Milan Adopsi Sistem NBA
Melalui video YouTube terbarunya, Jurnalis Matteo Moretto membongkar bahwa Milan saat ini tengah berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut dengan Markus Krösche untuk mengisi pos Direktur Teknis (atau Head of Football), berbarengan dengan negosiasi intens bersama Ruben Amorim untuk kursi Pelatih.
Kabar paling menyita perhatian adalah bagaimana Milan mengadopsi pendekatan ala NBA dalam membangun struktur organisasi baru mereka. Visi inilah yang pada akhirnya menjadi alasan utama mengapa klub gagal menemukan kecocokan dengan Ralf Rangnick, yang lebih memilih untuk membawa stafnya sendiri.
"Dari apa yang dikabarkan kepada saya, dan setelah memverifikasinya melalui berbagai sumber, Milan sedang berusaha meracik sebuah kelompok kerja yang baru. Ini adalah bagan organisasi bergaya NBA, dalam artian bahwa Pelatih, Head of Football, dan Direktur Olahraga semuanya akan direkrut secara spesifik dan independen oleh Cardinale, Zlatan Ibrahimovic, serta Massimo Calvelli," ungkap Moretto.
"Ketiga peran dan figur ini tidak harus memiliki koneksi satu sama lain sebelumnya. Milan menyusun kelompok kerja ini dengan memburu para profesional spesialis yang telah terbukti sukses di bidangnya masing-masing pada level klub."
"Di sisi lain, Rangnick menginginkan struktur yang jauh lebih terhubung dan terkoordinasi di bawah kendalinya. Baginya, sepak bola berbeda dengan NBA. Namun, Milan tetap mantap melangkah maju di jalur yang telah mereka pilih ini."
Status Krösche, Amorim, dan Target Waktu Penyelesaian
Terkait detail pembagian peran tersebut, Moretto memaparkan situasi terkini di meja perundingan:
"Sekarang beralih ke pembagian peran. Untuk posisi Head of Football, ada negosiasi tingkat lanjut dengan Krösche dari Eintracht Frankfurt. Kedua belah pihak sudah sangat dekat. Krösche kabarnya ingin membawa serta Timmo Hardung untuk menjabat sebagai Direktur Olahraga. Kita lihat saja apakah skenario ini memungkinkan."
"Selanjutnya, posisi pelatih. Milan tengah menjalani negosiasi tahap akhir dengan Ruben Amorim. Dia jelas menjadi nama prioritas di urutan pertama. Nama Matthias Jaissle memang belum sepenuhnya dicoret, tetapi untuk saat ini Amorim berada di posisi terdepan. Kesepakatan ini memang belum 100% tertutup rapat, tetapi Milan menargetkan semuanya bisa dirampungkan antara hari Senin atau Selasa ini."
Yg ngepost aja kaga pernah balesin komen yg mempertanyakannya?
Yg bilang jepang bakal masuk semi, perempat, itu cuma fans bola ato akun2 baru ikutan tampil di sosmed. Mereka ga pernah liat susunan bracket ko stagenya.
Gw kasih contoh ketika kita melihat bracket yg udah disusun dari athletic ini, gw yakin penggemar bola yg jeli merasa aware siapa yg akan bertemu siapa. Calon lawan peringkat 3 terbaik yg punya seabrek probabilitas aja bisa di susun dengan rapi sesuai urutan probability tertingginya.
@pawapabu The thing was, japan defenders were to deep in their line. There was still posibility after the loose ball, someone could cut back the first pass
What an angle! I didnt even notice that in my review. Nice catch! @midfield227
I initially thought Japan had packed the back line even as many as six players just to shut down Vinis movement during the 2nd half.
Your broad angle at Martinellis goal review made me realize the last Japanese defender briefly glanced and still tried to aware of his position.
https://t.co/6wrWqHdtK6
more dribbles = increased perceived threat
just let the dribbler dribble,he will atleast be a distraction at some point of the game
compensate his OOP definciency(if any) with hard working players around him(FB/No.8)
can be that basic cheat code to break low blocks
Kalau ada satu tanggal yang nggak akan pernah dilupakan David Beckham, itu adalah 30 Juni 1998. Babak 16 besar Piala Dunia 1998, Inggris berhadapan dengan rival abadinya, Argentina.
Tanggal yang sama hari ini dan berapa tahun lalu tuh ya? Yaa, tahun dimana poster alias pin-up pemain bola dikoleksi.
Memulai babak kedua Jepang dibuat kocar-kacir disisi kanan, abis golnya casemiro Jepang membuat pergantian dengan masukan bek kanan aslinya. Dan secara disiplin Jepang ngebuild pertahahan dengan blok sejajar 5 bahkan 6 pemain (lihat postingan sebelumnya).
