Dirut kompas TV: Rosianna Silalahi Anda hebat, Bu
ceo tribun :Ahmad dahni anda hebat pak
Di saat media lain bungkam dan tidak ada berani siarkan live aksi massa hari ini.
ada juga di situasi ini malah share pernikahan artis
yang mau dukung mereka bisa mampir ke channel mereka bantu support live, share , dan subs guys
diantara ratusan media di indonesia
salut sama 2 media ini masih bisa independent
Orang-orang masih inget gak y selain Awkarin kalo Praz Teguh itu influencer dan garis keras 02 Voters?
2024 mereka endorse paslon 02 ke jutaan follower. Kemudian, follower yang sama dapet endorse Hanania Travel, spesialis amplifikasi kerusakan dan makan korban.
Sekarang ratusan jemaah gagal berangkat, kerugian puluhan miliar, dan para influencernya antri diperiksa Polda Metro.
Ini listnya beberapa yg ditemuin:
- Awkarin ikut kampanye akbar 02 sampai Ambon.
-Praz Teguh deklarasi terbuka dukung 02 disaksikan petinggi TKD. -Lesti-Billar ngisi kampanye akbar GBK.
-Dara Arafah masuk video klip lagu kampanye.
- Halilitar family ya apalagi udah pada tau lah ya.
Semua nama ini juga ada di orbit promosi Hanania. Audiens yang dulu diyakinkan soal "pemimpin yang tepat" adalah audiens yang sama yang diyakinkan soal "travel yang amanah."
Dan enak banget posisinya: dapat umrah gratis plus uang saku, cukup modal story dan feed, nol kewajiban verifikasi, jemaah yang nanggung risikonya.
Kalau dipikir-pikir ya barter kayak gitu tetep butuh modal gede-gedean kan, dan yang mereka dapet itu sumbernya uang dari jamaah.
Trust itu harusny ngga dipisah per kategori, sekali kebangun dipakai jualan apa aja.
Yg paling kecil risikonya justru yang paling besar pengaruhnya, kebalikan dari tanggung jawab. Mereka memang bukan tersangka, dan biar penyidik yang urus pidananya.
Tapi tanggung jawab moral jg harusnya sih nggak perlu nunggu surat panggilan:
Balikin semua benefit dan pakai platform yang sama buat amplify posko korban, jgn cuma cuci tangan biar aman sendiri.
Enak aja ngambil panggungnya doang terus pulang pas panggungnya roboh.
Mereka ini cuma gonta-ganti produk scam yg di endorse dari calon presiden, umrah, sampai produk investasi. Mekanismenya nggak pernah ganti.
Udah saatnya influencer-influencer ini dapet tuntutan lebih buat tanggung jawab krn bagian dari kerusakan dan kerugian nasabah juga.
@Hnirankara LPDP buat siapa saja, bukan cuma pinter akademik tapi juga komunikasi mesti bagus karena nanti ada interview dan pemaparan. Klo lu protest beasiswa bidikmisi atau sejenisnya baru gue dukung. Anyway google gratis loh
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?