Pandangan mimin secara teknis, status agama dan kewarganegaraan itu dua hal yang berbeda.
Khalaili adalah warga negara Israel karena lahir dan besar di sana. Dia memang keturunan Arab dan beragama Islam.
Banyak masyarakat Arab Muslim yang memiliki kewarganegaraan Israel. Karena mereka adalah bagian dari populasi Arab Israel, dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara, termasuk bermain untuk klub dan timnas jika dipanggil.
Bermain di Union Saint-Gilloise atau bahkan tim nasional gak otomatis menunjukkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah suatu negara. Itu adalah status profesional sebagai ATLET.
Jadi, gak ada kontradiksi dalam kalimat "Zionis tapi Islam". Yang lebih tepat adalah membedakan antara :
โ ๏ธ Zionisme adalah ideologi/pandangan politik.
โ ๏ธ Israel adalah kewarganegaraan.
โ ๏ธ Islam adalah agama.
Seseorang bisa beragama Islam dan berkewarganegaraan Israel tanpa berarti dia menganut ideologi "Zionisme".
Untuk kasus Khalaili, fakta bahwa ia beragama Islam dan berkewarganegaraan Israel gak cukup untuk menyimpulkan apakah ia menganut ideologi Zionisme.
"Saya berbelasungkawa kepada orangtua yang kehilangan anak-anaknya & mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka. Saya terpukul oleh pembunuhan keji yang telah terjadi. Namun kita tidak boleh kehilangan harapan. Semoga permusuhan berakhir & perdamaian tercipta. Saya hidup berdampingan serta bekerjasama dengan orang-orang Yahudi & akan terus melakukannya."
Saya nemu kalimat itu pada laman The Jerusalem Post & konon diutarakan Anan Khalaili terkait Peristiwa 7 Oktober 2023 yang diklaim Is*ael sebagai serangan.
Klub Inggris nyaris degradasi beli Van Hecke & Tonali totalnya 137 juta Pounds
Klub Italia yang juara liga mau beli satu pemain 40 juta Euro aja mikirnya sebulan lebih
Hidup ini nggak adil. JNCK!!!!!!
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Kabar gembira bagi jutaan pelanggan setia Telkomsel di seluruh tanah air! Guna menjawab tuntutan asas keadilan transaksi data bagi para pengguna, Telkomsel secara resmi meluncurkan fitur โAkumulasi Kuotaโ (Rollover).
Kini, sisa kuota utama dari bulan sebelumnya tidak lagi dihapus secara paksa, melainkan digabungkan langsung dengan kuota baru Anda secara utuh.
๐ Bagaimana Skema Cara Kerjanya?
Sangat mudah dan transparan!
Misal: Anda mengaktifkan Paket 8 GB seharga Rp70.000 dengan masa aktif 30 hari.
Di akhir bulan, Anda masih menyisakan 3 GB data internet yang belum digunakan. Cukup lakukan pembelian paket baru sejenis sebelum masa aktif paket sebelumnya berakhir. Sisa 3 GB tersebut otomatis digabung dengan kuota 8 GB baru Anda. Total kuota bulan berikutnya menjadi 11 GB tanpa hangus!
Langkah revolusioner ini sejalan dengan komitmen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) untuk meningkatkan kebebasan serta kenyamanan pengalaman berselancar digital Anda.
Bagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan anyar Telkomsel ini? Apakah Anda sudah mencobanya?