruang pelatihan, dan balik layar.
Jadi sebelum nuduh Group Djarum nggak cinta Indonesia, mungkin worth it buat pahami dulu sistemnya. Nggak semua hal bisa diselesaikan dengan niat baik kalau regulasinya nggak mendukung.
Ada dua poin yang gue pengen highlight soal ini..
Pertama, Jangan pernah senggol Muhammadiyah di bidang hukum.
Mereka selain terorganisir, jaringannya solid dan ga main-main. Apalagi, setiap menteri pasti ada kader Muhammadiyah.
Ini aja kelen lihat, Din Syamsudin sampai pasang badan buat lindungi keluarga Ahmad Bahar,
Kedua, Kader Muhammadiyah itu banyak yang lawyer berdedikasi.
- Pernah advokasi dan dampingin rakyat soal kasus Siyono (2016), Wadas (2022), Rempang (2023), PIK 2 (2024)
- Pernah ajuin JR untuk batalin UU SDA yang menswastanisasi sumber air (2015)
- Feri Amsari, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto itu termasukl ahli hukum yang menonjol.
Yaa.. ga heran kan mereka berani melawan you-know-who.
1. Gaji: Bank Central Asia
Gunakan rekening khusus untuk menerima gaji agar arus uang lebih rapi dan mudah dipantau.
2. Nabung: Bank Jago
Pisahkan tabungan dari rekening harian supaya tidak mudah terpakai.
3. Reksadana: Bibit
Cocok untuk mulai investasi dengan modal kecil dan fitur yang ramah pemula.
4. Dana Darurat: SeaBank
Usahakan punya dana darurat minimal 3–6 bulan pengeluaran bulanan.
5. Investasi Saham: Ajaib
Mulai dari nominal kecil, fokus konsisten, dan pahami risikonya.
6. Emas: Pegadaian Digital / Pluang
Emas cocok untuk investasi jangka panjang yang relatif aman dan likuid.
7. Catat Pengeluaran: Money Lover
Biar tahu uang habis ke mana dan bisa evaluasi kebiasaan finansial.
8. Gunakan Metode Budgeting 50/30/20
• 50% kebutuhan
• 30% keinginan
• 20% tabungan & investasi
9. Hindari Utang Konsumtif
Utang yang sehat biasanya dipakai untuk hal produktif atau aset, bukan gengsi.
10. Tingkatkan Skill & Income
Penghasilan bisa naik kalau kemampuan diri juga berkembang.
11. Proteksi Diri dengan Asuransi
Minimal punya BPJS Kesehatan, lalu tambah proteksi lain sesuai kebutuhan dan kemampuan.
12. Konsistensi > Motivasi
Disiplin kecil setiap hari lebih penting daripada semangat sesaat.
Kalau menurut kamu, dari 12 poin ini mana yang paling susah dijalankan di zaman sekarang?
Kalau kamu ke Gramedia, lalu ketemu buku yang minat dibeli, JANGAN langsung buru-buru bawa ke kasir. Ada cara ampuh biar kamu dapat harga lebih murah 25% (kadang selisih harganya 10-20rb).
1. Buka situs web https://t.co/YBSgWszpKt (pastikan kamu sudah punya akun dan login di sana);
2. Search judul buku yang tadi mau kamu beli;
3. Di kolom toko, pilih Gramedia Warehouse yang sedang kamu kunjungi;
4. Langsung masukkan buku pilihanmu ke keranjang belanja;
5. Pilih opsi “ambil di toko” (biasanya ada tambahan voucher diskon kalau memenuhi syarat minimal belanja);
6. Nah, di sini tugasmu untuk komparasi harga offline dan online. Kalau sudah yakin harga di web lebih murah, langsung bayar (bisa pakai Qris);
7. Setelah dibayar, cek kode transaksi via email, lalu tunjukkan ke kasir untuk ambil buku fisiknya.
Selamat! Kamu sudah beli buku offline tapi dengan harga online! Buku yang dibeli lewat web ini bisa lebih murah karena tidak kena tambahan harga display Gramedia.
Catatan: persentase diskon di web sewaktu-waktu bisa berubah.
Bendera Kesultanan Ternate adalah satu-satunya bendera di negeri ini yang diperbolehkan berkibar setinggi bendera Republik Indonesia. Hal ini dikarenakan pihak Kesultanan tidak pernah benar-benar menandatangani dokumen yang "meresmikan" wilayah mereka sebagai bagian dari Indonesia.