review & tips MagangHub by @wonthislyfe ✨
Di batch 1, aku daftar semuanya yang nggak sesuai jurusan. Waktu itu cuma lihat peluang dan lokasi penempatan (2 Jatim, 1 Jakarta). Hasilnya? Nggak ada yang lanjut.
Baru tahu juga kalau salah satu BUMN yang aku daftar ternyata memang mengutamakan pelamar sesuai jurusan, bahkan seleksinya langsung screening CV.
Akhirnya di batch 2 aku ubah strategi: cuma apply yang sesuai jurusan Matematika dan pilih lowongan yang peluangnya masih besar (rasio pendaftar masih di bawah 1/10). Aku juga daftar ke 2 kementerian karena penasaran gimana rasanya
di instansi pemerintah 😂
Alhamdulillah dua-duanya lanjut interview, dan akhirnya diterima di salah satunya.
Dari pengalamanku, yang bisa aku simpulkan:
•Kalau bisa, daftar yang sesuai jurusan. Kalau nggak, pastikan CV kalian oke dan coba apply ke perusahaan besar karena biasanya screening-nya lebih fair (contohnya temanku diterima di salah satu BUMN meski jurusannya nggak sesuai).
•Lihat peluang juga menurutku penting. Selain jumlah pendaftar, pastikan kalian paham sama jobdesc-nya.
Not all jobs are advertised on LinkedIn or job boards. Many are listed directly on company career sites.
Here's a tip that can help you find these hidden opportunities: 🎯
Use Google with the following format to search specific platforms:
site:[platform] [job title] [location]
For example:
site: icims. com "ESG analyst" "New York"
site:https://t.co/B0ZOdnIIU8 "data analyst" "fully remote"
site: https://t.co/5VmaFK0JaV "UI/UX designer" "Remote"
site:https://t.co/qt89yHqYtV "front end developer manager" "United Kingdom"
site:https://t.co/9YbYfPo2yw "content writer" "Dubai"
site: https://t.co/X4Ayp6X3Nn "Cybersecurity Expert" "London"
Helpful for job seekers!
Sebelum kita masuk lebih dalam ke perbedaan antara Materialisme dan Esensialisme (Jauharaniyyah), ada satu hal yang kudu diklarifikasi
Darwinisme itu nggak melihat evolusi sebagai perubahan wujud langsung (transformation) dari satu entitas ke entitas lain.
I know muslims are frustrated seeing online trolls spewing hatred and LARPing about Islam & no amount of explanation convinces them. To them, you too are an anomaly for not making Allah like a 'background character' they can conveniently use or set aside as they please.
Pandemi hampir menghancurkan kesehatan saya. Berat badan tembus 121 kg. Saya sempat mengira "ah nggak apa2 gemuk yang penting sehat". Ternyata saya sedang pelan-pelan kehilangan kualitas hidup.
Hari ini saya di 68 kg. Bukan karena operasi, bukan obat pelangsing, Bukan diet brutal, bukan gym mahal.
Yang berubah cuma satu: kebiasaan.
Ini cerita lengkapnya di #KamisBercerita
Iya, yang onoh juga nafsir sembarangan soal Islam. Gausahlah kita pake playbook liberal comot sana comot sini cuma buat validasi. Cukuplah apa yang telah diturunkan Allah.
Sebenarnya sih bukannya gak ada pergerakan kaum muslimin yang sistematis, teguh berpegang dalam ajaran, adil terhadap rezim (i.e. apresiasi & kritik sesuai proporsi) & ada di level rumput sampai ormas cuma kan... kalau gak dibredel ya dirayu masuk. Lembaga donasi aja diberangus..
Dengan bersuaranya MUI terhadap perilaku LGBT maka segala organisasi keagamaan Islam yg terhubung dgn MUI pasti akan menyuruh para santri ceramah anti LGBT.
Terinfo utk masjid yg berhubungan dgn instansi pemerintah para khatibnya ceramah Jumat bahaya LGBT
Banyak yang bilang kerja remote luar negeri itu "dream job".
Padahal, tiap region punya plus minusnya masing-masing.
Gw coba jelasin berdasarkan pengalaman gw yaa
US & Canada
Kelebihan:
- Gaji paling tinggi secara global (subjektif)
- Banyak company remote-savvy & sistem kerja jelas
- Exposure ke standar kerja top-tier
Kekurangan:
- Timezone beda jauh (10–14 jam), hidup bisa kebalik
- Meeting sering malam / subuh
Eropa
Kelebihan:
- Gaji cukup tinggi (di bawah US, tapi masih ok)
- Work-life balance biasanya lebih sehat
- Banyak company terbuka untuk remote
Kekurangan:
- Timezone beda 6–9 jam
- Beberapa negara kurang nyaman pakai bahasa Inggris full
- Cultural fit kadang tricky (direct communication, dll)
Asia (East Asia & Middle East)
Kelebihan:
- Gaji masih kompetitif (tergantung negara & industri)
- Beberapa negara tech-nya maju (Jepang, Korea, UAE, dll)
- Jam kerja lebih "dekat" dibanding US/Eropa
Kekurangan:
- Banyak yang prefer bahasa lokal (Jepang, Korea, China)
- Work culture bisa lebih intense/demanding
- Hierarki kerja kadang lebih kaku
Asia Tenggara
Kelebihan:
- Timezone hampir sama (0–2 jam beda)
- Komunikasi & kultur relatif mirip
- Lebih fleksibel dan cepat adaptasi
Kekurangan:
- Gaji sering "disesuaikan" dengan standar regional
- Karena dekat, mereka kadang jadi tau standart gaji kita di Indo
Australia & New Zealand
Kelebihan:
- Timezone mirip (beda 2–4 jam)
- Gaji relatif tinggi (mendekati US untuk beberapa role)
- Work culture santai tapi profesional
Kekurangan:
- Aksen Inggris kadang susah dipahami di awal
- Market lebih kecil (lowongan tidak sebanyak US)
- Beberapa role tetap prefer lokal
Jadiii, silakan pilih yang sesuai dengan preferensi masing2 yaa. Karena setiap region pasti punya kelebihan dan kekurangan
BREAKING: Remote jobs in USD are now open to everyone.
There are millions of remote jobs out there.
Here are 7 sites to get a remote job that pays in USD:
Tepat 1 bulan saya berstatus expat dan akhirnya pertama kali bayar pajak penghasilan bukan di Indonesia.
Proses bisa sampai sini panjang banget. Tinggal dan kerja di luar negeri sudah lama jadi target sebelum ramai #KaburAjaDulu.
🧵