isinya rupa-rupa kayak isi kepalaku. My happiness about : fangirling, AU, books, music, film/dramas. DAY6, SVT, Saldi, Niki juga Nadin & Yura yg menemani
Tadi siang gw diinterview sama salahsatu media, katanya ada Pejabat Tinggi bilang, sekarang banyak pengangguran karena Skill Gap antara dunia akademik dengan industri.
Mau tau jawaban gw?
Salahsatunya gw jawab, itu tuh cuma kambing hitam. Ya gimana, lokernya ga ada. sekalinya lulus kuliah, saingannya sama seniornya yang udah lulus lama, punya pengalaman lama, tapi kena layoff.
Ada satu yang sebenernya mau gw tambahin tp ga enak: "Ya gimana, lokernya misal ada 2, yang megang 1 orang. itu kayak si yang bikin pernyataan, udah jadi pejabat, jadi komisaris pula. harusnya kan bisa mempekerjakan 2 orang, malah diembat semua."
jadi cerita abang ini iseng ngitung
pidato prabowo yang bilang udah bangun jalan 1.151 km dengan dana 5,4 triliun
jika di bagi maka per km nya 4,6 miliar
artinya tiap satu kilo butuh 4,6 miliar
itu jalan untuk spek lapangan bandara
lalu abangnya juga spill menurut PUPR
anggaran umum jaln hotmix
biayanya kisaran 900jt- 1 miliar/km
arttinya prabowo baru saja mengakui
ada mark up 3-4 lipat dalam pembangunan jalan desa tersebut
Menteri Iklim Swedia, Romina Pourmokhtari, membawa bayinya ke pertemuan Dewan Uni Eropa di Luksemburg sebagai bentuk penegasan atas manfaat kebijakan cuti orang tua yang diterapkan di negaranya
hotman paris meminta prabowo agar memecat ketua komnas perempuan karna:
- kasus penyekapan taufik hidayat dianggap belum dianggap penyiks44n
- kamu perempuan tapi tidak bisa membela kaum mu sendiri
- minta di visum, emang matamu gk bisa liat itu video kondisi korban
- dimana hati nuranimu, bisa bisanya berkata seperti itu pada publik
Ikutaaan!
Tahun ketiga S3 di @Tsinghua_Uni
2025-2026 publish SCI/Scopus Q1 penulis pertama, publish 2 artikel Shinta 2. Jadi wanita Indonesia pertama dgn tittle “Global Ambassador”, ikutan lomba renang antar lab dan jadi juara umum. Masih jadi ketua umum SINO Scholars (organisasi postgraduate Indonesian Scholars in China), dah ga keitung ketemu Rektor Universitas di Indonesia yg ke Beijing, berhasil buat MOU kerjasama antara Universitas di Indonesia dan China😍🫶 daaan ketemu CEO nike🤭😁
Ini yang dimaksud bahwa Indonesia "SALAH URUS" hingga Negeri yang KAYA SDA ini hanya jadi PASAR
Kalau Bule itu mengatakan Negeri Distributor = Negeri PASAR Global
Contoh sejak dulu, Indonesia PASAR bagi MICROSOFT Windows TERBESAR di dunia, Tapi Bisnis Microsoft ada dimana? Di SINGAPORE, karena Indonesia Tidak Menarik bagi INVESTOR karena Negeri ini TIDAK MAMPU MENCIPTAKAN KEPASTIAN HUKUM dan STABILITAS POLITIK nya, Tiap Periode, Tiap Pemimpin BARU Terpilih membawa VISI & MISI nya sendiri karena EGO ke AKU annya yang GEDE BENER daripada Kepentingan BANGSA dan NEGARANYA
Begitu juga dengan ELON MUSK / STARLINK Hahahaha dia cuma hire 2 orang untuk Memasarkan Produknya di INDONESIA, Investasinya Hahahaha GA ADA.
Apalagi Produk Amerika masuk Negeri ini PAJAKNYA "NOL" Persen !!!
