Seperti kata Powell, di Indonesia pun, setiap anak, apapun latar belakang, agama, etnik dan rasnya harus bisa mimpi bahwa suatu waktu ia bisa jadi presiden.
“Apakah ada yg salah, misalnya, dengan seorang anak Amerika beragama Muslim berumur 7 tahun yang percaya bahwa dia bisa menjadi presiden suatu saat nanti?” lanjut Powell. Suatu penjelasan yg luar biasa dari Powell!
“Dia selama ini beragama Kristen,” kata Powell soal Obama. Tapi jawaban yg lebih tepat, lanjut Powell, adalah: “Bagaimana kalau Obama seorang Muslim? Apakah salah menjadi seorang Muslim di negara ini (Amerika)?”
Ini mungkin quote dari Colin Powell yang paling memorable dan meaningful. Dalam suatu interview, Powell membela Barack Obama yang dalam kampanye presiden 2008 diserang soal agama.
RIP Colin Powell. Foto ini diambil ketika saya mengikuti program Congressional Fellowship di Congress AS th 2002-2003.Saya sebagai anggota staff Komisi Hubungan Internasional DPR AS menghadiri rapat dg Powell sebagai Menteri Luar Negeri di Maret 2003.
Selama masa awal reformasi, saya sering melakukan aktifitas bersama Wimar (WW). Beberapa kali juga saya tampil di program talk show nya Perspektif. Komitmennya thd reformasi dan demokrasi luar biasa. #RIPWimar