Katanya warga asli Manchester kebanyakan dukung Manchester City. Beneran gitu atau cuma mitos? 🤔
Mari kita ulik sebelum nonton Manchester United vs Manchester City akhir pekan ini 🧐
🧵 UTAS #Box2BoxGeographic
gimmick bgt pengen ganti buku-buku sekolah pake alasan kertasnya jelek dan tulisannya terlalu kecil 🤣😹
sudah pd lupa kah kalau pak presiden (dan adiknya) punya investasi yg sangat sangat sangat besar di pabrik kertas! 😁
dulu awal 2000an (setelah dipecat dari militer), pak prabs membeli sebuah pabrik kertas raksasa di kalimantan yg kemudian diberi nama "kertas nusantara".
perusahaan ini dulunya milik bob hasan, koruptor kelas hiu martil di era orba, luas asetnya lebih dari 3rb hektar, dan punya ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) utk mengelola & memanen kayu2 di hutan kalimantan.
waktu itu, utk membeli perusahaan itu, pak prabs butuh dana fantastis: 1.8 triliun rupiah.
pak prabs memakai uang pinjaman dari bank mandiri, dan dibantu oleh pak jusuf kalla dalam proses pengajuan pinjamannya.
sbg catatan, pinjaman raksasa ini pernah dianggap bermasalah dan pernah disidik oleh kejagung atas dugaan tindak pidana penyuapan, tapi kemudian dihentikan kasusnya.
apesnya buat pak prabs, investasi jumbonya ini juga tidak berjalan sesuai harapan.
bisnis tdk berjalan lancar, dan pak prabs mulai kesulitan melunasi pinjaman bank. untungnya beliau punya adik baik hati yg cuannya melimpah ruah dari hasil berbisnis minyak di kazakhstan. pak hashim datang menjadi penyelamat dan menalangi semua pinjaman.
sampai sebelum pilpres 2024, kondisi pabrik ini sebetulnya masih memprihatinkan, pernah terancam pailit, banyak pekerjanya yg diberhentikan, dan mati suri.
tapi sekarang, sepertinya kondisi akan segera berubah. pak prabs dan adiknya sudah menginvestasikan dana yg sangat besar di sini, maka inilah saatnya mengembalikan kejayaan kertas nusantara! 😬👍🏻
dr tirta bilang kenapa Fnb jadi ladang cuci duit:
- gampang, karena barangnya habis pakai & susah dicek satu-satu
- misal beli bulk kopi alasan b2b
Ada satu momen di film "𝙎𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥: 𝙏𝙝𝙚 𝙇𝙤𝙤𝙠 𝙤𝙛 𝙎𝙞𝙡𝙚𝙣𝙘𝙚" yang saya rasa tidak akan pernah saya lupakan. Dua orang lelaki tua berdiri santai di tepi sungai, menunjukkan dengan tangannya sendiri bagaimana dulu ia menyeret seorang laki-laki bernama Ramli ke tepian, sambil sesekali tertawa kecil mengingat detailnya.
𝙎𝙀𝘽𝙐𝘼𝙃 𝙐𝙏𝘼𝙎.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.