abang ini kapok kerja di kopdes:
-dia pernah kerja di proyek kdmp di pulau yang jauh, bulan pertama gaji lancar
- bulan kedua gaji gak turun jadi dia balik ke jawa
- gajinya diikhlasin aja, katanya anggap dana kem4t1an
- menurut dia kelemahan proyek kdmp itu karena kontrak kerjanya kurang jelas
- jadi banyak oknum yang main
- alurnya kepanjangan, dari kodim ke maincon, maincon ke subcon, subcon ke mandor, mandor ke pekerja, dan spk nya kayaknya gak ada
- ujungnya yang jadi korban selalu pekerja di lapangan
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
Saya punya janji untuk mengungkapkan pandangan saya mengenai kasus Fiona yang hilang ingatan. Data yang beredar di kanal berita dan sosial media tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi. Berikut adalah pandangan saya:
NB: Pandangan ini tidak mewakili institusi. Apabila pasien dirujuk ke RSCM, saya akan menghargai privasi dan kode etik
Lagi rame banget, kamu harus update.
Jacob Coxon, Dia yang ikut nge-train model di OpenAI, termasuk GPT-4o, terus pindah ke Anthropic.
Kemarin (9 September) dia resign dari Anthropic dan nulis thread 7 tweet yang langsung viral.
Isinya gini:
Dua perusahaan itu (Anthropic vs OpenAI) lagi balapan bikin AI yang bisa ningkatin dirinya sendiri. Menurut dia, itu bahaya karena mempertaruhkan nyawa orang.
Dia takut AI bisa segera jadi superhuman, bisa nge hack sistem apapun, merevolusi semua industri dalam semalam dan menguasainya.
Orang-orang yang mengembangkannya sendiri, merasakan ketakutan dan percaya AI bisa membunuh manusia sebelum 2030.
Kenapa tetap dikerjain?
Di OpenAI, banyak yang belum sepenuhnya memahami taruhan peradaban ini. Di Anthropic, taruhan tersebut dipahami dengan baik, tetapi mereka terjebak dalam perlombaan untuk sampai ke sana lebih dulu.
Coxon bilang menerima perlombaan ini dan memasuki "endgame" adalah taruhan yang penuh dengan kesombongan.
Katanya, mungkin harus ada larangan sementara untuk meningkatkan kapabilitas model.
Pesannya ke peneliti lain untuk memikirkan kembali tentang pilihan untuk mengembangkan superintelijen tanpa menyadari konsekuensinya.
Akumulasi korban keracunan MBG hingga hari ini ⚠️
Setelah hampir 2 tahun berjalan, masalah ini masih terus berulang tanpa perbaikan mendasar.
Korban semakin banyak, namun pertanggungjawaban atas kegagalan tata kelola program ratusan triliun rupiah masih belum terlihat.
Gw yg berkecimpung di kesehatan hewan, dan pangan asal hewan
Liat E.coli terdeteksi di buah, dan sayuran MBG, kemungkinan :
- Air buat nyuci terkontaminasi comberan
- Alat masak seperti pisau talenan gk dipisah saat proses daging mentah
- Abis cebok gak cuci tangan, trs masak
Banyak yang bingung liat tweet isinya kode aneh kayak magnet link dan file enkripsi yang lagi rame di timeline
Kalo kalian kira ini link virus atau kerjaan hacker, sebenarnya polanya jauh lebih sederhana dari itu
Di dunia teknologi, taktik ini biasa disebut "insurance file" atau dead man's switch
Bayangin kalian punya brankas berisi dokumen penting. Kalian tahu brankas itu rawan disita kalo cuma disimpan di lemari rumah
Jadi brankasnya kalian gandakan, terus kalian titip ke ribuan orang asing di seluruh dunia
Brankasnya dalam kondisi terkunci rapat. Ga ada yang bisa intip isinya, tapi ga ada satu orang pun yang bisa ngancurin semua salinannya
Kuncinya? Masih dipegang sendiri
Pesan terselubungnya jelas: selama semua aman, brankas itu cuma jadi pajangan. Tapi kalo ada hal buruk terjadi atau ada janji yang dilanggar, kuncinya tinggal dilempar ke publik lewat satu tweet
Detik itu juga, ribuan orang bisa buka brankasnya barengan tanpa ada yang bisa mencegah
Info 🚨
Dugaan Keracunan MBG 2026 :
08/01 di Semarang (75)
09/01 di Grobogan (803)
10/01 di Mojokerto (411)
12/01 di Majene (61)
12/01 di Wonogiri (206)
13/01 di Pekalongan (15)
13/01 di Siak, Riau (21)
17/01 di Lombok Tengah (38)
20/01 di Tulungagung (123)
20/01 di Kulon Progo (104)