Dan Pabrik Jepang yang kemarin TUTUP juga karena KEBIJAKAN YANG SALAH ARAH dan Indonesia tetap jadi PASAR Komponen produksi mereka dari Vietnam
Jadi Ketika ia menyebut Indonesia hanya menjadi "Negeri Distributor," ini adalah bentuk penyederhanaan yang sangat menyakitkan namun realistis dari kondisi kita saat ini.
Jebakan "Kekayaan SDA": Kita memiliki semua sumber daya alam yang dibutuhkan dunia, namun kita tidak memiliki teknologi untuk memprosesnya sendiri menjadi produk akhir.
Akhirnya, kita hanya mengeruk bahan mentah, mengirimkannya keluar, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi yang harganya sudah berlipat ganda. Ini adalah definisi klasik dari middle-income trap.
Budaya "Cepat Kaya" (Instant Gratification): Poin mengenai "mencari uang instan" sangat krusial.
INI YANG GUE PERNAH SAMPAIKAN, TEMPAT PESUGIHAN SEKARANG SEPI, KARENA PARA AUDIENCE PESUGIHAN TELAH MENJADI PEJABAT SEMUA, KARENA DUITNYA LEBIH NYATA dan RESIKONYA LEBIH KECIL. Pemerintahan itu KUIL MAMMON dan Pejabat adalah Pesugihan Modern
Sistem bisnis yang ada seringkali lebih mengejar valuation tinggi di atas kertas daripada membangun fundamental bisnis yang nyata.
Ini yang ia bandingkan dengan perusahaan teknologi di Amerika (seperti Facebook), di mana para pendirinya tetap berada di perusahaan untuk membangun nilai jangka panjang, bukan sekadar exit strategy untuk mencairkan uang.
"Negeri Distributor" = "Negeri Pasar": Istilah ini SANGAT AKURAT. Kita adalah target pasar terbesar karena jumlah penduduk kita yang masif dan konsumtif, namun kita tidak memegang kendali atas rantai pasok teknologi.
Kita "didistribusikan" barang oleh pemain luar, dan kita "mendistribusikan" sumber daya kita keluar. Kita bukan pemegang kendali, melainkan hanya titik transit dalam perdagangan global.
Apa yang ia kritik bukanlah potensi Indonesia, melainkan ARAH orientasi bisnis dan kebijakan INDONESIA.
Ketika "inovasi" dianggap tidak "seksi" dibanding "uang instan," maka kita terjebak dalam siklus di mana kita hanya menjadi konsumen dari teknologi yang diciptakan orang lain (Contoh rakyat yang menemukan BIBIT PADI BARU Dipenjara, dan Rakyat yang Memproduksi TV MURAH juga dipenjara) Negeri ini Anti Innovasi.
Ini adalah cerminan dari kegelisahan gue: Apakah kita akan terus selamanya menjadi penonton di rumah sendiri, ataukah kita mulai berani membangun industri berbasis inovasi dan teknologi yang fundamental?
Ketimpangan antara "sumber daya alam yang melimpah" dengan "teknologi yang minim" ini disebabkan oleh kebijakan yang memang sengaja mengarahkan kita untuk menjadi pasar, bukan produsen !!
:: WeKa ::
@Txtdariiugm Salah satu tanda orang benar-benar kuat secara intelektual adalah tidak perlu menunjukkan superioritasnya.
Karena fokusnya bukan memenangkan lawan bicara, melainkan memastikan substansi pembahasan tetap berjalan.
Kebangeten sih. Cuman memang aemenjak era Jokowi dan Prabowo ini makin vulgar saja bagi2 jabatan begini.
Padahal, tugas komisaris BUMN seperti Pertamina,, PLN, dll itu tidak hanya mengawasi kerja direksi perusahaan bernilai ratusan triliun rupiah, tetapi juga memastikan perusahaan menjalankan mandat negara. Mereka harus memahami:l industri tempat BUMN beroperasi, tata kelola korporasi,
keuangan dan audit, manajemen risiko,
regulasi, strategi bisnis, serta dinamika ekonomi nasional dan global.
