Cowoku bintara TNI ad, Aku pacaran 3th nemenin dia dari minus, dari yang kemana mana masih naik motor Jupiter kehujanan, kepanasan, kebanjiran udah biasa. dia selalu aku support, aku temenin, aku bantu, aku back up sepenuh hati bertahun-tahun. tapi ibunya ga setuju sama aku, ibunya selalu ngerendahin aku, selalu nyuruh cowoku buat putusin aku hanya karena aku kerjanya jualan online, padahal dari usahaku aku bisa bantu belasan pencari nafkah tiap harinya, omsetku perhari juga 2-3 lipat dari gaji
dia sebulan sebelum dipotong bri dan sisa 1-2jt aja selama bertahun-tahun. Btw aku jg kuliah yaa. Kata ibunya aku ga setara sama mereka, cowoku lebih pantas sama pns, dokter, kowad dsb.
Aku belum pernah ketemu atau sekedar telpon sama ibunya, kalau dari background jujur aku dari keluarga cukup terpandang didaerahku dari dulu, sedangkan keluarga cowoku brokenhome, & setauku keluarga cowoku masih tinggal bareng bareng (kakek, nenek, ibunya, tantenya) tinggal di pinggir kali agak kumuh dan masih masuk gang sempit yg cukup hanya untuk satu motor.
Ibunya jualan kerupuk, bpknya jualan ketoprak (udh cerai), tapi entah kenapa ibunya selalu ngerendahin aku bgt, tiap aku tau ibunya bilang gitu aku selalu diem. Dan cowoku selalu ngikutin apa kata ibunya, katanya ibunya ttp kekeh gamau. Kenapa sih kok ada ibu yg sejahat itu?
Lagian jualan juga pekerjaan yg halal, dari hasil jualan pun mereka pernah makan uang ku. padahal aku selalu baik dan bantu in cowoku juga adeknya, selalu support anaknya bahkan disaat anaknya terpuruk tanpa keluarga nya tau. sekarang cowoku kuliah D4 di malang dan ya makin semena mena mereka.
Padahal orang tuaku nerima cowoku dengan sangat baik, udah kaya anak sendiri. Cowoku juga sebenarnya baik dia rela PP mlg-pkl tiap 2minggu/sebulan sekali tapi yaa itu keluarganya toxic banyak yg nyetir (ibu & keluarganya) 🥺
cc : honeysugarrr1
[ Mengenal Istilah U=U atau Undetectable = Untransmittable ]
Mungkin ada beberapa teman-teman yang sudah paham mengenai istilah U=U atau singkatan dari Undetectable = Untransmittable yang jika diartikan dalam bahasa indonesia menjadi Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan (TD = TM) dalam kesehatan seksual terutama HIV. Namun masih banyak yang belum terinformasi atau bahkan misinformasi yang beredar, mari kita bahas penjelasan, dasar penelitian, upaya menuju U=U, dan usaha mempertahankannya 😉 coba aku rincikan dengan bahasa bayi yah, yang mau diskusi juga, sambil dibaca pamfletnya yah. #HIV #ODHIV #AIDS #PLHIV
Source : Aidsmap
A thread ⬇️
Ytta !
Kok bisa ya lolos jadi finalis male Pageant .. emang ga di kroscek double cek apa gimna... Pdhl video nya viral banget Rekam Jejak sosial media itu berat banget
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Merinding 😰
kemugkinan sih Disseminated Cysticercosis.
Bisa trjd klo kamu nelen telur cacing pita babi, yg didapat dari air/makanan yg terkontaminasi feses orang yg ada telur cacing tsb.
Sehabis ketelen, telur td netes di usus halus, terus ngelepasin larva awal.
