Agus Jabo Priyono lahir miskin di Magelang.
Anak petani, satu dari delapan bersaudara.
Semasa SMA harus numpang di Semarang karena keluarga tidak mampu.
Kuliah di UNS, tidak tamat.
Lalu pada 1996, dia mendirikan PRD , partai yang melawan Orde Baru, berjuang untuk rakyat kecil dan kaum tertindas.
Diburu rezim.
Namanya disebut-sebut berbahaya.Itu dulu.
Kini, Agus Jabo adalah Wakil Menteri Sosial ,pejabat yang tugasnya mengurus kesejahteraan jutaan rakyat miskin Indonesia.
Dan Juni 2025, di hadapan anak-anak sekolah, dia berkata:
"Kalau orang tuanya miskin, itu anaknya sudah dipastikan miskin."
Dia bilang itu berbasis data , 64,46% anak miskin cenderung tetap miskin.
Dan dia benar soal datanya.
Program Sekolah Rakyat memang penting untuk memutus rantai kemiskinan itu.
Tapi coba pikir ini:
Seorang anak petani miskin dari Magelang yang tidak tamat kuliah , kini jadi Wakil Menteri.
Bagaimana caranya?
Bukan lewat suara rakyat.
Partai Prima yang dipimpinnya tidak lolos verifikasi KPU dan tidak boleh ikut Pemilu 2024.
Rakyat tidak pernah memilihnya.
Dia masuk kabinet karena satu hal: mendukung Prabowo-Gibran.
Bahkan Wamensesneg Juri Ardiantoro sendiri yang berkelakar terang-terangan:
"Partai Prima paling beruntung di dunia , tidak ikut pemilu, tapi ikut berkuasa."
Jadi begini yang terjadi:
a. Anak miskin bisa keluar dari kemiskinan? Bisa ✓
b. Caranya? Bukan lewat Sekolah Rakyat ✓
c. Tapi lewat kedekatan dengan orang yang berkuasa ✓
d Pak Agus benar , 64% anak miskin memang susah keluar dari kemiskinan.
Yang dia lupa sebut: ada satu jalur yang selalu terbuka, tidak perlu ijazah, tidak perlu pemilu.
Cukup dukung calon presiden yang menang.
Cerita dikit. Tahun 1998, waktu kondisi lagi mencekam. Almarhum papaku jemur sajadah di rumah tetangga chinese terus pintunya ditempel stiker kaligrafi gitu kalau ga salah ayat kursi.
Juga nyuruh mamaku sesekali nyapu halaman tetangga itu pakai gamis sama hijab.
Selama beberapa hari, orang tuaku yg kirim sembako dan bahan makanan (tapi uangnya diganti 😁).
Mereka melarang satu keluarga
itu keluar utk alasan apapun.
Tahun 2011, tiba-tiba si kepala keluarga dateng kerumah, ajak papaku ke notaris
Ternyata rumah itu dijual krn mereka mau pindah ke spore. Dan..... mereka kasih sebagian halamannya dg lebar 4,5 meter dan panjang 14 meter. Langsung dipecah sertifikat atas nama papaku.
Kaget pol, waktu mamaku mengucapkan terima kasih, si istri bilang "Kami yang banyak berhutang Bu, terima kasih yaa, sejak Ibu sering nyapuin halaman kami 13 tahun lalu saya bilang sama suami dan anak-anak 'halaman ini milik Bu riani'. Maaf ya, kami numpang sama ibu selama ini, hehehe."
Dan sejak itulah, rumah kami yang awalnya ada di gang kecil cuma cukup buat lewat motor, berubah jadi rumah pinggir jalan dengan halaman cukup luas.
Semoga sehat dan bahagia selalu Bu Cia sekeluarga dimanapun berada.
cc:threadsea_idjastip
Namanya Timothy Ivan Triyono.
Sekarang Staf Khusus KSP , lingkaran terdekat Presiden yang tiap hari teriak antikorupsi.
Tapi pada 2022, namanya terseret pusaran suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati , yang akhirnya terbukti bersalah dan divonis 7 tahun penjara (inkracht, dikuatkan MA).
KPK memeriksa Timothy berulang kali sebagai saksi, dan memintanya mengembalikan Rp200 juta, uang yang menurut berkas tuntutan jaksa berkaitan dengan pengurusan kasasi oleh pamannya, Heryanto Tanaka, di Mahkamah Agung.
Timothy akui sendiri: KPK yang minta dia kembalikan uang itu.
Dan mantan penyidik KPK Yudi Purnomo sudah kasih konteksnya:
"Mereka kembalikan uang bukan karena sadar , tapi karena ketahuan. Kalau tidak ketahuan, tentu tidak akan dikembalikan."
Sekali lagi: bukan soal bersalah atau tidak di mata hukum.
Tapi dari sekian ratus juta orang Indonesia, kenapa yang dipilih duduk di lingkaran istana adalah orang yang pernah diminta KPK mengembalikan uang dalam pusaran kasus suap hakim agung?
