Direktur akademik gw dulu orang Inggris asli. Suatu hari ada demo teaching buat calon guru matematika baru.
***
Calon guru matematika: "You should to understand this formula..."
Belum selesai jelasin, guru Bahasa Inggris senior gw yang orang Indonesia langsung motong:
"After 'should', you don't use 'to'."
Direktur akademik gw langsung ngomong:
"Jesus Christ, I know what she means. Just let her finish!"
Moral of the story: yang paling niatin koreksi grammar malah orang Indonesia dibanding penutur aslinya 🤣🤣
🇮🇹🚀 The 𝗕𝗜𝗚 𝗥𝗜𝗦𝗜𝗡𝗚 𝗦𝗧𝗔𝗥 of Italy’s Serie B.
🇩🇪 𝗔𝗗𝗜𝗡 𝗟𝗜𝗖̌𝗜𝗡𝗔 (𝟭𝟵)…
A left-footed creator with silky dribbling, elite vision and the confidence to attack defenders — a pure difference-maker.
𝗥𝗘𝗠𝗘𝗠𝗕𝗘𝗥 𝗧𝗛𝗘 𝗙𝗨𝗖**** 𝗡𝗔𝗠𝗘 💎
Menurut gw, Juventus 2017 adalah salah satu versi Juventus paling menarik di era sepakbola modern.
Dibelakang, mereka punya trio BBC yang sangat solid — Barzagli, Bonucci, Chiellini, dengan Gianluigi Buffon di bawah mistar. Di Serie A, Juventus bahkan tidak terkalahkan dalam 19 laga kandang, dengan catatan 18 kemenangan, 1 imbang, dan hanya 9 gol kebobolan sepanjang musim.
Tapi Juve saat itu bukan cuma soal pertahanan. Di lini depan, mereka punya kombinasi Dybala, Mandžukić dan Higuaín yang total mencetak 62 gol dari 115 gol Juventus di semua kompetisi. Higuaín menjadi top scorer dengan 32 gol, disusul Dybala 19 dan Mandžukić 11
Di Champions League, performa mereka bahkan lebih mengesankan. Juventus melaju ke final dengan 9 clean sheet dan tanpa terkalahkan dalam 12 pertandingan sebelum final. Overall, mereka mencatat 9 kemenangan, 3 imbang dan hanya 1 kekalahan dalam 13 pertandingan UCL musim itu.
Salah satu puncaknya tentu ketika mereka bertemu Barcelona di perempat final. Juventus menang 3-0 di Turin, lalu menahan Barcelona 0-0 di Camp Nou. Artinya, selama 180 menit, Juve berhasil membuat trio MSN — Messi, Suárez dan Neymar mati kutu
Padahal, Barcelona waktu itu baru saja melakukan comeback dramatis nan bersejarah melawan PSG di babak 16 besar. Mereka menang 6-1 di Camp Nou setelah kalah 0-4 di Paris.
Dengan performa seperti itu, ditambah keberhasilan memenangkan Serie A dan Coppa Italia, Juventus mulai terlihat sebagai kandidat kuat untuk menyelesaikan musim dengan treble.
Tapi semua ekspektasi tersebut akhirnya runtuh di satu pertandingan.
Final Champions League 2017 di Cardiff.
Juventus yang sepanjang perjalanan UCL begitu sulit ditembus justru terbantaiu 1-4 dari Real Madrid yang juga punya trio BBC - Bale, Benzema, Cristiano.
Bahkan setelah Mandžukić menyamakan skor menjadi 1-1 lewat salah satu gol final UCL paling ikonik, Madrid kemudian mencetak tiga gol tambahan di babak kedua.
Sebuah performa final yang kontras mengingat juve berangkat ke final dengan jumlah cleansheet yang banyak, tiba-tiba kebobolan 4 gol dalam satu pertandingan.
Ternyata propaganda Nippon Cahaya Asia itu efektif guys.
Efektif buat rakyat mereka sendiri.
Mereka mana tau ada:
1) Comfort women di Korea,
2) Romusha di Indonesia
3) Tukang bangunan diangkut dari Jawa ke Riau buat bangun rel kereta buat angkut senjata
4) Pembantaian di Nanjing.
Kayanya se-Asia dendam sama mereka juga mereka gak tahu.