PROSES YANG BAKAL BIKIN HIDUP LU NAIK LEVEL
1. Hilang dulu beberapa bulan kalau perlu.
2. Berhenti nyalahin keadaan.
3. Kenali versi terbaik dari diri lu.
4. Berani masuk ke hal-hal yang bikin nggak nyaman.
5. Tinggalin drama yang nggak penting.
6. Belajar menikmati waktu sendirian.
7. Punya mental petarung, bukan mental nyerah.
8. Tetap jalan walau lagi nggak semangat.
9. Jaga apa yang masuk ke pikiran dan tubuh lu.
10. Putus hubungan sama kebiasaan yang bikin mundur.
11. Banyakin belajar, kurangin ngeluh.
12. Upgrade skill sedikit demi sedikit.
13. Mulai bikin sesuatu, jangan cuma mikir.
14. Tumbuh dari proses, bukan dari keberuntungan.
15. Sampai akhirnya, lu menang dengan cara lu sendiri.
A man’s downfall is rarely caused by his enemies. It’s caused by his inability to sit in a room alone, without validation, without noise, with only his thoughts. Master that silence, and no opponent can ever truly own you.
Tadi saya cerita ke istri kalo temen seangkatan kuliah udah punya 3 cafe. Dia tau saya merasa tertinggal karena kami memulai dari titik yang sama
Dan istri kasih analogi yang menarik :
👩🏽 : Kamu pernah antri di kasir kan?
🧔 : iya pernah
👩🏽: pada akhirnya kamu nyampe ke depan kan? Yang penting itu tetap berada di antrian, jangan keluar antrian.
Emang kamu pernah anggep yg antri depan kamu itu saingan?
🧔 : ya enggak lah
👩🏽 : ya apalagi kalo depan itu teman kamu kan? Tunggu aja gilirannya dateng.
Buset, emak2 dapet pemikiran gini dari mana yak?
Menghitung berkat di saat rumput hijau dan air tenang adalah satu hal. Menemukan berkat-berkat yang Allah berikan saat di lembah maut adalah hal yang sangat iauh berbeda
You can buy referees, you can fix matches, you can hide agent fees, you can breach all FFP rules but you can't buy either loyalty or respect because they are not given. THEY ARE EARNED
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
Tanpa orang dalam, tanpa masa jaya orang tua, tanpa relasi saudara, sebagian orang memberanikan diri untuk mengejar mimpinya, meski sungguh sulit tapi mereka percaya Tuhan lewat jalur langitnya.
I’m not crying you are. North London Forever belted out by travelling Gooners before Arsenal play PSG in the 2026 Champions League final here at the Puskas Arena in Budapest ❤️
Remember when Declan Rice said judge Arteta when he’s won everything? 👏:
“Don’t judge him now. Judge him (Arteta) when he’s won everything.” ✅
Everyone laughed at Rice. Now number 41 will be holding title 14 for Arsenal because of Arteta ❤️
Semakin bertambahnya usia, semakin merasa harus ramah ke setiap orng yg ditemui.
Karena kita ga tau beban apa yg mreka pendam.
Ada orng yg mengubur mimpinya dalam2, karena dia tau mimpinya sulit diwujudkan.
Arteta: "Honestly, I think all that noise and all those expectations has led us to the road to today become champions.
"I think without that, you don't step up, you don't become better. You need that challenge, you need that pressure at times, and you need to learn from certain mistakes and that's part of it."
Kematian tidak seharusnya menjadi alasar seseorang tidak bahagia. Sebab, tak ada orang yg tak akar mati. Jika kematian adalah penyebab ketidakbahagiaan berartı semua orang dilahirkan untuk tidak bahagia.Hal itu tidak benar. Setiap orang tentu dilahirkan demi kebahagiaan-Dona Dona