komparasinya mimin akhirnya balik ke Malang dulu (wong ancen tonggone)
@kabarmalang@PeduliMalang
bagaimana sih, treatment para pelaku seniman di Malang?
beberapa hari yang lalu, sempat tergelitik dengan salah satu postingan dari pengusaha lokal yang ada di batu.
dia memberi statement di saat narasi antara "Sound Horeg" dengan festival kebudayaan lainnya.
hingga, ada satu kegelisahan yang muncul.
untuk menuju seniman yang punya fighting spirit, pride, dan kepemilikan terkait lokal yang jadi garis bawah adalah :
bagaimana input dan prosesnya.
sadar ga, batu itu ga kekurangan orang berkualitas kok, cuma kekurangan medium yang bisa mewadahi potensi.
@gakbenar satu hal yang sampai hari ini masih bergejolak di hati, kenapa landasan perilakunya seperti ngasih glondongan?
yang penting ada, yang penting keren.
kadang sampe sempet tercetus sih, pilihannya bisa merasa atau merasa bisa.
ujungnya, ini soal kemampuan memahami.
sebenarnya, ada kontradiksi di kejadian ini.
FYI, di pasar batu itu untuk ticketing parkir sudah mengadopsi seperti di mall.
tapi kenapa, kok bisa kejadian seperti ini bisa terjadi?
yo seduluran, yo kekancan, yo tonggo.
hari ini, ada info soal pelaku curanmor di pasar batu. (meskipun masih simpang siur, ya)
beberapa kali WA yang masuk bukan lagi soal blaming atau menyalahkan keadaan.
tapi, mengingatkan untuk tetap berjaga-jaga agar nggak terjadi di diri.
@gakbenar romantisasi teknologi hanya berhenti di hardware & software aja ya selama ini rasane?
jarang bahkan ga ada campaign soal brainware ini.
dan sangat setuju kalau ini adalah PR bersama.
satu yang utama, bukan lek jare versine @BiruSoftware adalah berkembang baik.
πππ
@aqshalrzq_ sebenarnya info soal ini juga beredar, sih.
malah kemarin, ada beberapa pedagang yang menginginkan balik agar temen2 jukir ini dihidupkan lagi daripada ticketing system.
katanya sih, jauh lebih aman ya.
digitalisasi atau pemanfaatan teknologi itu bukan hanya sekadar buat ajang seremonial atau agar terlihat keren.
tujuan utama dari pemanfaatan teknologi adalah efisiensi proses, bukan?
mau sampai kapan kita akan melayani teknologi terus?
tapi, di sisi inilah orang yang terkadang lupa.
untuk menjalankan sebuah sistem, butuh yang namanya regulasi.
bukan untuk menakuti, tapi dari regulasi ini akan menjadi standarisasi.
supaya apa? orang bisa merasakan manfaat dari teknologi.
@gakbenar dari info yang beredar, wis ketangkep i.
nah, ini sik lagi golek informasi awal sampe akhir e kok iso2 ne ada curanmor.
lek ga salah kan parkir e pasar batu sudah pake model e sistem di mall.
yo seduluran, yo kekancan, yo tonggo.
hari ini, ada info soal pelaku curanmor di pasar batu. (meskipun masih simpang siur, ya)
beberapa kali WA yang masuk bukan lagi soal blaming atau menyalahkan keadaan.
tapi, mengingatkan untuk tetap berjaga-jaga agar nggak terjadi di diri.
informasi yang beredar ini terbentuk secara kolektif, malah.
dan beberapa media lokal yang ada di Kota Batu belum ada yang mengabarkan soal ini.
ya, sebenarnya kontradiksinya disini ya. Tapi, satu hal yang disyukuri adalah warga setempat kembali jagongan.
gawe mbahas iku.