Blok sejajar ini pastinya buat mempersempit ruang baik tekanan liuk-liuk vini (kanan) or endrick (kiri), atau antisipasi ruang2 dgn passing pendek diagonal. Semua berhasil sampe menit injury time.
Re-press atau tekanan balik nan terus menerus depan garis, bikin momen perebutan bola yg sempet kerebut (1) tapi cepet dipress (2) dan direbut balik ini (3) jadi petaka.
Ini brazil masih yakin kelemahan blok zonal bisa dibongkar dgn press, termasuk sentuhan/pass kecil (4) membuka ruang zonal yg udah keburu sejajar.
Positioning martinelli ini udah paling bener ga banyak bergerak cukup selalu di tengah antara 2 bek (5). Teruussss..ini yg paling penting, dengan sudut antara dia melihat pemain yg mau oper dan arah badan/kaki dia konsen menahan bola dgn ujung sepatu menghadap kedepan (6).
Dengan sedikit membuka kaki pas nerima passing dan nyiapin kaki sebelahnya buat shoot ini namanya body posture yg perfect.
Last, just let your imagination take over, dengan mendorong bola ke arah yg udah di "capture" di otak, dalam sepersekian detik dan sepersekian senti ruang martinelli berhasil menceploskan bola.
Matheus Cunha tertangkap kamera usai pertandingan mengangkat lima jari, sebagai simbol jumlah gelar Piala Dunia yang telah dimenangkan Brasil.
"Kami punya lima. Hormati itu."
Sindiran Cunha tersebut muncul setelah bintang Jepang Kento Shiogai sebelumnya mengklaim bahwa:
Brasil "bukan lagi kekuatan besar sepak bola" sebelum pertandingan dimulai.
________
Gw rasa ini Cunha marah ke fans pinggir lapangan yg mencemooh, bukan ke pemain jepang langsung.
(Dari foto kedua kelihatan anglenya)
🚨🇧🇷 Matheus Cunha reveals his reaction showing 5 World Cups to Japan player Kento: “I have nothing against Japan, they are great but he said some things about Brazil that we can’t accept”.
“It’s about respect for us and our shirt”. 👋🏼
Dari 22x edisi Piala Dunia sebuah pola yang sangat jelas: Eropa berjaya di kandang sendiri, sementara Amerika Selatan berjaya di luar Eropa.
Dan dari bracket ko stage yang sekarang prediksi sesama eropa dan amsel di semifinal bakal baku hantam. Jerman yang pertama kali naklukin benua amerika udah gugur.
Jadi konteksnya si yg posting emang kemana? Dia bilang overated ujungnya di juara pildun? Gw cuma melihat konteks Jepang ada peluang menang lawan brazil. Ranking dia buat jadi patokan Cahaya Asia sebetulnya udah tepat, tapi bukan buat juara piala dunia. Kita tunggu aja yg bikin post komen dia niatnya kemana?
Dari 22x edisi Piala Dunia sebuah pola yang sangat jelas: Eropa berjaya di kandang sendiri, sementara Amerika Selatan berjaya di luar Eropa.
Dan dari bracket ko stage yang sekarang prediksi sesama eropa dan amsel di semifinal bakal baku hantam. Jerman yang pertama kali naklukin benua amerika udah gugur.
𝐒𝐎𝐔𝐓𝐇 𝐀𝐌𝐄𝐑𝐈𝐂𝐀 🌎 9️⃣ - 3️⃣ 𝐄𝐔𝐑𝐎𝐏𝐄 🌍
South American teams are flying high this World Cup, winning 5 of their 7 games against European teams 👀
🇧🇷 Brazil 3-0 Scotland 🏴 ✔️
🇵🇾 Paraguay 1-0 Türkiye ✔️
🇪🇨 Ecuador 2-1 Germany 🇩🇪 ✔️
🇺🇾 Uruguay 0-1 Spanje 🇪🇸 ❌
🇦🇷 Argentina 2-0 Austria 🇦🇹 ✔️
🇨🇴 Colombia 0-0 Portugal 🇵🇹 🤝
🇵🇾 Paraguay (P)1-1 Germany 🇩🇪 ✔️
Klopp on that disallowed Germany goal: "If that's a disallowed goal, then Arsenal wouldn’t be English champions. They scored 60% of their goals like that." 💬
Kalau Brasil vs Jepang lebih ke duel teknik dan kecepatan, Belanda vs Maroko adalah duel dua tim yang sama-sama matang secara taktik.
Ada cerita emosional di balik laga ini, dimana beberapa pemain Maroko lahir atau besar di Belanda. Jadi pertandingan ini bukan sekadar duel dua negara, tetapi juga duel identitas dan budaya.