Jabatan komisaris mestinya bukan jabatan seremonial. Seorang komisaris dapat dimintai pertanggungjawaban apabila lalai menjalankan fungsi pengawasannya dan kelalaian tersebut menimbulkan kerugian bagi perusahaan... kalau prosesnya begini ya jelas masuknya KKN sih, kemana yg kemaren menye-menye ngomong soal korupsi?
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.
bayangin ini jalur resmi masuk Pertamina lewat BPS tesnya puanjanggg dan soalnya susah gila. kalo lu ga pinter, cerdas, kritis, bahasa inggrisnya bagus, paham isu terkini terkait bidang yg didaftarin, dan lainnya ga bakalan mungkin lolos. tiba-tiba ada bocah 27 tahun jalur fast track timses jadi komisaris yg gajinya bisa nyentuh 200jt sebulan like what the hhhh..???
kalian pada kesel ga sih ada anak 27 tahun ga punya latar belakang pendidikan yg berhubungan sama oil and gas, ga ada pengalaman kerja di bidang itu, dan riwayat pekerjaannya ga jelas tapi tiba-tiba jadi komisarissss BUMN gara-gara cuma jd timses 02 pas pemilu? mimin mau bahas jurnal yg bahas BUMN sebagai arena transaksi politik di Indonesia
(a thread)
doanya harus lebih spesifik lagi: pengen ngerasain gaji dua digit perbulan tapi workloadnya masih manusiawi, jam kerjanya selayaknya orang kerja dan bisa work life balance
berhenti meromantisasi kemiskinan.
kerja sambil kuliah itu seharusnya pilihan, bukan karna ga sanggup bayar UKT.
kita terlalu nyaman dibodoh-bodohi pemerintah.
pengen jadi tipe ideal mingyu -> harus semangat kerja -> motivasi kerja berawal dari gaji yang layak -> gaji layak harus dijamin pemerintah -> presidenmu p word -> gaji tidak layak -> tidak semangat kerja -> bukan tipe ideal mingyu
“Aku banyak ikut kelas. Dari les bahasa, masak, nulis, yoga, sampe baking. Tapi kalau ditanya minat bakatku di mana, aku bingung.” 😫
Ini namanya PLATYPUS SYNDROME.
Belajar banyak hal tapi gak tuntas.
Dompet tipis, sertifikat tebel. Kamu jadi si platypus: hewan serba bisa, gado-gado, tapi gak pernah juara di satu bidang.
Dan ini bukan salah kamu.
Kita hidup di era “semua harus bisa”. Scroll medsos, liat orang jago bahasa + bisnis + ngonten + olahraga, hidupnya estetik pula. Kamu ikut semangat ngejar, takut ketinggalan.
Padahal baterai otak kita terbatas. Bukan kamunya lemah, sistemnya emang bikin overwhelmed.
Platypus Syndrome lahir dari kombinasi FOMO, dopamine rush “belajar hal baru”, dan hustle culture. Hasilnya CV panjang, tapi gak ada yang stand out.
Jalan keluarnya bukan stop belajar. Tapi jadi M-SHAPED: fokus dalam di 2-3 bidang yang berhubungan, sisanya cukup tahu dikit buat support.
Tiga langkah simpelnya:
1. Audit Diri: list semua skill yang udah dipelajari. Mana yang bikin enjoy sampe lupa waktu? Mana yang ada duitnya? Pilih maksimal 2-3.
2. 90-Day Rule: pilih satu skill utama, komitmen 90 hari nonstop (minimal 1 jam/hari). Gak boleh tambah kelas baru. Mau jadi content creator? Stop dulu belajar trading atau desain, fokus bikin konten tiap hari.
3. Deep Work + Monetize Early: blokir distraksi di jam belajar/kerja, jual jasa meski belum ahli buat cari pengalaman, cari mentor yang udah di level atas.
Gak perlu hapus semua skill lama. Cuma perlu milah 2-3 yang dipertajam jadi juara.
#BacaPikiran