#intinyadeh petani Luis David Hutabarat & rekannya diduga dianiaya anggota TNI & pensiunan TNI yg jd keamanan PT Agrinas Palma Nusantara, Labuhanbatu Utara.
Dituduh nyuri sawit, motor dicegat, dianiaya, leher diinjek, Luis tewas.
Warga yg marah bakar 5 bangunan PT APN.
(1/2)
Cara membedakan aksi demo bayaran atau murni gerakan rakyat di Indonesia itu gampang banget.
Kalau demonya dijaga aparat, bahkan dibiarkan bebas berarti berpotensi demo settingan penguasa.
Kalau demonya dihalangi mati-matian sama aparat, bahkan disuruh bubar, itulah demo yang sesungguhnya demi kepentingan rakyat.
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta bertemu tiga advokat dan seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.
Dua dari empat orang tersebut diduga memiliki rekam jejak digital dan hubungan samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum milik pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. https://t.co/hvmKkck4rc
BBC News Indonesia nerbitin investigasi panjang soal Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta, perempuan adat Marind-Anim dari Merauke yang selama 2 tahun vokal nolak PSN.
Tiba-tiba pergi dari kampungnya 23 Mei, muncul di Jakarta, terus LAPORIN koalisi masyarakat sipil yang selama ini nemenin dia ke Polda Metro Jaya.
Mama Yasinta pergi di hari yang SAMA pas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dateng ke Kampung Wanam. Keluarganya juga ragu dia punya duit buat terbang ke Jakarta, selama ini cuma jualan sayur di pasar.
Di Jakarta, Yasinta ketemu 3 advokat + 1 perempuan Papua asal Mimika bernama Eka Kora. Dua dari empat orang ini punya jejak digital yang nyambung ke BIN. Salah satu advokat kerja di firma hukum milik pengurus DPP Gerindra.
Soal Eka Kora: dia pegawai Kemenag Mimika yang pada 2022 jadi orang nomor satu di Papua Muda Inspiratif, komunitas yang dibentuk & dibina BIN. Pembina utamanya pejabat BIN.
Di video klarifikasi, Eka bilang "kebetulan ketemu" Yasinta di Jakarta dan "diminta temani". Tapi dia juga tiba-tiba deny pernah ada di Papua Muda Inspiratif, padahal jejak digitalnya ada.
Salah satu pengacara Yasinta, Tongku Daulay, kliennya adalah Ahmad Dedi, pejabat Bea Cukai yang lagi diperiksa KPK soal kasus suap impor, sekaligus bendahara di organisasi sayap Gerindra. Tempo bahkan nulis dugaan Dedi juga staf ahli BIN & Kemenko Polkam.
Pengacara kedua, Feri Kurniawan, teridentifikasi bekerja di firma Ahmad Fatoni & Partners, milik Wakil Sekjen Bidang Advokasi DPP Gerindra, yang juga pernah jadi kuasa hukum Prabowo di sengketa Pilpres 2024.
Semua pihak kompak bantah, tidak ada konspirasi, tidak ada pembiayaan, tidak ada keterlibatan militer.
Tapi pola koneksinya terlalu rapi,
BIN → Gerindra → advokat → perempuan Papua yang selama ini lawan PSN, tiba-tiba balik arah dan laporin pendampingnya sendiri.
Yang perlu dijawab publik:
siapa yang beli tiket pesawatnya?
kenapa advokat berlatar Gerindra yang turun tangan?
kenapa Eka Kora deny afiliasi BIN-nya padahal rekam jejaknya ada?
Baca investigasi lengkap BBC News Indonesia 👇🏼
Pak Anies memasak 🔥
Orang pinter kalo ngeroasting bikin mikir dan cuma yg akalnya nyampe yg paham😭
Masyarakat kita emang ga ramah sama majas satir.
Lagu mas bahlil ganteng yg sebenernya meme satir buat kritik pemerintah aja lama-lama jadi hiburan yg bikin masyakarat simpati sm bahlil.
Jadilah songwashing. Persepsi warga tentang kondisi atau figur politik itu berusaha diubah pake lagu yg catchy.
