gw coba rangkum sesingkat singkatnya
1. tanggal 8 juli polisi buka 1 brankas terkunci disebuah rumah yang ada di sentul. didalamnya ada puluhan kilo emas, jutaan dolar amerika dan jutaan dolar singapur, ada juga rupiah dan ini baru satu lokasi
2. ini bagian dari operasi penggeledahan besar besaran oleh korps pemberantasan tindak pidana korupsi polri
3. dihari yang sama polisi juga gerak ke 12 lokasi diantaranya jakarta, sentul, dan cipete
4. di cipete mereka masuk ke cafe dan money changer. nemu apa? brankas ukuran 2x1 meter isinya rupiah usg dan sgd dan kafenya langsung disegel
5. semuanya nyangkut ke banyak perkara salah satunya dugaan korupsi batu bara biat PLTU. diduga kualitas batubara dioplos kualitasnya dan dijual mahal (dalang black out di sunatera)
6. merugikan negara sampai 5T
7. sampai sekarang tersangka utamanya belum diumumkan sama polisi
Pantes dikatain anak papa yg gagal ngikutin jejak ekonominya Sumitro.
Pantes dikatain ga lulus AKMIL bareng SBY karena masalah disiplin.
Pantes dikatain temperamental & volatile sama bokapnya karena suka meledak-ledak dan lempar-lempar barang.
Pantes dulu dilarang masuk AS bertahun-tahun gara-gara catatan HAM (East Timor, penculikan, dll).
Pantes dipecat dari Pangkostrad sama Habibie gara-gara minta jabatan Panglima ABRI, bawa pasukan ke istana, melanggar rantai komando dan nyulik aktivis.
Pantes dikatain skizo atau erratic sama orang-orang di lingkaran militer dulu, karena reputasinya yang unpredictable dan hot-tempered.
Pantes dikatain cuma didukung orang bodoh sama Budiman.
TERNYATA SE-MC SYNDROME DAN GA SEKOMPETEN ITUโผ๏ธโผ๏ธโผ๏ธ
Buzzer Omon2 lagi pada kerja, sedangkan jejak digital tidak mungkin berubah. Jelas sekali ada intimidasi terhadap beliau tentang FIlm dokumentasi pesta babi
Saya sepakat apa yang disampaikan Presiden @prabowo, kurs dollar hari ini tidak terlalu berdampak di desa. Kenapa? berdasarkan data yang ada, impor bahan konsumsi misalnya, buah, daging, baju dan sepatu, ponsel, laptop, kosmetik dan skincare, angkanya baru 9%. Kecuali pada kedelai, 90% impor.
Justru kurs dollar hari ini, menguntungkan ekspor Indonesia. Nilai total ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 282,91 miliar (meningkat 6,15% secara tahunan). Kinerja ini memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD 41,05 miliar.
Saya percaya, semua selalu diperhatikan secara detail, semua salalu bekerja keras menjaga keseimbangan, dan yang terpenting ekonomi kita tetap tumbuh diatas 5% ditengah dinamika global.
Demikian opini pribadi saya ๐
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 โ harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
RULES HIDUP DI TEMPAT KERJA
1. jangan jadi pahlawan.
2. datang tepat waktu, pulang wajar.
3. kantor itu kerja bukan keluarga.
4. jangan pamer dan mengeluh.
5. atasan gak selalu benar, tapi penentu.
6. email, chat, dan omongan itu bukti.
7. upgrade skill biar susah diganti.
8. kerja secukupnya, hidup sepenuhnya.
9. jangan terlalu jujur.
Ada acara buku yang dilarang, ada pemutaran film yang dibubarkan, emang pada takut anak bangsa belajar berpikir kritis dan memahami ragam penjajahan aja kayaknya.
Guys, ada dua hal yang Luhut bilang dalam wawancara ini yang menurut gue jarang keluar dari mulut pejabat senior Indonesia dan keduanya perlu lo dengar dengan serius.
MBG bolong sana bolong sini dan Luhut bilang itu sendiri:
Luhut tidak membela MBG secara membabi buta. Dia bilang tegas:
programnya baik,
tapi eksekusinya masih ada bolong sana bolong sini
dan harus diperbaiki ramai-ramai.
Yang jadi masalah bukan programnya tapi cara menjalankannya.
