Kemarin mimin sengaja memilih diam dulu. Bukan karena tidak peduli, tetapi ingin melihat sejauh mana narasi yang beredar berkembang sebelum memberikan penjelasan berdasarkan data. Berikut mimin rangkum pertanyaan yang masuk melalui DM dan Komentar Infogempadunia baik di Facebook, Instagram maupun Threads.
1. Banyak yang bertanya, apakah gempa doublet M7.2 dan M7.5 di Venezuela benar-benar mengaktifkan seluruh jalur Ring of Fire, bahkan hingga berdampak ke Indonesia?
Jawabannya tidak.
Dalam dunia seismologi memang ada mekanisme yang disebut Coulomb Stress Transfer, yaitu perubahan distribusi tegangan akibat gempa yang dapat memicu gempa lain. Namun, mekanisme ini bersifat lokal, hanya memengaruhi sesar atau segmen yang masih saling berkaitan secara tektonik.
2. Lalu, kenapa banyak gempa besar terjadi dalam waktu yang berdekatan?
Setiap wilayah memiliki sistem tektonik, sumber gempa, dan akumulasi tegangannya masing-masing. Artinya, peningkatan aktivitas gempa di berbagai belahan dunia dalam beberapa hari terakhir tidak bisa dikaitkan langsung dengan gempa Venezuela. Tidak semua gempa besar di dunia saling memicu.
3. Lalu, apakah ada dampaknya untuk Indonesia?
Hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gempa di Venezuela dapat memicu gempa di Indonesia. Indonesia memang berada di kawasan tektonik yang sangat aktif. Jika suatu saat terjadi gempa besar, penyebabnya adalah pelepasan energi pada sesar aktif atau zona subduksi di Indonesia yang memang telah lama terakumulasi, bukan karena gempa di Venezuela.
4. Ada juga yang bertanya, apakah normal kalau hingga Juni 2026 sudah terjadi 9 gempa mayor? Bukannya biasanya sekitar 10-15 kejadian per tahun?
Jawabannya, masih normal.
Angka 10-15 gempa mayor (M≥7.0) merupakan rata-rata tahunan, bukan angka pasti. Jumlahnya bisa berfluktuasi setiap tahun. Sebagai contoh, 1989 mencatat 8 gempa mayor, sedangkan 2010 mencapai sekitar 24 gempa mayor. Jadi, angka 9 gempa mayor hingga pertengahan 2026 belum menunjukkan adanya anomali. Gempa bumi tidak mengikuti kalender, sehingga jumlahnya dapat berbeda-beda setiap tahun.
Padahal, pola beberapa gempa besar yang terjadi dalam waktu berdekatan seperti ini bukan pertama kali terjadi. Dalam sejarah sudah beberapa kali terjadi kondisi serupa.
Entah kenapa kali ini perhatian masyarakat justru terfokus pada gempa Venezuela, Jepang, lalu dikaitkan dengan Ring of Fire dan Indonesia. Padahal pada kejadian-kejadian sebelumnya, narasi seperti ini tidak terlalu mencuat.
Mimin tidak mengatakan Indonesia tidak akan mengalami gempa besar. Indonesia memang negara yang rawan gempa. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gempa di suatu wilayah dapat mengaktifkan seluruh Ring of Fire atau memicu gempa di Indonesia.
Tetap waspada itu penting. Tetapi jangan sampai kepanikan dibentuk oleh narasi yang tidak didukung oleh data dan kajian ilmiah.
Salam
@infogempadunia
#info #gempa #dunia
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
Ini contoh ragebait yang bahaya & jahat.
Judulnya sengaja bikin orang langsung marah ke @KomnasPerempuan, seolah membela pelaku Taufik yang aniaya YTR.
Padahal berita itu soal peringatan Hari Anti-Penyiksaan Internasional (26 Juni). Komnas Perempuan jelasin kalau kasus ini belum memenuhi definisi "penyiksaan" menurut standar PBB (UN Convention Against Torture).
Karena definisi penyiksaan di konvensi PBB butuh unsur keterlibatan negara (pejabat publik atau dengan persetujuan mereka).
Bukan berarti perbuatan Taufik gak kejam, itu jelas kekerasan berat yang harus diproses hukum pidana (UU PKDRT atau KUHP).
Komnas justru sedang ...
Akhirnya terjadi yang saya khawatirkan. Ini bukan semata karena UKT naik, tapi karena pemerintahan Presiden @prabowo menganggap calon mahasiswa dari keluarga yang penghasilannya 2,5juta dari Provinsi dgn UMP Rp2,4juta, dianggap anak orang kaya yang mampu membiayai UKT nya secara mandiri, Sehingga tidak berhak mengakses KIPK.
Kebijakan edan !!!
Dikasih kuasa menjadi seenaknya, malah membuat kebijakan yang sudah baik, jadi buruk.
