Polri akhirnya mengakui menggunakan gas air mata yang sudah kedaluwarsa dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Beberapa gas air mata yang ditembakkan saat tragedi itu kedaluwarsa pada tahun 2021.
📝 @kumparan
Ituu pemain di tengah lapangan yg terbilang ada jarak yg lumayan udah kyk gitu efeknya, lha gimana yg lagi pada berkerumun gitu kondisi orang panik pintu keluar tertutup, tmbah masih dipukul n di tendang, dll padahal disana jelas nggak hanya ada orang laki dewasa saja. Yo koid!
Penggunaan Gas Air Mata di pertandingan sepakbola indonesia pertama dikenal adalah di Semifinal Liga Kansas 1997 antara MitraSurabaya vs BandungRaya. Pihak keamanan melontarkan zat tsb saat pertandingan berlangsung karena ada kedibutan di tribun penonton, malah pemain jd korban🤢
Ya terus kenapa @PSSI? Jangankan 42 botol miras, mau ada 42 drum miras pun gak bisa menggeser apalagi menutupi sebab kematian dua ratusan lebih korban akibat gas air mata yg ditembakkan Polisi ke segala lini stadion.
Nawaitu Perdamaian
Kami manajemen Persebaya, bersama seluruh barisan, pelatih, pemain, staf, juga bersama teman-teman suporter Persebaya, pertama-tama ingin mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya terhadap seluruh korban dan keluarga atas tragedi di Kanjuruhan.
Polisi Indonesia, terlalu militeristik, tidak terlatih menangani kerumunan, dan hampir dalam setiap kejadian tidak pernah dimintai pertanggung jawaban atas kesalahan2nya. 👀
The New York Times
Ahli pengaturan kerumunan di ruang publik dari Inggris secara gamblang menilai tragedi sepakbola di Malang itu tanggung jawab regulator dan aparat keamanan. https://t.co/yJKOEoBSLC
Akhirnya dapet video dari angle paling jelas..
2 orang pertama yg turun ke lapangan, yg di framing Media adalah Provokator/Perusuh 😭
MEREKA HANYA INGIN NAIKIN MENTAL DAN MOTIVASI PEMAIN, PELUK DAN KASIH SUPPORT LANGSUNG KE PEMAIN 😭
Berbarengan dengan mundurnya suporter tidak membuat pihak keamanan puas, mereka membabi buta & brutal menendang memukuli saudara-saudara kami.
ini yang membuat situasi semakin kacau karena banyak teman yang tidak terima ketika teman lain dianiaya.