21/01 di Magelang (80)
22/01 di Tulungagung (15)
23/01 di Aceh Timur (19)
23/01 di Tulungagung
23/01 di Gunungkidul (57)
26/01 di Tomohon (181)
27/01 di Cianjur (300)
27/01 di Tuban (14)
28/01 di Sukabumi (19)
28/01 di Buol (141)
28/01 di Kudus (600)
29/01 di Manggarai Barat (132)
29/01 di Pinrang (8)
30/01 di Grobogan (8)
30/01 di Muaro Jambi (150)
30/01 di Palembang (4)
02/02 di Surabaya (27)
04/02 di Dharmasraya (183)
05/02 di Jember (112)
05/02 di Ketapang (417)
05/02 di Palangka Raya (16)
05/02 di Singkawang (56)
06/02 di Wonosobo (26)
09/02 di Pati (22)
09/02 di Sidikalang (180)
09/02 di OKI (15)
10/02 di Tulungagung (24)
10/02 di Sidikalang (78)
11/02 di Penajam PU (25)
11/02 di Lombok Utara (30)
11/02 di Singkil (35)
11/02 di Manggarai (173)
11/02 di Malang (7)
13/02 di Bandar Lampung (247)
14/02 di Polewali (16)
14/02 di Ngawi (67)
23/02 di Tegal (3)
24/02 di Tulang Bawang (33)
24/02 di Nias Selatan (60)
25/02 di Cimahi (43)
26/02 di Bireuen (140)
27/02 di Pasie Raja (18)
27/02 di Sukadana (11)
01/03 di Banggai (12)
03/03 di Ngada
03/03 di Timor Tengah Utara (7)
05/03 di Jombang (31)
06/03 di Sukabumi (47)
11/03 di Nabire (7)
12/03 di Pemalang (1)
31/03 di Enrekang (17)
02/04 di Jakarta Timur (72)
04/04 di Bima (27)
07/04 di Kalikotes (81)
07/04 di Nganjuk (3)
08/04 di Bogor (106)
08/04 di Klaten Utara (70)
08/04 di Pundong (19)
08/04 di Tasikmalaya (114)
08/04 di Banten (100)
09/04 di Jambi (3 guru)
09/04 di Mojokerto (79)
09/04 di Pacitan (139)
10/04 di Praya Tengah (11)
13/04 di Jetis, Bantul (80)
15/04 di Anambas (162)
15/04 di Bojonegoro (17)
16/04 di Madiun (18)
16/04 di Cilegon (49)
16/04 di Karawang (46)
17/04 di Cianjur (134)
18/04 di Grobogan (34)
18/04 di Demak (187)
20/04 di Cilegon (9)
20/04 di Bangkalan
21/04 di Rembang (22)
22/04 di Sampang (19)
22/04 di Cilegon (11)
22/04 di Kediri (73)
22/04 di Lampung (172)
23/04 di Jeneponto (20)
23/04 di Bengkulu (8)
23/04 di Kubu Raya (6)
23/04 di Amuntai (61)
24/04 di Lombok Timur (51)
27/04 di Kediri (5)
27/04 di Bandar Lampung (112)
28/04 di Deli Serdang (12)
28/04 di Klaten (584)
29/04 di Cilacap (29)
29/04 di Tangerang (34)
29/04 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04 di Sumba Tengah (100+)
01/05 di Cianjur (37)
04/05 di Belitung (54)
06/05 di Bantul (18)
07/05 di Wonogiri (242)
08/05 di Jakarta Timur (252)
09/05 di Kolaka (11)
11/05 di Surabaya (210)
13/05 di Kupang Barat (28)
18/05 di Temanggung (323)
19/05 di Garut (18)
20/05 di Jambi (8)
20/05 di Jember (22)
20/05 di Serang (71)
21/05 di Gorontalo (23)
21/05 di Sambas (15)
22/05 di Jakarta Barat (116)
29/05 di Majalengka (22)
04/06 di Bengkulu (16)
04/06 di Bangkalan (84)
13/07 di Deli Serdang (35)
14/07 di Jember (29)
20/07 di Blora (19)
21/07 di Wates (150)
21/07 di Malang (35)
22/07 di Tanggamus (8)
23/07 di Pandaan (14)
23/07 di Garut (63)
23/07 di Kediri (211)
24/07 di Pesawaran (33)
24/07 di Air Sugihan (38)
28/07 di Bojongkoneng (39)
28/07 di Kuala Pembuang (156)
28/07 di Tulungagung (103)
29/07 di Solo (105)
30/07 di Lombok Tengah (22)
31/07 di Semarang (707)
03/08 di Sebulu (70)
03/08 di Kulonprogo (178)
03/08 di Prambanan (25)
03/08 di Jepara (123)
04/08 di Dumai
04/08 di Rembang (299)
04/08 di Jayapura (543)
05/08 di Bontang (27)
06/08 di Bogor (29)
07/08 di Magelang (54)
10/08 di Bontang (56)
10/08 di Banyumas (165)
11/08 di Trenggalek (549)
13/08 di Dumai (45)
13/08 di Berastagi (353)
14/08 di Klaten (145)
15/08 di Sukabumi (134)
18/08 di Kampar (157)
20/08 di Banggai Kepulauan (52)
20/08 di Boyolali (122)
01/09 di Sidoarjo (294)
02/09 di Jombang (256)
02/09 di Bener Meriah, Aceh (16)
03/09 di Lasem, Rembang (777)
03/09 di Agam, Sumbar (344)
03/09 di Toraja (152)
08/09 di Sleman (70)
08/09 di Blora (136)
Investor asing udah jual ~$4 miliar saham RI sejak Januari. Bank asing udah tarik $640 juta modal keluar. Dan sekarang giliran orang paling kaya di negeri ini yang diam-diam packing koper!!
