Pernyataan FIFA terkait goal Kroasia yang dianulir :
"Berdasarkan data yang diberikan oleh teknologi Connected Ball Technology yang tertanam di dalam Trionda, bola resmi Piala Dunia FIFA 2026, terbukti bahwa terjadi sentuhan oleh pemain Kroasia bernomor punggung 20, Igor Matanoviฤ, dalam proses terciptanya gol ke gawang Portugal. Hal tersebut memungkinkan wasit untuk dengan tepat menyatakan adanya posisi offside dan menganulir gol tersebut.
Sensor IMU yang tertanam di dalam bola Trionda mampu mendeteksi bahkan sentuhan sekecil apa pun. Data tersebut kemudian ditampilkan kepada penonton melalui siaran dalam bentuk grafik "heartbeat" (detak jantung), sekaligus memberikan kepada ofisial pertandingan tingkat data yang belum pernah ada sebelumnya untuk membantu mengambil keputusan dengan cepat dan akurat."
Waktu aku keterima beasiswa lanjut S2. Mamaku sibuk nyuciin tas dan bapakku ngelemin sepatuku depan rumah.
Terus ada tetangga iseng biasa basa-basi "ngapain pak banyak banget ini?".
๐งBapak gue
๐ง๐ปโโ๏ธTetangga gue
๐ง : "Iya ini benerin barang imel soalnya mau lanjut kuliah s2 biar bisa dibawa gausah beli lagi"
๐ง๐ปโโ๏ธ : "Kuliah s2 kan mahal pak"
๐ง : "Alhamdulillah dapet beasiswa pak dari kementrian keuangan" (bapak gue gatau LPDP taunya itu)
๐ง๐ปโโ๏ธ : "Ohhh iya itu *nyebutin nama anaknya* juga dapet beasiswa lanjut S2-S3 juga bisa tapi ga diambil. Wong semuanya dikasih beasiswa"
*Dia nyebutin beasiswa dari salah satu univ swasta*
๐ง : "Oh ya, saya ga paham. Dia mah apa apa ngurus sendiri"
๐ง๐ปโโ๏ธ : "Iya ngapain, mending kerja. Anak saya aja ga pernah ngambil"
Abis itu bapak gue nanya ke gue. Gue jelasin aja perlahan.
Najis bgt party pooper gabisa liat orang seneng๐๐
Ga lama gue denger obrolan bapak bapak kumpul. Ada satu bapak2 yang cerita abis makan ramen di mall, trs dia rekomendasiin tempat makan itu ke yang lain. Trs bapak gue bilang "oh saya udah pernah coba dulu ditraktir anak saya".
Waktu itu memang kami ditraktir kakakku abis gajian. Terus bapak bapak itu bilang
"Masa sih? Beda kali. Pak mono mah makan mie itu bukan ramen. Emangnya pernah makan ramen? udah pernah ke smb?"
Bapak gue sampe ngomong ngeyakinin dia kaya ga terima bapak gue pernah makan disitu.
"Masa sih pernah kesitu?" Berkali kali nanya ga yakin dan ga percaya bapak gue ke mall. Astaga.
YaAllah memang kami ni hidup dari saya kecil sampe besar bukan orang kaya. Tapi setelah kerja gue dan kakak gue berusaha banget ngasih experience dan nyobain hal yang orang lain biasa coba buat ortu.
Sejak itu kalo pergi ke suatu tempat, gue yang rajin bikin story di wa mama bapak gue. Emang kalo kehidupan kita jadi lebih baik gaboleh apa ya...
Anggaran negara memang sah-sah saja karena memiliki pos untuk bantuan sosial atau dukungan keagamaan.
Tapi eksekusinya berstatus sebagai program pemerintah, bukan wujud kebaikan hati satu individu pejabat.
Lagian ini jadi kayak ajang flexing kesalehan dan personal branding gratisan pake uang rakyat dah. ๐ค
Ironisnya, rakyat yang sebenarnya patungan membeli sapi tersebut lewat pajak malah bertransformasi jadi penonton yang memuji-muji kebaikan pejabatnya.
Moga aja warga terbuka melihat kenyataan ini
Ngomong-ngomong orang Gorontalo. Sebenarnya banyak tokoh nasional yang berasal dari Suku Gorontalo.
Contohnya? Sandiaga Uno
Famnya, Uno. Keturunan dari raja Unonongo. Sudah bangsawan dari sononya.
Selain Sandiaga, ada lagi nama-nama lain seperti:
- Rachmat Gobel (Panasonic)
- Arifin Panigoro (Medco Energy)
- Adhyaksa Dault (Mantan Menpora)
- Suharso Monoarfa (Mantan Kepala Bappenas)
- HB Jassin (sastrawan)
Termasuk nama-nama populer seperti Fajar Sadboy, Syifa Hadju. Bahkan Connie Bakrie pun bapaknya orang Gorontalo.
Padahal, penduduk Gorontalo itu tidak terlalu banyak. Di Provinsinya sekitar 1,25 juta orang menurut BPS (2022)
Yang gw lihat juga, tidak seperti Minang/Bugis/Batak, perantau Gorontalo itu tidak terlalu kelihatan dan menonjol daerahnya.
Orang2 tahunya tokoh2 ini orang Sulawesi, tapi ga banyak yang tahu mereka berasal dari Gorontalo.
Source gambar: ANTARA (Sandi Uno), Tempo (Sadboy)