The Earth just experienced FOUR significant earthquakes in a single day.
First, it was a Magnitude 5.6 in California’s Redwood Valley.
Then, 7 hours later, a devastating “double” quake inflicted massive destruction in northern Venezuela. The first one at Magnitude 7.2, followed by an even larger Magnitude 7.5 only 39 SECONDS later.
Finally, a mere 25 minutes after the Venezuela twins, a Magnitude 6.9 marine earthquake struck offshore of Kuji, Japan.
Very rare to see this much seismic activity across the globe in such a short period of time.
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
Ada yang bisa bantu dapetin kontak ibu Hasrianti ini ga?
Ada program insentif Rp 1,5 juta/bulan untuk guru2 berdedikasi yang gajinya sangat kecil (apalagi yang ga digaji) dari Perkumpulan BHACA. Syaratnya udah mengabdi lebih dari 5 tahun, prioritas usia >50 tahun & di daerah pelosok.
Bantu sebarkan ya, thanks 🙏
sembilan ratus tiga belas kali kita berdiri, dan sembilan ratus tiga belas kali pemerintah menutup mata, telinga, bahkan hati mereka. tujuan kami tetap satu: lawan impunitas! hidup korban, jangan diam, lawan! #Kamisan
Masih dari Venezuela dan kali ini kita akan membahas sesuatu yang dipertanyakan banyak orang.
1. Apa benar korban meninggalnya 100.000 jiwa seperti yang diberitakan?
Tidak ya, angka itu merupakan estimasi dari pemodelan oleh USGS yang diukur dari beberapa indikator seperti Area Guncangan Gempa, Intensitas Gempa dan padat atau tidaknya wilayah yang terdampak.
Hingga saat ini per jam 17:30 WIB jumlah korban meninggal sekitar 164 orang dan luka-luka sebanyak 700 orang. Gempa terjadi sore hari, menjelang matahari terbenam, sehingga evakuasi dilakukan saat malam dan itu agak menghambat proses evakuasi sehingga evakuasi besar-besaran akan dilakukan saat matahari terbit.
2. Kota Caracas kan jauh min, sekitar 150 km dari Pusat Gempa. Kok kerusakannya besar ya, seperti di pusat gempa aja.
Jadi begini, mekanisme gempa doublet ini adalah patahan geser (strike-slip). Luas bidang patahan yang bergerak diperkirakan mencapai sekitar 150 × 20 km. Artinya, yang bergerak bukan hanya satu titik tempat episentrum berada, melainkan sebidang patahan yang sangat panjang, sekitar 150 km.
Jadi secara tidak langsung, walaupun Caracas berjarak sekitar 150 km dari pusat gempa, sumber guncangannya bukan berasal dari satu titik saja. Energi gempa dilepaskan sepanjang bidang patahan yang bergerak tersebut, sehingga guncangan kuat masih bisa dirasakan hingga jarak yang cukup jauh.
Contoh yang mirip adalah Gempa Palu 2018. Meski pusat gempanya berada di Sirenja, Donggala, hasil pemodelan menunjukkan bidang patahan yang bergerak memiliki ukuran sekitar 150 × 30 km dan memanjang ke arah selatan dari pusat gempa. Data geodetik dari citra satelit juga memperlihatkan jejak patahan yang terlibat sekitar 150 km. Karena itulah Palu mengalami kerusakan yang sangat besar, meskipun lokasi episentrumnya berada di Donggala.
Prinsip yang sama berlaku pada Caracas. Saat menilai potensi dampak gempa besar, kita tidak bisa hanya melihat jarak terhadap episentrum. Yang tidak kalah penting adalah seberapa panjang dan luas bidang patahan yang ikut bergerak, karena di situlah energi gempa sebenarnya dilepaskan.
Video dari Carlos_chavez_1995
#info #gempa #dunia
Two powerful earthquakes measuring 7.2 and 7.5 magnitude struck near Venezuela's capital, Caracas, causing extensive damage and raising fears of a high casualty toll, according to the US Geological Survey.
Al Jazeera's Teresa Bo reports from Bogota.
The spectacular phenomenon of a "Meteor Shower" accompanied by the "Glowing Lava Avalanches" of Mount Merapi was captured by the Janur Merapi CCTV in Magelang, Central Java. On June 19, 2026, between 03:15 and 04:20 WIB, approximately 17 meteors were observed streaking across the sky over the east-southeastern side of Mount Merapi during this one-hour period. - Fenomena spektakuler "Hujan Meteor" + "Guguran Lava Pijar G. MERAPI" terekam di CCTV Janur Merapi - Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni 2026 pukul 03:15 - 04:20 WIB dinihari, selama periode tersebut ± 1 jam teramati "17" kali meteor melintas di langit sisi timur-tenggara G. MERAPI.
===
@Mas_Annadwi
(CCTV Janur Merapi)