Dulu, gue menganggap FRUGAL LIVING itu:
• Hidup serba irit
• Murah nomor 1, kualitas nomor sekian
• Fokus memenuhi kebutuhan, ga boleh senang-senang
Setelah baca buku Your Money or Your Life
Gue baru paham ternyata definisi itu salah
Ini yang bener
Jalaluddin Rumi pernah berkata:
"Lari dari apa yang menyakitimu, akan semakin menyakitimu. Jangan lari. Terlukalah, sampai kamu sembuh."
Karena proses 'melepaskan' yang paling manusiawi bukanlah dengan menolak rasa, tetapi dengan menerima sepenuhnya apa yang telah terjadi. Menerima bahawa semuanya berjalan atas nama takdir, dan tidak ada yang silap dalam aturan-Nya.
Jika memang rezekimu hanya satu suap, maka hanya satu suap itu yg akan kau miliki, ...dan dengan cara apapun engkau berusaha tetap tidak akan dapat melampui batas apa yg sudah Allah tetapkan ...
Semakin usia bertambah, hidup tak menjadi lebih mudah. Masalah tak hilang, hanya berganti wajah saja. Kadang datang perlahan, tapi mengusik lebih dalam. Kedewasaan tumbuh bukan dari berkurangnya beban, melainkan dengan cara kita memikulnya dengan tenang. Dulu kita melawan dengan tangis dan teriakan,kini kita menunduk, menarik nafas, dan memilih diam, karena tahu tak semua luka harus ditunjukan dan tak semua perdebatan harus dimenangkan.
Alhamdulillah tim kami sudah bertemu langsung di rumah bapak penjual es, insyaaAllah komitmen kami untuk memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anaknya.
Berkah selalu untuk para pejuang nafkah yang berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal.
Terkumpul 18 juta lebih dalam waktu sekitar dua jam, bukti beliau dimuliakan oleh banyak orang baik yang masih banyak di negeri ini.
Kerja kerasnya mencari nafkah halal dihargai banyak orang. Mudah-mudahan bisa menguatkan beliau.
Tidak ada pekerjaan halal yang layak di goblok-goblokkan dan ditertawakan.
Tetap semangat para pejuang nafkah. Karena sesungguhnya Allah bisa meninggikan derajat seseorang dengan cara yang luar biasa, dan Allah bisa merendahkan derajat seseorang dengan cara yang luar biasa.
Semoga penjual minuman yg digoblok2in penceramah agama itu ditinggikan derajatnya oleh Allah. Beban di atas kepalanya mungkin tak bernila dibanding harga sendal si penceramah. Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya!
Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai.
Mempermalukan orang yang mencari nafkah dgn halal hingga matanya berkaca-kaca antara sedih dan malu begini adalah serendah-rendah akhlak.
Mungkin hidup penjual es teh ini berada di bawah, di sisi Tuhan boleh jadi dia jauh lbh terhormat drpd orang yg menghinanya.