Standar apa yang dipakai?
Atau justru ini memang standarnya?🙂
Mau info orang dalem yang A1 gak?
Karena aku 2019 orang "dalem", Abul Muzaffar belum wkwkw, bercanda...
Sugiono itu gak pernah terpilih jadi anggota DPR RI
begitu pula Prasetyo Hadi.
Kemudian dari mana dua orang kesayangan Prabowo ini jadi anggota DPR RI?
Melalui mekanisme PAW, menggantikan anggota terpilihnya di Dapil Jateng I dan Jateng VI.
Dapil Jateng I: Sugiono menggantikan Sigit Ibnugroho Sarasprono
Dapil Jateng VI: Prasetyo Hadi menggantikan Harry Purnomo
Di Partai Gerindra, gak penting siapa yang terpilih di Pemilihan Legislatif; bisa di PAW kapan aja, tergantung keinginan ketua umum, keren kan?
Udah berkali2, pejabat kita dan kabinet ini memilih bahasa komunikasi publik yang kurang pas.
Aku hormat ama konstitusi, tapi sebisa mngkin komunikasi publiknya diperbaiki.
Sayang.
Peluang diskusi hal bagus di publik, jadi digeser ke personal.
Isu nya otomatis akan bergeser
Baca selengkapnya: https://t.co/OYv5PuHWMe
Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
~RK #BGN #Dadan
Orang Indonesia pertama join Twitter adalah Chris Prakoso (@.mahadewa) pada 26 Juli 2006 — hanya 4 bulan setelah tweet pertama Jack Dorsey. Diikuti Reza Fabyan (@.Reza), @.VikingKarwur, Enda Nasution (@.enda), dll. Mereka adalah “anak Twitter lama” asli.
Saat itu Twitter masih super niche, dipakai tech-savvy, blogger, dan early adopter. Belum ada massa, tapi komunitasnya intimate.
Polisi menetapkan SJ, mantan istri WN Korea, sebagai otak pembunuhan mantan suaminya yang berinisial BCS. SJ diduga menyewa eksekutor dengan bayaran Rp 139 juta untuk menghabisi pengusaha Korea di Bekasi itu.
~RS
Kenapa orang-orang malah berpusat pada orientasi seksual Teddy?
Ini, kan, terlalu spekulatif, gak ada buktinya juga, dan andai benar pun tidak ada hubungannya dengan kelayakannya memegang jabatan publik.
Mungkin ini bukan opini populer, ya, tapi saya tidak begitu peduli dengan hal itu.
Karena sebenarnya ada banyak hal yang perlu diperhatikan dari Teddy:
Pertama, jabatan Seskab itu secara hukum nyaris kosong. Menurut @grok (setelah saya tanya), berdasarkan Perpres Nomor 148 Tahun 2024, tidak ada satu pasal pun yang mengatur tugas, fungsi, dan wewenang Sekretaris Kabinet.
Jabatannya diakui, tapi mandatnya tidak diatur. Namun, masalahnya...
Kedua, posisi Teddy cuma eselon II.a, alias setara direktur (dulu Seskab setingkat menteri, lalu diturunkan supaya Teddy tidak perlu pensiun dari militer).
Tapi praktiknya, tanggal 30 Mei 2026, Gus Ipul datang "menghadap" dan menunggu di kantor Seskab. Seorang menteri yang seharusnya lapor langsung ke Presiden malah datang dan duduk menunggu di kantor eselon II.
Kan, kocak.
Ketiga, Teddy itu perwira TNI aktif (tolong koreksi jika keliru, @grok). Ini kan jelas melanggar UU TNI karena menduduki jabatan sipil di luar lembaga yang diizinkan.
Ketika dulu dwifungsi dilucuti Gus Dur, sekarang dwifungsi itu muncul kembali lewat pintu belakang, bahkan sebagiannya terang-terangan.
Tapi rangorang malah fokus sama buntad-bunted.
Ya Rabb...
Danantara , lembaga yang akan kelola aset BUMN senilai Rp 14.000 triliun, dipimpin Rosan Roeslani.
Ini rekam jejaknya:
2013-2014: Kalah arbitrase Singapura, diwajibkan bayar USD 173 juta (Rp 1,7 triliun) atas dugaan penyelewengan dana saat jadi Dirut Berau Coal. Asetnya disita di 4 negara karena mangkir bayar.
2021: Perusahaannya, PT Recapital Asset Management, ditetapkan tersangka korporasi oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi Asabri.
Agustus 2025: Recapital masuk sidang Tipikor sebagai terdakwa ,sementara Rosan masih menjabat CEO Danantara dan Menteri Investasi.
Jadi orang yang perusahaannya lagi disidang korupsi ,sekarang yang ditunjuk kelola uang prajurit TNI dan aset negara terbesar dalam sejarah.
Ini bukan konflik kepentingan.
Ini konflik kepentingan yang disiarkan langsung.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal