ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
Ia mendapati si kembar masih tergeletak di kasur, mata terpejam.
“@Benderunga, woy, bangun!” katanya mengguncang tubuh itu.
“Ayo… gue pen nyabu.” lanjutnya.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
@Benderunga ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
Sesuai prediksi kepala, mereka berdua berguling menghantam setiap anak tangga. Bagian belakangnya terasa ngilu dan saat rebah pun Mandanu meluapkan amarahnya dengan menendang pelan perut Mandaru,
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
Ia mendapati si kembar masih tergeletak di kasur, mata terpejam.
“@Benderunga, woy, bangun!” katanya mengguncang tubuh itu.
“Ayo… gue pen nyabu.” lanjutnya.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
@Benderunga ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
Surai hitamnya terjenggut; tak mau kalah, ia membalas serupa. “Kandiak!” umpatnya, lalu menggigit tengkuk Mandaru @Benderunga, tanpa sadar, di hadapannya sudah menanti tangga.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
@Benderunga ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
Sebuah tendangan mendarat telak di bokongnya; Mandanu tersungkur, kepala lebih dulu. Ia bangkit seketika, meraih kaki Mandaru @Benderunga, menyeretnya jatuh.
“Bajingaaan!” geramnya, menarik kolor. “Gue laper, anjing. Ayo nyabu.”
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
⠀
⠀
Kutaruh pelbagai bungkusan di atas meja, buah tangan khas kota Bandung yang kubeli semalam, kusejajarkan rapi agar adik-adik tinggal mengambilnya saja nanti.
⠀
⠀