Larva ini nembus dinding usus, lalu nyebar lewat aliran darah ke berbagai jaringan tubuh, macam otot, kulit, mata, bahkan otak.
punya kenalan dari Tsinghua, phd student orang China asli. kami diskusi2 santai saat conference, lalu keluarlah dari mulutnya nama Stella, karena dia nanya kondisi riset sains di Indonesia, dia tahu karena suami si Stella ini faculty di Department of Physics, dan juga Stella dulu juga ngajar di Tsinghua. kwkwk...
what can i say...
dengan sigapnya aku mengatakan the future of research and education is still dark under her leadership. haha
“HIV ITU HOAX. AIDS ITU AKIBAT MINUM ARV.”
Saya mau cerita tentang sesuatu yang saya lihat dengan mata kepala sendiri.
Seorang abdi negara datang dengan tubuh kurus dan ceking.
Dia memakai jaket, topi, masker—seluruh tubuhnya tertutup rapat.
Saat masuk ruang perawatan, perlahan dia membuka semuanya.
Baru saya mengerti apa yang selama ini dia sembunyikan.
Seluruh tubuhnya melepuh.
Dari kepala sampai ujung kaki kulitnya terkelupas.
Luka di mana-mana. Nyeri. Gatal.
Mulutnya penuh luka dan jamur.
Jangan tanya apakah dia bisa makan.
Tentu hampir tidak bisa.
Dia juga diare, batuk, lemah sekali—gambaran yang sering kami lihat pada pasien dengan HIV stadium lanjut yang imunitasnya sudah jatuh.
Setelah keluar dari perawatan, kami belum langsung mulai ARV.
Kami stabilkan dulu kondisinya.
Saya berikan Cotrimoxazole selama 2 minggu untuk mengobati infeksi oportunistik, plus obat jamur dan terapi untuk keluhan kulitnya.
Dua minggu kemudian, dia datang kontrol.
Saya lihat perubahan.
Luka-luka di tubuhnya mulai mengering.
Mulutnya jauh membaik.
Dia sudah mulai bisa makan.
Berat badannya naik 1 kg.
Keluhan yang dulu menyiksa perlahan berkurang.
Saya ikut senang melihatnya.
Lalu kami mulai ARV.
Sebulan kemudian dia datang lagi.
Kali ini… tanpa masker.
Wajahnya bersih.
Matanya hidup.
Tubuhnya tegap.
Ternyata dia pria yang sangat gagah—tinggi, berwibawa.
Memang masih ada bekas luka di sana-sini.
Tapi dia sudah sangat berbeda.
Jadi ketika ada orang yang belum pernah merawat pasien HIV, belum pernah melihat pasien sekarat karena infeksi oportunistik, lalu datang mengajari saya bahwa:
“HIV itu ilusi.”
“ARV yang bikin AIDS.”
Maaf.
Saya tidak bisa menukar ratusan bukti nyata dengan teori konspirasi dari internet.
Saya sudah melihat terlalu banyak nyawa tertolong oleh Antiretroviral therapy.
Saya melihat orang yang tadinya tidak bisa makan… kembali makan.
Yang tadinya tinggal tulang… kembali berisi.
Yang tadinya menunggu ajal… kembali bekerja, merawat keluarga, dan hidup normal.
Opini boleh.
Curiga boleh.
Bertanya juga boleh.
Tapi jangan sampai ketidaktahuan membuat kita menyesatkan orang lain.
Karena satu postingan yang salah…
bisa membuat seseorang menolak pengobatan.
Dan pada HIV, menunda terapi bisa berarti kehilangan nyawa.
Ilmu kedokteran bukan dibangun dari omong kosong atau copy-paste status.
Ilmu dibangun dari penelitian, data, dan bukti nyata pada manusia.
Dan saya sudah melihat buktinya sendiri
“Kalian melihat teori di layar.
Kami melihat pasien di depan mata.
Kalian membaca rumor.
Kami menyaksikan siapa yang hidup… dan siapa yang meninggal.”
Pernyataan dari Dr. @Febelin Idjie ElsaMom
After 15years of surviving on the life saving Anti Retroviral Therapy (ART), I tested HIV negative today.
This is to let y'all know that the power of being virally undetectable is so insane however I still live with HIV regardless of these HIV negative results and I can not pass the virus to my sexual partner.
