Jangan menyesali orang-orang yang telah hadir dalam hidupmu, sebagian dari mereka memberimu momen-momen indah, sebagian memberimu pengalaman, dan sebagian lagi mengajarkanmu pelajaran yang tidak akan kamu pelajari dengan mudah.”
Dibuang Ayah Ibunya, Anak Difabel ini Diangkat Anak Nenek Penjual Asongan Berjuang dimasa tua, mak yati jualan 10 km sambil gendong anak angkat difabel Dibawah terik matahari, ditengah keramaian kendaraan.
Terlihat ada seorang ibu tua yang tengah berjalan menjajakan jualan sambil menggendong seorang anak. Namanya Mak Yati (75thn) diusia yang sudah tua ini, beliau harus tetap berjuang mencari secercah harapan demi bisa makan.
baginya ini pilihan bukan keterpaksaan “Mak, ini siapa yang digendong?” Tanyaku
“Ini anak angkat emak, udah Emak urus dari bayi. dibuang sama orang tuanya”. Tutur Mak Yati Anisa(6thn) adalah anak malang yang tidak pernah tau asal usulnya, Ia dibuang orang tuanya sejak masih bayi 5 hari di teras rumah orang.
waktu itu Nisa sudah ditawarkan pada orang-orang untuk diurus tapi tidak ada yang mau. “Waktu itu Annisa sudah ditawarkan pada orang-orang, tapi gak ada yang mau. mungkin karena sudah tau kalo Nisa mengalami kelainan, kakinya kecil sebelah dan bengkok-bengkok. karena gak ada yang mau, ya udah emak aja yang rawat urus dan sayangi layaknya anak sendiri”. Tutur Mak Yati 6 tahun sudah Mak Yati mengurus putri seperti anak sendiri, kemana-mana dibawa, ke sawah dan jualanpun dibawa.
hingga kini usia Mak Yati sudah semakin tua. Belasan kilometer beliau tempuh untuk menjajakan jualannya. Rasa berat yang ada di punggungnya tidak pernah beliau hiraukan. Wajah polos yang selalu terlihat di bahu Mak Yati, menjadi penyemangat bagi beliau. Langkah Mak Yati tertatih tapi pasti, menawarkan dagangan namun banyak yang menolaknya.
Keliling jualan dari pagi hingga siang hari, Mak Yati baru dapat uang 8ribu. beliau belum mau pulang karena belum bisa beli beras untuk di rumah.
Sebagian besar penderitaanmu bkn berasal dari org lain, tp dari apa yg terjadi dlm dirimu sendiri
Pikiran, emosi, & pola pikirmu adlh yg menciptakan & melanggengkan rasa sakit itu
Itulah mngapa perubahan dimulai dgn kesadaran yg lebih luas, lebih butuh waktu & terus berusaha.
Intinya, yg bikin kita lupa diri, besar kepala, dan merasa paling benar itu hanyalah satu: saat kita tidak pernah ditegur. Nggak ada yg berani bilang kita salah. Seumur hidup, telinga kita hanya kenyang disuapi pujian, 'kamu benar,' 'kamu hebat, 'kamu luar biasa.”
لا يحتمل جنون الأنثى وغيرتها إِلا رجل أحبها بِصدق
Mereka tidak bisa bertahan atas kegilaan perempuan, kecuali, laki-laki yang mencintainya dengan benar-benar tulus.”
— William Shakespeare