Gas pol volume speaker Anda:
Ini adalah salah satu video paling indah yang pernah gue tonton. Editingnya keren.
Tidak ada penggemar Arsenal yang tidak akan merasa tersentuh atau termotivasi oleh video ini.
Bahkan para haters pun hampir bisa meneteskan air mata.
PELAJARANNYA: Jangan pernah menyerah! 💪❤️
@KABAR_CHELSEA eh orang sekampungnya yg toxic, crab mentality, ga suka tetangga sukses. pas hijrah ke perumahan orang-oranf well educated ternyata malah banyak yg support kemajuan kita 😂
Bener juga ya. Naik terus standar banter-nya. 🤣
Tim lain masuk UCL adalah target. Buat Arsenal kalah di final adalah hinaan.
Wow. We’ve already come this far.
For years, the running joke was “Arsenal 4th”
Then the running joke was “Arsenal 2nd”
Now they’re making fun of Arsenal for winning the Premier League and losing in a Champions League final on pens to the reigning champs
Our rivals’ biggest games this year were watching us 😂
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
Juara EPL, finalis UCL, jelas bukan musim yang buruk bagi Arsenal. Aneh banget sih kalau misal yang ngecengin fans sebuah klub yang gak dapat apa-apa musim ini.
Semangat fans arsenal.
Kekalahan di final ucl emng sangat menyakitkan.
Selama dukung liverpool, aku sudah melihat liverpool kalah 3x di final ucl.
1x lawan ac milan
2x lawan real madrid.
Cepat atau lambat trofi ucl itu akan datang ke kalian.
🤝
Meminta proyek yang didanai negara untuk "menyelamatkan sepak bola" dari sebuah tim yang dibangun melalui proses organik selama bertahun-tahun adalah ironi terbesar.
Mungkin bukan sepak bola yang perlu diselamatkan, tetapi ego kalian.
An unbelievable season which didn’t end in the way we all dreamed of. That doesn’t change the fact we are still champions of England!
Looking forward to celebrating that with the thousands of fans tomorrow in North London!
Thank you for all the support this season ❤️
@nursy4m@urvibessss lah arsenal kan belum parade, itu baru kumpul otodidak aja udah segitu yg ke stadion setara parade city wkwk. nanti tanggal 31 MEI rame² kita tag lu ya bang, siapin aja obat anti depresan nya 🤣