Meskipun obat ini harganya puluhan juta rupiah, tetapi untuk pasien kanker, harganya sebanding dengan harapan yang diberikan.
Namanya Pembrolizumab (Keytruda). Obat ini cara kerjanya nggak membunuh sel kanker secara langsung. Tapi sebaliknya, obat ini bantu bangunin sistem imun biar bisa mengenali kanker yang selama ini bersembunyi darii pertahanan tubuh.
Masalahnya, beberapa sel kanker seolah-olah sangat pintar, dimana mereka bisa nyamar sehingga dianggap sebagai sel normal oleh tubuh. Akibatnya, sel imun nggak bakal menyerang mereka.
Nah, pembrolizumab bantu bukain penyamaran itu sehingga sel imun bisa lihat mana yang kanker dan mana yang bukan.
Karena itulah obat ini disebut imunoterapi. Pada beberapa pasien, terutama yang kankernya sudah menyebar atau sulit dioperasi, obat ini bisa memberikan hasil yang sangat baik.
Meski begitu, tidak semua jenis kanker atau semua pasien akan merespons pengobatan ini dengan cara yang sama.
Nama: Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono
Gelar: S.Sos., https://t.co/yPQ8FcYE7l., https://t.co/UHNnyZmslO.
Profesi: Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat
Korps: Artileri Medan (Armed)
Angkatan Akmil: 1997
Status: Perwira aktif TNI AD
Jabatan saat ini: Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta.
Keluarga
Istri: Ny. Dhieta Yuniar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro.
Informasi mengenai tanggal lahir, tempat lahir, nama orang tua, dan jumlah anak belum dipublikasikan secara resmi dalam sumber terbuka yang dapat diverifikasi.
RIWAYAT PENDIDIKAN
✅ Akademi Militer (Akmil) – Lulus tahun 1997
✅ Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos.)
✅ Magister (https://t.co/yPQ8FcYE7l.)
✅ Magister Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM) – lulus dengan predikat cum laude.
RIWAYAT KARIER
Awal Karier
Setelah lulus Akmil 1997 ditempatkan di kecabangan Artileri Medan.
Bertugas di berbagai satuan tempur dan teritorial TNI AD.
Jabatan yang Pernah Diemban
Komandan Batalyon Armed 10 Roket.
Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad (Staf Personel Angkatan Darat).
Komandan Korem 072/Pamungkas
3 April 2026 resmi menjabat Danrem 072/Pamungkas menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
Pelantikan dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat.
Memimpin wilayah DIY dan eks Karesidenan Kedu.
WILAYAH TUGAS DANREM 072/PAMUNGKAS
Korem 072/Pamungkas membawahi wilayah:
Kota Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kabupaten Bantul
Kabupaten Gunungkidul
Kabupaten Kulon Progo
Kabupaten Magelang
Kota Magelang
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Kebumen
GAYA KEPEMIMPINAN
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dikenal sebagai perwira yang menekankan:
✅ Disiplin dan profesionalisme prajurit
✅ Integritas dan loyalitas terhadap tugas
✅ Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat
✅ Pentingnya pendidikan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.
FAKTA MENARIK
✅ Alumni Magister Ketahanan Nasional UGM.
✅ Memiliki kombinasi latar belakang militer dan akademik yang cukup kuat dibanding banyak Danrem lainnya.
✅ Aktif menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk UGM.
✅ Bersama istrinya aktif dalam pembinaan Persit dan kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Korem 072/Pamungkas.
jadi ceritanya ada aparat kita tercinta yang lagi ikut event lari
dimana kita ketahui event lgi ada tiket
waktu acara ternyata bapak ini bawa ajudan lah 1 orang dan tidak ada tiket
pihak panitia lari lalu memberhentikan ajudannya tapi sang bapak marah
itu ajudan gw mau apa lu
itu pengawall gw, gw tandain lu
Tolong kawal panitianya ya temen-temen terlebih yang punya akses ke MJM nya🙏🏻