❗❗SERUAN AKSI: JAKARTA MELAWAN! ❗❗
Militerisme dan oligarki semakin mengancam demokrasi kita. Revisi UU TNI membuka jalan bagi militer masuk ke ranah sipil, bertentangan dengan amanat reformasi yang menegaskan supremasi sipil. Sementara itu, RUU Polri berpotensi memberikan kewenangan berlebih yang dapat memperkuat kontrol represif negara.
Mari turun ke jalan dan desak bersama: #CabutRevisiUUTNI & #TolakRUUPolri!
Kamis, 27 Maret 2025 | 13.30 WIB | Gedung DPR RI— tanya kiri-kananmu untuk titik kumpul. Lawan Militerisme! Tolak Kapitalisme! Ganyang Oligarki! ✊
#TolakUUTNI #GagalkanUUTNI
Danantara, Otoritarianisme, dan Utopia Indonesia Emas
Efisiensi anggaran yang menuai banyak protes dari berbagai elemen masyarakat, nyatanya mampu memangkas APBN lebih dari Rp 300 triliun. Uang hasil efisiensi yang katanya untuk membiayai MBG, ternyata sekitar Rp 300 triliunnya disetorkan kepada Danantara.
Tahukah kalian, apa yang aneh dari setoran hasil efisiensi ini? Draft awal Danantara oleh Sumitro Djojohadikusumo yang tak lain adalah ayah dari Prabowo Subianto, menginginkan 1-5 persen laba BUMN masuk ke dalam Danantara. Namun praktek yang dilakukan oleh Prabowo, justru memangkas anggaran di Kementerian sebagai “modal awal” bagi Danantara.
Fakta di atas merupakan sebuah anomali, di mana seharusnya untuk menyuntikkan modal awal bagi Danantara, laba BUMN yang semestinya dijadikan “bahan bakar”.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dirancang untuk mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp 9.000, menuai rasa kegelisahan tersendiri di benak saya. Kenapa? muncul kekhawatiran bahwa Danantara justru menjadi alat otoritarianisme baru, menjauhkan Indonesia dari utopia ekonomi yang dijanjikan, dan malah memperkuat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) ala Orde Baru.
Sedangkan yang saya ingat, katanya Prabowo ingin meniru gaya pemerintahan Deng Xiaoping, yang bisa membawa Tiongkok sebagai raksasa ekonomi global saat ini.
-Sebuah Esai-
Menjawab kritik dengan "Ndhasmu...", lantas hadirin, elit-elit negeri ini tertawa terbahak-bahak, termasuk Jokowi.
Apa lagi yg diharapkan dari orang nomor 1 dan para pendukungnya yg seperti ini?
Darahku menggelegak baca beritanya. Selain sakit hatian, orang ini juga hobi denial, keras kepala, gak mau lihat kondisi lapangan, dan suka mengolok-olok kritik ahli serta tutup telinga dari protes masyarakat.
Sekali lagi, teman-teman, ini tirani. DIA CALON DIKTATOR.
Bali United itu udah di Liga 1 sejak Galatama - Ligina - Liga Bank Mandiri - Liga Djarum - Liga Shopee - Liga BRI, jadi stop bilang Bali United sebagai klub yang tiba-tiba ke Liga 1 🙏
Prabowo mau menetralkan anggaran konyol,.menata ulang semua.. simbol berkelanjutan itu melanjutkan 7 presiden terdahulu bukan hanya melanjutkan program presiden ke 7 saja
Setelah rebut Jakarta lanjut Indonesia di 2029.
Duet yg terbukti mampu mempermalukan Mulyono dan KIM+.🔥
Momen Anies - Ahok Hadiri Peluncuran Buku: Salaman, Pelukan, Rangkulan.
https://t.co/lkOnZDBpUd
@Officialkjti Saya bangga dengan timnas jika diisi oleh pure blood nusantara. Kalah nggak masalah. Ini soal jati diri bangsa. Buat apa menang jika yang melakukannya mengalir darah penjajah dan pengkhianat bangsa. Timnas itu tentang kebanggaan putra/i bangsa, bukan soal menang kalah.
Jateng, sudah hampir bisa dipastikan Ahmad Lutfi, menang, dan bakal dilantik jadi Gub Jateng.
Pak Andika tak perlu niru Ganjar "Kamu percaya suara saya cuma segitu?". Jangan ya.
Wis terima saja. Memang pesona Presiden ke-7 Jokowi, jauh lebih tinggi berlipat2 dari Pres ke-5 Bu Mega.
Ini membuktikan, bahwa peran sosok Jokowi sangat membantu suara PDIP. Di saat Jokowi pergi, PDIP hilang sebagian nyawanya. Valid