Bukan siapa-siapa. Keluarga Hartono. Pemilik BCA, Djarum, separuh Grand Indonesia. Kekayaan ~$30 miliar yang selama puluhan tahun nyaris nggak pernah keluar dari Indonesia.
Sejak akhir 2023, minimal 9 entitas mereka di Singapura dan London udah nyuntik $1,4 MILIAR ke luar negeri. Beli pabrik kertas khusus di AS ($669 juta). Beli pabrik kertas rokok di Austria (€360 juta). Semua lewat perusahaan bernama Evergreen Hill Enterprise, yang di dokumen resmi cuma disebut sebagai grup swasta sukses berbasis Indonesia.
Nama Hartono sengaja nggak dicantumkan sama sekali.
Ironisnya? Hartono ini justru taipan yang PALING TERAKHIR ikut arus. Tanoto, Pangestu, Low Tuck Kwong, Salim udah lama parkir aset di luar negeri.
Kalau benteng paling konservatif se-Indonesia aja akhirnya jebol, itu bukan sinyal kecil, itu tandanya konsensus "kurangi eksposur ke Indonesia" udah bulat di kalangan elite super-kaya.
Timeline-nya juga nggak sepolos itu:
→ Agustus 2025: Danantara undang 10 keluarga terkaya buat beli "Patriot Bonds." Hartono nggak datang, cuma kirim wakil.
→ Beberapa hari kemudian: PKB nuduh mereka "kurang bayar" saat beli BCA tahun 2002 (waktu itu ~$537 juta, sekarang BCA bernilai $46,2 miliar. Return 80x lipat, jadi tuduhan ini punya daya ledak politik biar pun dasar hukumnya lemah).
→ Beberapa bulan kemudian: Victor Hartono kena cekal, ditahan terkait penyelidikan pajak.
→ Nggak lama setelah itu: adiknya, Martin Hartono, kelihatan mendampingi Prabowo dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris.
Jadi sambil satu tangan modalnya dipindah diam-diam ke luar, tangan satunya tetap dadah-dadah mesra di depan kamera sama penguasa.
Ini bukan capital flight panik. Ini manajemen risiko kelas taipan: senyum di depan, cabut di belakang.
Pemerintah bilang iklim investasi tetap adil dan berbasis aturan. Tapi orang paling kaya di negeri sendiri udah kasih jawaban lewat rekening, bukan lewat rilis pers.
Kalau elite paling defensif dan paling anti-ribut aja mulai nyebar risiko keluar dari Indonesia... kita yang masih pegang rupiah, ngapain?
🤕
Saya coba cari rujukan saintifik soal ini. Semoga para ahli bisa menambahkan atau mengoreksi jk pembacaan saya keliru.
Intinya, kehilangan ingatan mendadak setelah menyantap makanan memang tidak tepat disebut “kehilangan memori 70 persen”, karena tidak ada ukuran klinis standar yang menyatakan memori seseorang hilang sekian persen. Namun, jika gejalanya benar misalnya tiba-tiba bingung, tdk mengenali anggota keluarga, mengalami gangguan orientasi dan memori, setelah makan MBG, bisa jadi telah terjadi acute encephalopathy atau delirium, yaitu gangguan fungsi otak yang berkembang cepat dan dapat dipicu toksin, gangguan metabolik, infeksi, kekurangan oksigen, gangguan elektrolit, atau kejang.
Keracunan tertentu memang dapat menimbulkan gangguan memori berat. Salah satu contohnya adalah domoic acid, neurotoksin pada keracunan kerang yang dapat merusak jaringan hippocampus dan menyebabkan kehilangan memori.
Diperlukan pemeriksaan neurologis, darah, toksikologi, dan bila diperlukan EEG serta CT/MRI untuk memastikan keterkaitannya langsung dg MBG. Dalam kasus seperti ini, investigasi dan proses hukum yang transparan sangat penting. Harus ada pertanggungjawaban hukum yang nyata, termasuk juga masa depan dan kualitas hidup anak-anak yg jadi korban.
Beberapa referensi yg bisa dibaca: https://t.co/N0W75NFKhs
https://t.co/iRTqHzLrN2
https://t.co/v5BzGGUG8a
Jangan lupa muka-muka ini di tengah kegagalan rangkaian kereta INKA
Agus Gumiwang, saat itu menperin
Airlangga dan Luhut, menko ekonomi dan menko investasi
Ridwan Kamil, gubernur Jabar yg warganya paling terdampak kurangnya KRL tapi sibuk bikin konten
Dan para anggota dewan yg sok galak tapi tidak tahu apa-apa tentang kebutuhan rakyat