Baca selengkapnya: https://t.co/fu0jqGtClD
Kepala BGN Dadan Hindayana menjajaki kemungkinan pemberian MBG untuk siswa Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.
"Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri)," ucapnya.
~MBG #dadanhindayana #mbg #bgn
Pidato Pak Anies Baswedan di depan wisudawan UGM | Pak Anies sampaikan mereka yang wisuda akan bertemu dengan hari-hari sulit ke depan dengan situasi dollar yang tinggi dan lapangan kerja yang menyempit. Serta pentingnya berhadapan dengan situasi toxic di lingkungan kerja
Ratusan mbak mbak LC (lady companion) mengikuti pengajian yg di isi oleh Gus Miftah di hall karaoke permata , Pati . Jateng .
Unik nya Miftah bawa foto Teddy yg sangat besar dan di gunakan untuk berfoto dengan para LC . Kira kira Maksud nya apa ya ? 🤔
Xi: *bahas bilateral, geopolitik, dan kestabilan dunia*
Trump: "It’s an honor to be your friend.” “You are a great leader.” “the children are beautiful" 😂😂😂
Ini cerminan dua dunia yang lagi bentrok di meja yang sama: Xi Jinping vs Donald Trump
Meeting diadakan di ruangan megah di Beijing, bendera AS sama China berdiri berjajar, meja panjang penuh menteri dan CEO top dunia.
Xi duduk tenang, suaranya pelan tapi tegas, kayak lagi bacain terms & conditions buat masa depan umat manusia.
Dia ngomong soal bilateral relations, global turbulence, kerjasama, konfrontasi, bahkan masa depan peradaban.
Kayak profesor filsafat yang lagi ngajar strategi jangka panjang. Dingin. Terukur. Berwibawa.
Satu kata: statesman.
Terus giliran Trump. Bro ini langsung gaspol ala dirinya sendiri. “It’s an honor to be your friend.” “You are a great leader.” “I only say the truth.”
Terakhir, yang bikin orang-orang ngakak sekaligus geleng-geleng: “The children were beautiful.”
Satu lagi ngomong soal nasib dunia. Yang satu kayak lagi kencan pertama sama gebetan politiknya yang udah lama diidolain.
Suaranya antusias, senyum lebar, puji-pujian keluar mulu.
Bukan diplomasi, ini lebih mirip review 5 bintang di restoran mahal: “Makanannya enak, pelayanannya top, gue mau balik lagi!”
Yang bikin penasaran: kenapa tone-nya beda banget?
Xi lagi main catur 10 langkah ke depan, Trump lagi main personal branding.
Satu lagi ngomong soal kekuatan kolektif dan harmoni global. Yang satu lagi ngomong soal “kita temen baik ya, deal-deal besar nih, para CEO gue bawa semua buat bikin sejarah”.
Tapi ini bukan cuma soal gaya bicara doang, guys. Ini nunjukin dua pendekatan kepemimpinan yang jauh beda.
Xi mewakili mesin negara yang rapi, sabar, dan selalu mikir jangka panjang.
Trump? Dia tetap Trump: blak-blakan, emosional, dan percaya bahwa hubungan personal bisa nge-bypass semua aturan diplomasi.
Lucu sih, tapi di balik itu ada pertanyaan besar yang bikin mikir dua kali: Apakah ini strategi Trump buat “membuat deal terbaik” atau justru nunjukin AS lagi dalam posisi yang nggak sekuat dulu?
Karena yang namanya Xi, dia nggak gampang terpuji-puji. Dia denger, dia catat, tapi dia tetap pegang kendali narasi.
Sementara Trump keliatan excited banget, kayak akhirnya dapet kesempatan dinner privat sama “crush”-nya.
Ini 2026, dunia lagi penuh turbulensi—perang dagang, Taiwan, supply chain, bahkan isu anak-anak yang disebut Trump itu… entah kenapa terdengar random tapi memorable.
Satu sisi keliatan kuat dan visioner. Sisi lain keliatan… manusiawi banget, tapi juga agak desperate?
Intinya, tweet ini bukan cuma konten hiburan. Ini snapshot realpolitik yang lagi terjadi di depan mata kita.
Dua superpower lagi ketemu, tapi satu lagi ngomong bahasa buku sejarah, yang satu lagi ngomong bahasa “gue suka lo bro, yuk deal”.
Setelah denger penjelasan dari Bang Feri Amsari, jadi curiga ..
Jangan² pendukung wowo yg suka teriak² 'didanai soros', malah mereka yg sebenernya didanai soros 😆🤣
Yang hobi baca buku pintar alias RPUL kemungkinan besar tahu soal Aspal Buton.
Ini merupakan salah satu aspal alami di seluruh dunia.
Jika aspal biasanya adalah produk turunan dari minyak bumi, maka Aspal Buton cukup ditambang di sumbernya saja.
Pulau Buton dan sekitarnya itu punya salah satu cadangan aspal alam terbesar di dunia. Menurut Kementerian ESDM, potensi/cadangan sering disebut sekitar 270-650 juta ton.
Tapi meski ceritanya seindah di RPUL, Aspal Buton ternyata jarang dimanfaatkan di Indonesia..
Lah per 2024, 78% Aspal di Indonesia itu masih impor, guys. Artinya kalau Selat Hormuz meledak lagi, jalan-jalan kita yang rusak makin susah ditambal..
Kenapa? Ya karena minyak naik gila-gilaan.
Kita ini sebenarnya sudah ada pabrik aspal buton, cuman tetap aja pemanfaatannya dikit.
Soalnya Aspal Buton itu mahal untuk didatangkan (lokasinya jauh di Buton sana), biaya logistiknya tinggi.
Udah itu supply-chainnya juga belum semapan minyak bumi.
Dan Aspal Buton butuh standarisasi mutu, pengolahan dan teknik pencampuran. Agar konsisten dan bisa digunakan industri.
Sayang banget sebenarnya, padahal kalau maksimal, lumayan bisa mengurangi impor dan mengurangi biaya untuk memperbaiki jalan.