Luhut menyebut bahwa idealnya MBG dilakukan bertahap dan targeted ke kelompok paling miskin,
bukan langsung diserbu ke puluhan juta orang sekaligus di seluruh Indonesia.
Dan ini yang paling menohok:
ada laporan bahwa banyak makanan MBG yang tidak dimakan anak-anak yang di rumah sudah makan lebih enak dipaksa terima MBG di sekolah,
akhirnya tidak dimakan dan jadi sampah.
Itu bukan cerita dari pengkritik itu yang diakui sendiri ada di lapangan.
Luhut optimis kalau sistem Govtech dan data yang lebih akurat sudah berjalan, Presiden bisa membuat keputusan lebih tepat:
daerah mana yang betul-betul butuh diprioritaskan, mana yang kondisi gizinya sudah cukup dan bisa ditunda dulu alokasinya ke yang lebih membutuhkan.
Koperasi Desa Merah Putih jangan ulangi kesalahan yang sama:
Rencana rollout Koperasi Desa Merah Putih ke puluhan ribu titik sekaligus sudah di depan mata.
Dan Luhut secara terang-terangan memperingatkan: jangan buru-buru, jangan langsung skala besar sebelum tata kelolanya beres.
Ini peringatan yang sangat serius karena artinya orang yang duduk di Dewan Ekonomi Nasional yang tiap Senin laporan ke presiden pun tidak yakin kesiapan teknisnya cukup matang untuk dijalankan serentak di skala nasional.
Kalau MBG saja yang sudah jalan lebih dulu masih bolong sana bolong sini, apa jaminannya program baru yang lebih besar tidak akan bernasib sama?
Gaya komunikasi Prabowo yang bikin investor takut dan Luhut mengakuinya:
Ini bagian yang paling jujur dan paling berani dari seluruh wawancara.
Pewawancara menanyakan langsung: presiden sering ngancam-ngancam di pidato, kesan yang dibangun adalah suasana ketakutan, dan itu berpengaruh ke investor.
Luhut tidak mengelak.
Dia paham kejengkelan Prabowo melihat angka-angka yang selama puluhan tahun dimanipulasi wajar marah.
Tapi dia bilang tegas: sudah cukup itu. Sekarang waktunya tata ulang, bukan terus mengancam.
Dan yang lebih mengejutkan Luhut mengaku sudah bilang langsung ke Presiden: "Bapak jangan terlalu baik juga jadi orang."
Kalimat itu terdengar aneh tapi maknanya dalam: jangan terlalu mudah dikasihani dan dilobi,
tapi juga jangan sampai suasana ketakutan yang dibangun justru membuat pengusaha tidak berani bergerak,
tidak berani investasi, tidak berani ekspansi.
Karena ketakutan itu bukan hanya merusak suasana itu merusak ekonomi secara nyata.
Soal rumor hostile takeover dan hukum tanpa pengadilan:
Luhut menegaskan dua hal sekaligus.
Pertama: semua harus diputuskan lewat pengadilan.
Jangan ada yang dihukum sebelum ada keputusan hukum yang sah sekeras apapun tindakan seseorang dianggap salah.
Kedua: soal rumor yang beredar bahwa ada orang-orang dekat presiden yang mengancam atau mengambil alih saham perusahaan secara paksa Luhut bilang itu tidak ada.
Dan dia meminta publik tidak menyebarkan berita tanpa bukti.
Tapi dan ini yang perlu dicatat fakta bahwa Luhut merasa perlu merespons rumor itu secara publik justru menunjukkan bahwa rumor itu sudah cukup tersebar dan cukup dipercaya oleh kalangan pengusaha sampai perlu diklarifikasi oleh orang seniornya langsung.
Yang paling berharga dari dua poin ini bukan optimisme Luhut soal masa depan itu sudah bisa ditebak dari seorang Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Yang berharga adalah kejujurannya yang tidak biasa: MBG bolong, gaya komunikasi presiden bermasalah, dan rollout program besar-besaran berikutnya perlu direm dulu.
Itu bukan bahasa orang yang asal senangkan presiden. Itu bahasa orang yang cukup senior dan cukup dipercaya untuk bisa ngomong jujur dan berharap didengar.
Apakah Presiden benar-benar mendengar?
Itu yang harus kita kawal bersama.
A rare filmed moment showing Adolf Hitler in a joyful mood :
I bet youโve never seen Hitler in such a mood.
A spontaneous victory dance by Hitler after the news of Franceโs surrender in 1940.