intinya deh semalem dia live sma sirkel sampahnya itu ngatain mark
1. mark egois krn out
2. abangnya mark jobless mknya ngintilin mark trus
3. blg "kalo gue SM gue buat berita yg ngga2 tentang mark"
gue dkirimin live dia sm tmen gue jdi gue join trs dengerin, akhirnya gue komen-
2 gajah mati, di kab. muko-muko bengkulu 😭😭😭
ditemukan proyektil didalam gajah
01/05/26
🌱 Penemuan bangkai induk dan anakan gajah Sumatra di wilayah konsesi PT BAT (kebun sawit), Kab. Mukomuko, dalam kondisi membusuk, namun organ penting seperti gading masih ditemukan utuh.
🌱 Tim BKSDA Bengkulu bersama kepolisian telah melakukan nekropsi dan pengambilan sampel laboratorium untuk memastikan apakah penyebab kematian karena penyakit, racun, atau faktor lainnya.
😭😭😭
Setelah gajah Sumatera ditemukan mati 2 ekor kini ditemukan lagi se-ekor harimau Sumatera di temukan mati di bentang alam seblat bengkulu.
Kamis 30 april 2026 Bengkulu.
Buk @susipudjiastuti 🙏
Source: https://t.co/QoM5DRCGY4
hi… 🥺
have you been doing well??
lately i feel like i’ve only been sharing heavy & serious things with czennies, so honestly my heart hasn’t felt very at ease & i feel sorry… but i think today might be my last bubble for a while… so i’m sending this message today with a heavy heart too..ㅠ
i never imagined a day like this would come, or that i’d be saying something like this directly to you like this..ㅠ but as i write this, it feels strange that it doesn’t even feel realㅠ
while you’ve been receiving my bubble, if even just a little you gained strength from it, and if there were moments where my messages gave you even a bit of good energy to get through your day, then i think i’d be really happy, and really really relieved and thankfulㅠ i couldn’t send bubbles super often, but every time i did, i always meant it sincerely and hoped you’d gain strength from it.. 🥺
honestly, when i read your messages, there were so many times i gained strength too, even if you might not realize it. even now, when i read your messages, there are so many moments where i feel comforted and my heart feels warm.
this space called bubble was always fun in that sense & i think i was even happier because you enjoyed it together with me.
but because of that, the fact that my bubble is ending after today might be really sad for you & i’m worried it might make things hard for you, so my heart feels really heavy..
i’ve been working hard on lots of different things. i think i’m working with many different people, in many different ways, and making music! i’m also going around looking for inspiration and experiencing a lot of different things.
i’ll come back to you and czennies soon with a new side of me & new music. i heard that some of you were worried i might retire… i know this is a time where both you & the members might have a lot of worries, so i want to comfort you and be your strength as soon as possible. i’ll really do my best. but not just simply working hard and coming back, i want to truly grow. and i’ll come back with music made from new ways of expressing that growth. you’ve told me a lot that you like hearing my stories… so i’ll try to put more of my stories into my music. i’m also spending this time thinking deeply about myself, finding myself again, and looking for new inspirations to express myself in new ways.
i’ll also prepare a new way to communicate and come back soon. i’m sorry it feels like you’re just waiting… you waited a lot even during my solo album… but this time too, i’ll make sure to repay you with something even better for making you waitㅠ let’s take this time as a moment for both of us to grow, and meet again soonㅠ
it’s not like we’ll never see each other again, but i’ll really miss you. really. i’m not going anywhere, so please don’t be too sad or have a hard time, just wait a little. i’ll come back soon.
thank you so so much for bubbling with me, listening to my stories, always being my strength, making me laugh, and sharing fun stories with me. thank you for always being so kind to me… we’ll meet again soon!
today, tomorrow, and the day after, fighting. 🥺
i sincerely hope you sleep well on all the nights without my messages for a while 🥺
once again, thank you so much & i love you 💚❤️
mood gue bulan april :
1. nangisin mark
2. masih nangisin mark
3. mulai ngakak era bengkelnya dreamies
4. balik nangisin mark
5. kangen mark
6. nangisin haechan
7. stress gegara mikirin haechan
8. misuh2in agensi dajal
9. kangen mark
10. cengar-cengir liat mark update
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.