Kalo pak anies ini satire versi akademisnya 🤣
Pertanyaan trivia yang kedengerannya innocent tapi ujungnya: bapak pendidikan Indonesia jabatannya cuma 3 bulan hehehehe 🙂
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
Direktorat Jenderal Palak menolak narasi @TheEconomist yang terus mendiskreditkan Indonesia.
Penolakan ini berdasarkan pada pernyataan Menkeu Purbaya yang mengkategorikan media ini sebagai media bodoh.
Bodoh karena masyarakat sudah tau bobroknya pemerintah. Ga usah diumbar lagi.
Selama Nadiem jadi menteri yang paling membekas tuh keluar istilah "komersialisasi pendidikan", kenaikan UKT yg tinggi bgt, sampe ada regulasi PTN BH. Ini masih ada data pas rapat isu semasa aku masih di persma
Aku inget banget di base, ada beberapa cerita soal mereka sampe mengundurkan diri karena dapet golongan paling tinggi pembayaran IPI pas pendaftaran mahasiswa baru
Terus yg paling parah Sekjen blunder bilang "pendidikan tinggi hanya kebutuhan tersier"🫠
Kepada para guru yang berkampanye membela Nadiem Makarim, saya ingatkan:
Nadiem menghapus pasal Tunjangan Profesi guru dalam draf RUU Sisdiknas 2022. RUU ini didukung oleh influencer papan atas. Cek aja.
Untung dilawan oleh berbagai pihak dan organisasi guru. Akhirnya gagal. Itu alasan saya aktif di x, 2022.
So, kalau anda sekarang adalah guru, menikmati sertifikasi guru, tapi ikut berkampanye untuk kasus Korupsi Nadiem Makarim. Minimal anda malu.
Punteun, yang menghapus rekrutmen CPNS Guru itu terjadi di era beliau.
Jutaan guru kami sekarang terjebak dalam skema PPPK yang dimana, guru guru kami terancam putus kontrak jika kemampuan fiskal daerah tidak mendukung
Dan kini, anggaran pendidikan sendiri telah dipangkas oleh MBG. Ini jelas jelas berpengaruh terhadap pengurangan dana transfer ke daerah khususnya soal anggaran pendidikan
Dan setiap 5 tahun, guru guru kami was was soal keberlanjutan karir mereka & ini bukan masalah kinerja baik/buruk, ini soal anggaran daerah. Apalagi ini guru ASN yang jumlahnya mencapai jutaan
gak sih...
nadiem memang reseh kok.
sengaja ga bayar tukin dosen di dikbud.
peduli setan, dg kondisi dia skrg.
gausah ngomongin keadilan, kalau sejak dari pikiran dia ga adil.
Tekbro ini apa ga tahu??
Nadiem pernah melakukan kesalahan fatal terhadap para dosen.
Tahu ga soal apa? TUKIN
GAGAL DIBAYAR OLEH Mendikbudristek era Nadiem (2019-2024) karena KELALAIAN.
Ini bukan tuduhan, ini kaTa Ombudsman.
Menurut Ombudsman, Kemendikbudristek terbukti:
1. Gagal mengusulkan kelas jabatan ASN, termasuk dosen ASN, kepada Menpan-RB.
Akibatnya fatal: Tukin DOSEN belum punya dasar hukumnya
2. Tidak mengajukan Rancangan Perpres tentang Tukin Dosen dan tidak mengajukan kebutuhan anggaran kepada Kementerian Keuangan.
Akibatnya, Tukin TIDAK TERBAYARKAN.
3. Kemendikbudristek menyimpangi prosedur dengan menerbitkan Keputusan Mendikbudristek No. 447/P/2024 tetapi TANPA melalui persetujuan Kementerian Keuangan terkait alokasi anggaran.
Simpelnya, NADIEM GAGAL melakukan kewajiban administratif untuk membayar tukin para dosen.
Ya jangan heran dosen dan tendik marah-marah dan jadi personal ke Nadiem..
Source Gambar: https://t.co/EfY1HUtMDV
Problem Nadiem di sini adalah typical elit Jakarta: merasa paling pinter dan ga butuh belajar kondisi nyata, terutama di daerah. Iya he eh tau mereka pinter, belajarnya sampe ke amerika segala. Tapi ya kalo empirics di lapangan ga paham, proses jalannya aturan ga paham, ya gini.